Showing posts with label Anatomy Fisiology Manusia. Show all posts
Showing posts with label Anatomy Fisiology Manusia. Show all posts

Struktur Hewan dan Manusia

STANDAR KOMPETENSI :


2.1    Siswa mampu mengintreprestasikan organisasi seluler serta mengkaitkan struktur jaringan dan fungsi sistem organ tumbuhan, hewan dan manusia serta penerapannya dalam konteks sains lingkungan teknologi  dan masyarakat.

Posted By Unknown 6:13 PM

Sistem Ekskresi pada Manusia


Sistem Ekskresi pada Manusia






sistem-ekskresi-manusia

sistem-ekskresi-manusia


Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi
membuang zat sisa hasil metabolisme. Zat sisa hasil metabolisme
merupakan sisa pembongkaran zat makanan, misalnya: karbondioksida (CO2),
air (H20), amonia (NH3), urea dan zat warna empedu.


Zat sisa metabolisme tersebut sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan
harus dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit.


Organ atau alat-alat ekskresi pada manusia terdiri dari:


1. Paru-paru,


2. Hati,


3. Kulit, dan


4. Ginjal.



PARU-PARU






paru-paru

paru-paru


Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri
yang dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua
bagian, yaitu paru-paru kanan yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru
kiri memiliki dua gelambir.


Paru-paru sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus yang terbungkus oleh selaput yang disebut selaput pleura.


FUNGSI PARU-PARU

Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia
karena tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi,
paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan KARBONDIOKSIDA (CO2) dan UAP AIR
(H2O).


Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan
karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah
menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan
dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan
dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung


KELAINAN-KELAINAN PADA PARU-PARU

Kelainan-kelainan pada paru-paru, diantaranya adalah:


1. Asma atau sesak nafas, yaitu kelainan yang disebabkan oleh
penyumbatan saluran pernafasan yang diantaranya disebabkan oleh alergi
terhadap rambut, bulu, debu atau tekanan psikologis.


2.Kanker Paru-Paru, yaitu gangguan paru-paru yang disebabkan oleh
kebiasaan merokok. Penyebab lain adalah terlalu banyak menghirup debu
asbes, kromium, produk petroleum dan radiasi ionisasi. Kelainan ini
mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru.


3.Emphysema, adalah penyakit pembengkakan paru-paru karena pembuluh darahnya terisi udara.


CARA MENGATASI KELAINAN PADA PARU-PARU

Upaya menghindari dan mengatasi kelainan-kelainan pada paru-paru adalah dengan menjalankan pola hidup sehat, diantaranya:


1. Mengatur pola makan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi secara teratur


2. Berolah raga dengan teratur


3. Istirahat minimal 6 jam per hari


4. Mengindari konsumsi rokok, minum minuman beralkohol dan narkoba


5. Hindari Stress


HATI (HEPAR)


hati

hati


Hati merupakan “kelenjar” terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia.
Letaknya di dalam rongga perut sebelah kanan. Berwarna merah tua dengan
berat mencapai 2 kilogram pada orang dewasa. Hati terbagi menjadi dua
lobus, kanan dan kiri.


Zat racun yang masuk ke dalam tubuh akan disaring terlebih dahulu di
hati sebelum beredar ke seluruh tubuh. Hati menyerap zat racun seperti
obat-obatan dan alkohol dari sistem peredaran darah. Hati mengeluarkan
zat racun tersebut bersama dengan getah empedu.


FUNGSI HATI

Hati merupakan organ yang sangat penting, berfungsi untuk:


1. Menghasilkan empedu yang berasal dari perombakan sel darah merah


2. Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit


3. Mengubah zat gula menjadi glikogen dan menyimpanya sebagai cadangan gula


4. Membentuk protein tertentu dan merombaknya


5. Tempat untuk mengubah pro vitamin A menjadi vitamin


6. Tempat pembentukan protrombin yang berperan dalam pembekuan darah


Zat warna empedu hasil perombakan sel darah merah yang telah rusak
tidak langsung dikeluarkan oleh hati, tetapi dikeluarkan melalui alat
pengeluaran lainnya. Misalnya, akan dibawa oleh darah ke ginjal dan
dikeluarkan bersama-sama di dalam urin.


KELAINAN-KELAINAN PADA HATI

Gangguan pada hati yang umumnya dijumpai di masyarakat saat ini adalah
HEPATITIS atau PENYAKIT KUNING. Disebut demikian karena tubuh penderita
menjadi kekuningan, disebabkan zat warna empedu beredar ke seluruh
tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh serangan virus yang dapat menular
melalui makanan, minuman, jarum suntik dan transfusi darah.


Hepatitis adalah peradangan pada sel-sel hati. Penyebab penyakit
hepatitis yang utama adalah virus. Virus hepatitis yang sudah ditemukan
sudah cukup banyak dan digolongkan menjadi virus hepatitis A, B, C, D,
E, G, dan TT.

Beberapa jenis hepatitis yang saat ini harus diwaspadai adalah:

1. Hepatitis A yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A (VHA)

2. Hepatitis B yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB)

3. Hepatitis C yang disebabkan oleh Virus Hepatitis C (VHC)


MENGATASI KELAINAN-KELAINAN PADA HATI

Cara mengatasi kelainan-kelainan pada hati diantaranya adalah dengan:


1. Pemberian vaksinasi


2. Makan makanan yang sehat


3. Menghindari penggunaan obat-obatan terlarang


4. Berolahraga dengan teratur


5. Sterilisasi penggunaan jarum suntik


6. Menghindari pergaulan bebas (berganti-ganti pasangan)


KULIT


kulit

Seluruh permukaan tubuh kita terbungkus oleh lapisan tipis yang
sering kita sebut kulit. Kulit merupakan benteng pertahanan tubuh kita
yang utama karena berada di lapisan anggota tubuh yang paling luar dan
berhubungan langsung dengan lingkungan sekitar.


FUNGSI KULIT





Fungsi kulit antara lain sebagai berikut:


- mengeluarkan keringat


- pelindung tubuh


- menyimpan kelebihan lemak


- mengatur suhu tubuh, dan


- tempat pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan

bantuan sinar matahari yang mengandung ultraviolet


Proses Pembentukan Keringat


Bila suhu tubuh kita meningkat atau suhu udara di lingkungan kita
tinggi, pembuluh-pembuluh darah di kulit akan melebar. Hal ini
mengakibatkan banyak darah yang mengalir ke daerah tersebut. Karena
pangkal kelenjar keringat berhubungan dengan pembuluh darah maka
terjadilah penyerapan air, garam dan sedikit urea oleh kelenjar
keringat. Kemudian air bersama larutannya keluar melalui pori-pori yang
merupakan ujung dari kelenjar keringat. Keringat yang keluar membawa
panas tubuh, sehingga sangat penting untuk menjaga agar suhu tubuh tetap
normal.


Kelainan pada kulit yang banyak dialami oleh para remaja adalah jerawat. Ada tiga tipe jerawat, yaitu:


1. Komedo


2. Jerawat biasa


3. Cystic Acne (Jerawat Batu/Jerawat Jagung)


Banyak jenis obat dan perawatan yang ditawarkan untuk menghilangkan
jerawat. Namun, sesungguhnya alam sudah menyediakan aneka tanaman yang
mampu menghilangkan jerawat. Tanaman-tanaman itu antara lain tomat,
jeruk nipis, belimbing wuluh, mentimun, dan temulawak.



MENGATASI KELAINAN PADA KULIT


Kulit perlu mendapat perawatan yang tepat agar senantiasa sehat. Berikut 4 langkah perawatan kulit yang sangat mendasar:


1. Makan Makanan Yang Mengandung Nutrisi

Kulit seperti juga organ tubuh lain, terdiri atas sel-sel yang
berkembang dan membutuhkan berbagai nutrisi. Nutrisi pada kulit
digunakan untuk mengaktifkan sirkulasi darah ke kulit, menjaga
kelenturan dan kekencangan kulit serta mencegah oksidasi lemak yang
menyebabkan kulit menjadi kering.

2. Minum Air Putih Minimal 8 Gelas Setiap Hari

Air berfungsi sebagai media untuk mengangkut dan membuang zat-zat yang
tidak dibutuhkan tubuh dan mencegah kekeringan. Selain 8 gelas air segar
setiap hari, asupan cairan yang baik bagi kulit bisa didapatkan dari
buah dan sayuran.

3. Berolahraga Dengan Teratur

Olahraga teratur 3 kali seminggu akan membantu kelancaran sirkulasi darah, sehingga asupan nutrisi kulit terpenuhi.

4. Mandi Untuk Membersihkan Badan

Mandi secara teratur menggunakan sabun, bermanfaat menghilangkan lemak
dan kotoran pada permukaan kulit. Namun kita perlu berhati-hati dalam
memilih sabun, karena detergen yang terkandung di dalamnya cenderung
meningkatkan pH kulit sehingga dapat menyebabkan kekeringan pada kulit.


GINJAL

Dunia kedokteran biasa menyebutnya ‘ren’ (renal/kidney). Bentuknya
seperti kacang merah, berjumlah sepasang dan terletak di daerah
pinggang. Ukurannya kira-kira 11x 6x 3 cm. Beratnya antara 120-170 gram.
Struktur ginjal terdiri dari: kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal
(medula) dan rongga ginjal (pelvis). Pada bagian kulit ginjal terdapat
jutaan nefron yang berfungsi sebagai penyaring darah. Setiap nefron
tersusun dari Badan Malpighi dan saluran panjang (Tubula) yang
bergelung. Badan Malpighi tersusun oleh Simpai Bowman (Kapsula Bowman)
yang didalamnya terdapat Glomerolus.


FUNGSI GINJAL

1. Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme tubuh


2. Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan


3. Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh bagian tubulus ginjal


4. Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia


5. Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel darah merah (SDM) di sumsum tulang


PROSES PEMBENTUKAN URINE

Ginjal berperan dalam proses pembentukan urin yang terjadi
melalui serangkaian proses, yaitu: penyaringan, penyerapan kembali dan
augmentasi.


1. Penyaringan (filtrasi)


Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi
di kapiler glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori
(podosit), tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus
mempermudah proses penyaringan.


Selain penyaringan, di glomelurus juga terjadi penyerapan kembali
sel-sel darah, keping darah, dan sebagian besar protein plasma.
Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah, seperti glukosa,
asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat dan urea dapat melewati
saringan dan menjadi bagian dari endapan.


Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin
primer, mengandung asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan garam-garam
lainnya


2. Penyerapan kembali (reabsorbsi)


Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap
kembali di tubulus kontortus proksimal, sedangkan di tubulus kontortus
distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea.


Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam amino
meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa
osmosis. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus
distal.


Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino
dikembalikan ke darah. Zat amonia, obat-obatan seperti penisilin,
kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin.


Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin
sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi.
Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun
bertambah, misalnya urea.


3. Augmentasi


Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal.


Dari tubulus-tububulus ginjal, urin akan menuju rongga ginjal,
selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Jika kantong
kemih telah penuh terisi urin, dinding kantong kemih akan tertekan
sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Urin akan keluar melalui
uretra.


Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air, garam,
urea dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi
memberi warna dan bau pada urin.


KELAINAN PADA GINJAL

Kelainan-kelainan pada ginjal diantaranya adalah gagal ginjal dan batu ginjal.


1. Gagal Ginjal


Gagal ginjal merupakan kelainan pada ginjal dimana ginjal sudah tidak
dapat berfungsi sebagaimana mestinya yaitu menyaring dan membersihkan
darah dari zat-zat sisa metabolisme.


Penyebab terjadinya gagal ginjal antara lain disebabkan oleh:


1. Makan makanan berlemak


2. Kolesterol dalam darah yang tinggi


3. Kurang berolahraga


4. Merokok, dan


5. Minum minuman beralkohol.


Mengatasi Gagal Ginjal


Kemajuan ilmu pengetahuan, memungkinkan fungsi ginjal digantikan.
Penggantian fungsi tersebut dikenal dengan Renal Replacement Therapy
(RRT) atau Terapi Pengganti Ginjal (TPG). Ada dua cara TPG, yakni
transplantasi/cangkok ginjal dan dialisis/cuci darah . Dialisis/cuci
darah dibedakan menjadi:


1. HD (Hemodialisis), dialisis dengan bantuan mesin


2. PD (Peritoneal Dialisis), dialisis melalui rongga perut


2. Batu Ginjal


Urine banyak mengandung mineral dan berbagai bahan kimiawi. Urin
belum tentu dapat melarutkan semua itu. Apabila kita kurang minum atau
sering menahan kencing, mineral-mineral tersebut dapat mengendap dan
membentuk batu ginjal.


Batu ginjal merupakan kristal yang terlihat seperti batu yang
terbentuk di ginjal. Kristal-kristal tersebut akan berkumpul dan saling
berlekatan untuk membentuk formasi “batu”. Apabila batu tersebut
menyumbat saluran kemih antara ginjal dan kandung kemih, saluran kemih
manusia yang mirip selang akan teregang kuat karena menahan air seni
yang tidak bisa keluar. Hal itu tentu menimbulkan rasa sakit yang hebat.

Posted By Unknown 6:11 PM

Sistem Pernafasan pada Manusia

Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung
oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap
air.

Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energi


Sistem Pernapasan pada Manusia terdiri atas


o hidung

o faring

o trakea

o bronkus

o bronkiouls

o paru-paru


Rongga Hidung

Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput
lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga
hidung.


Pangkal Tenggorok

Pangkal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang membentuk
jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok
(epiglotis). Pada waktu menelan makanan, katup tersebut menutup pangkal
tenggorok dan pada waktu bernapas katu membuka. Pada pangkal tenggorok
terdapat selaput suara yang akan bergetar bila ada udara dari paru-paru,
misalnya pada waktu kita bicara.


Batang tenggorok

Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan. Di
dalam rongga dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang
tenggorok (bronkus). Di dalam paru-paru, cabang tenggorok
bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut
bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut
gelembung paru-paru (alveolus).


Paru-paru

Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi
oleh siuatu sekat disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu
paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga
gelambir (lobus) yaitu gelambir atas, gelambir tengah dan gelambir
bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir
atas dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput
paru-paru (pleura).

Alveolus dalam paru-paru jumlahnya sangat banyak, lebih kurang 300 juta
alveolus. Luas permukaan seluruh alveolus diperkirakan 100 kali lebih
besar daripada permukaan tubuh. Alveolus dikekelingi pembuluh-pembuluh
kapiler darah.

Pertukaran Gas dalam Alveolus

Oksigen yang diperlukan untuk oksidasi diambil dari udara yang kita
hirup pada waktu kita bernapas. Pada waktu bernapas udara masuk melalu
saluran pernapasan dan akhirnyan masuk ke dalam alveolus. Oksigen yang
terdapat dalam alveolus berdifusi menembus dinding sel alveolus.
Akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah dan diikat oleh hemoglobin yang
terdapat dalam darah menjadi oksihemoglobin. Selanjutnya diedarkan oleh
darah ke seluruh tubuh.

Oksigennya dilepaskan ke dalam sel-sel tubuh sehingga oksihemoglobin
kembali menjadi hemoglobin. Karbondioksida yang dihasilkan dari
pernapasan diangkut oleh darah melalui pembuluh darah yang akhirnya
sampai pada alveolus Dari alveolus karbon dioksida dikeluarkan melalui
saluran pernapasan pada waktu kita mengeluarkan napas.

Dengan demikian dalam alveolus terjadi pertukaran gas yaitu oksigen masuk dan karnbondioksida keluar.


Proses Pernapasan

Bernapas meliputi dua proses yaitu menarik napas atau memasukkan udara
pernapasan dan mengeluarkan napas atau mengeluarkan udara pernapasan.
Menarik napas disebut inspirasi dan mengeluarkan napas disebut
ekspirasi.

Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan
diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada
menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan
kontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi
sehingga rongga dada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.

Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi
berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya
melalui saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru,
sehingga paru-paru mengembang.

Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan
otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut.
Diafragma menjadi melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah
dan bergerak ke arah dalam, akibatnya rongga dada mengecil sehingga
tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga
dada, maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati saluran
pernapasan.


Kapasitas Paru-paru

Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasa
disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada
orang dewasa lebih kurang 500 nl. Setelah kita melakukan inspirasi
biasa, kita masih bisa menarik napas sedalam-dalamnya. Udara yang dapat
masuk setelah mengadakan inspirasi biasa disebut udara komplementer,
volumenya lebih kurang 1500 ml.

Setelah kita melakukan ekspirasi biasa, kita masih bisa menghembuskan
napas sekuat-kuatnya. Udara yang dapat dikeluarkan setelah ekspirasi
biasa disebut udara suplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.

Walaupun kita mengeluarkan napas dari paru-paru dengan sekuat-kuatnya
ternyata dalam paru-paru masih ada udara disebut udara residu. Volume
udara residu lebih kurang 1500 ml. Jumlah volume udara pernapasan, udara
komplementer, dan udara suplementer disebut kapasitas vital paru-paru.

Posted By Unknown 6:09 PM

Sistem pencernaan makanan pada manusia


Sistem pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ, berturut-turut dimulai dari

1. Rongga Mulut,

2. Esofagus

3. Lambung

4. Usus Halus

5. Usus Besar

6. Rektum

7. Anus.



Rongga Mulut


rongga-mulut

rongga-mulut


Mulut merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada rongga
mulut, dilengkapi alat pencernaan dan kelenjar pencernaan untuk membantu
pencernaan makanan. Pada Mulut terdapat :

a.Gigi

Memiliki fungsi memotong, mengoyak dan menggiling makanan menjadi partikel yang kecil-kecil. Perhatikan gambar disamping.

b..Lidah

Memiliki peran mengatur letak makanan di dalam mulut serta mengecap rasa makanan.

c..Kelenjar Ludah

Ada 3 kelenjar ludah pada rongga mulut. Ketiga kelenjar ludah tersebut
menghasilkan ludah setiap harinya sekitar 1 sampai 2,5 liter ludah.
Kandungan ludah pada manusia adalah : air, mucus, enzim amilase, zat
antibakteri, dll. Fungsi ludah adalah melumasi rongga mulut serta
mencerna karbohidrat menjadi disakarida.


Esofagus (Kerongkongan)

Merupakan saluran yang menghubungkan antara rongga mulut dengan lambung.
Pada ujung saluran esophagus setelah mulut terdapat daerah yang disebut
faring. Pada faring terdapat klep, yaitu epiglotis yang mengatur
makanan agar tidak masuk ke trakea (tenggorokan). Fungsi esophagus
adalah menyalurkan makanan ke lambung. Agar makanan dapat berjalan
sepanjang esophagus, terdapat gerakan peristaltik sehingga makanan dapat
berjalan menuju lambung


Lambung


lambung

lambung


Lambung adalah kelanjutan dari esophagus, berbentuk seperti kantung.
Lambung dapat menampung makanan 1 liter hingga mencapai 2 liter. Dinding
lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi menggerus makanan
secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Ada 3 jenis otot
polos yang menyusun lambung, yaitu otot memanjang, otot melingkar, dan
otot menyerong.

Selain pencernaan mekanik, pada lambung terjadi pencernaan kimiawi
dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi
yang dihasilkan lambung adalah :


  • Asam HCl ,Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai
    disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan
    kolesistokinin pada usus halus
  • Lipase , Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit
  • Renin , Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
  • Mukus , Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.

Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi bubur yang disebut bubur kim.


Fungsi HCI Lambung :

1. Merangsang keluamya sekretin

2. Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.

3. Desinfektan

4. Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empdu mengeluarkan getahnya.


Usus Halus


usus-halus

usus-halus


Usus halus merupakan kelanjutan dari lambung. Usus halus memiliki
panjang sekitar 6-8 meter. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu
duodenum (± 25 cm), jejunum (± 2,5 m), serta ileum (± 3,6 m). Pada usus
halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja, dengan bantuan
senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari
kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus halus.

Senyawa yang dihasilkan oleh usus halus adalah :


  • Disakaridase Menguraikan disakarida menjadi monosakarida
  • Erepsinogen Erepsin yang belum aktif yang akan diubah menjadi erepsin. Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.
  • Hormon Sekretin Merangsang kelenjar pancreas mengeluarkan senyawa kimia yang dihasilkan ke usus halus
  • Hormon CCK (Kolesistokinin) Merangsang hati untuk mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus halus.

Selain itu, senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar pankreas adalah :


  • Bikarbonat Menetralkan suasana asam dari makanan yang berasal dari lambung
  • Enterokinase Mengaktifkan erepsinogen menjadi erepsin serta
    mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Tripsin mengubah pepton
    menjadi asam amino.
  • Amilase Mengubah amilum menjadi disakarida
  • Lipase Mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol
  • Tripsinogen Tripsin yang belum aktif.
  • Kimotripsin Mengubah peptone menjadi asam amino
  • Nuklease Menguraikan nukleotida menjadi nukleosida dan gugus pospat
  • Hormon Insulin Menurunkan kadar gula dalam darah sampai menjadi kadar normal
  • Hormon Glukagon Menaikkan kadar gula darah sampai menjadi kadar normal

PROSES PENCERNAAN MAKANAN

Pencernaan makanan secara kimiawi pada usus halus terjadi pada suasana basa. Prosesnya sebagai berikut :

a. Makanan yang berasal dari lambung dan bersuasana asam akan dinetralkan oleh bikarbonat dari pancreas.

b. Makanan yang kini berada di usus halus kemudian dicerna sesuai
kandungan zatnya. Makanan dari kelompok karbohidrat akan dicerna oleh
amylase pancreas menjadi disakarida. Disakarida kemudian diuraikan oleh
disakaridase menjadi monosakarida, yaitu glukosa. Glukaosa hasil
pencernaan kemudian diserap usus halus, dan diedarkan ke seluruh tubuh
oleh peredaran darah.

c. Makanan dari kelompok protein setelah dilambung dicerna menjadi
pepton, maka pepton akan diuraikan oleh enzim tripsin, kimotripsin, dan
erepsin menjadi asam amino. Asam amino kemudian diserap usus dan
diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.

d. Makanan dari kelompok lemak, pertama-tama akan dilarutkan
(diemulsifikasi) oleh cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi
butiran-butiran lemak (droplet lemak). Droplet lemak kemudian diuraikan
oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan
gliserol kemudian diserap usus dan diedarkan menuju jantung oleh
pembuluh limfe.


Usus Besar (Kolon)


usus-besar

usus-besar


Merupakan usus yang memiliki diameter lebih besar dari usus halus.
Memiliki panjang 1,5 meter, dan berbentuk seperti huruf U terbalik. Usus
besar dibagi menjadi 3 daerah, yaitu : Kolon asenden, Kolon
Transversum, dan Kolon desenden. Fungsi kolon adalah :

a. Menyerap air selama proses pencernaan.

b. Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli.

c. Membentuk massa feses

d. Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh. Pengeluaran feses dari tubuh ddefekasi.


Rektum dan Anus

Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang
lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila
feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan
dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot
polos dan otot lurik.

Gangguan Sistem Pencernaan

• Apendikitis-Radang usus buntu.

• Diare- Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat.

• Kontipasi -Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar)

• Maldigesti-Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.

• Parotitis-Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong

• Tukak Lambung/Maag-”Radang” pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori

• Xerostomia-Produksi air liur yang sangat sedikit

Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan
yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara
gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung,
peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).

Diare

Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi
menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Keadaan
seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres),
makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus.
Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam
mineral, sehingga terjadi dehidrasi.

Konstipasi (Sembelit)

Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibatnya,
air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering.
Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa
tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging.

Tukak Lambung (Ulkus)

Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung
enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan
bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan
ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan
berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut.
Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis
tertentu.

Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai
berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut
(peritonium).

Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang
lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang
disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan
dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus
halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan
akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak
teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung.

Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada
lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang
disebut apendisitis.

Posted By Unknown 6:07 PM

Faktor Pembentukan Warna Pada Kulit




Warna pada kulit dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu pigmentasi epidermis dan sirkulasi kapiler yang ada di lapisan dermis.





Pigmentasi epidermis dipengaruhi oleh dua pigmen, yaitu karoten dan melanin.





Karoten merupakan pigmen merah-jingga yang berakumulasi di
epidermis. Paling banyak terdapat di stratum korneum pada orang berkulit
terang, juga di jaringan lemak pada lapisan dermis dan subkutis.
Perubahan warna yang diakibatkan oleh karoten paling terlihat pada orang
berkulit pucat, sedangkan pada orang berkulit gelap sulit terlihat.
Karoten dapat dikonversi menjadi vitamin A yang diperlukan untuk
pemeliharaan epitel dan sintesis fotoreseptor di mata.





Melanin merupakan pigmen kuning-coklat, atau hitam yang
diproduksi oleh melanosit. Melanosit sendiri berada di antara sel-sel
basal dan memiliki juluran ke sel-sel di atasnya. Perbandingan jumlah
melanosit dan sel basal bervariasi, mulai dari 1:20 sampai 1:4. Badan
Golgi melanosit membentuk melanin dari tyrosin dengan bantuan Cu dan
oksigen, lalu mengemasnya menjadi vesikel-vesikel melanosom. Melanosom
ini akan dihantarkan melalui juluran melanosit dan mewarnai sel-sel
keratin di atasnya sampai didegradasi oleh lisosom.




Jumlah melanosit baik pada orang kulit hitam maupun kulit putih adalah
sama, yang berbeda adalah aktivitas dan produksi pigmennya (melanosit).
Pada orang kulit pucat transfer melanosom hanya sebatas stratum
spinosum, sedangkan pada orang berkulit gelap melanosom dapat
dihantarkan hingga ke stratum granulosum.





Sirkulasi darah yang ada di dalam pembuluh kapiler pada dermis juga
berperan dalam menentukan warna kulit. Hemoglobin yang fungsinya untuk
mengangkut oksigen adalah bersifat pigmen. Ketika berikatan dengan
oksigen, hemoglobin akan berwarna merah terang sehingga memberikan
pewarnaan merah pada pembuluh kapiler. Ketika pembuluh-pembuluh tersebut
mengalami dilatasi, maka warna merah pada kulit akan semakin jelas.




Contohnya jika saat suhu tubuh sedang tinggi, maka pembuluh darah akan
melebar untuk melepaskan panas dan pada saat yang sama akan menimbulkan
citra merah pada kulit tersebut. Sebaliknya ketika suplai darah
berkurang (misalnya pada gagal jantung) maka kulit akan berubah relatif
pucat akibat penyempitan pembuluh kapiler.

Posted By Unknown 12:50 PM

Struktur dan Fungsi Kulit




Struktur dan fungsi kulit











Kulit
manusia tersusun atas dua lapisan, yaitu epidermis dan dermis.
Epidermis dan dermis dapat terikat satu sama lain akibat adanya papilare
dermis dan rabung epidermis.
 


 


Epidermis
merupakan lapisan teratas pada kulit manusia dan memiliki tebal
yang berbeda-beda: 400-600 μm untuk kulit tebal (kulit pada telapak
tangan dan kaki) dan 75-150 μm untuk kulit tipis (kulit selain
telapak tangan dan kaki, memiliki rambut).


 


Selain sel-sel epitel,
epidermis juga tersusun atas lapisan:
  • Melanosit, yaitu sel yang menghasilkan melanin melalui proses melanogenesis.
  • Sel
    Langerhans
    , yaitu sel yang merupakan makrofag turunan sumsum
    tulang, yang merangsang sel Limfosit T, mengikat, mengolah, dan
    merepresentasikan antigen kepada sel Limfosit T. Dengan demikian, sel
    Langerhans berperan penting dalam imunologi kulit.
  • Sel
    Merkel
    , yaitu sel yang berfungsi sebagai mekanoreseptor sensoris
    dan berhubungan fungsi dengan sistem neuroendokrin difus.
  • Keratinosit, yang secara bersusun dari lapisan paling luar hingga paling dalam  sebagai berikut:

  1. Stratum Korneum, terdiri atas 15-20 lapis sel gepeng, tanpa inti dengan sitoplasma yang dipenuhi keratin.
  2. Stratum
    Lucidum, terdiri atas lapisan tipis sel epidermis eosinofilik yang
    sangat gepeng, dan sitoplasma terdri atas keratin padat. Antar sel
    terdapat desmosom.
  3. Stratum
    Granulosum, terdiri atas 3-5 lapis sel poligonal gepeng yang
    sitoplasmanya berisikan granul keratohialin. Pada membran sel
    terdapat granula lamela yang mengeluarkan materi perekat antar sel,
    yang bekerja sebagai penyaring selektif terhadap masuknya materi
    asing, serta menyediakan efek pelindung pada kulit.
  4. Stratum
    Spinosum, terdiri atas sel-sel kuboid. Sel-sel spinosum saling
    terikat dengan filamen; filamen ini memiliki fungsi untuk
    mempertahankan kohesivitas (kerekatan) antar sel dan melawan efek
    abrasi. Dengan demikian, sel-sel spinosum ini banyak terdapat di
    daerah yang berpotensi mengalami gesekan seperti telapak kaki.
  5. Stratum
    Basal/Germinativum, merupakan lapisan paling bawah pada epidermis,
    terdiri atas selapis sel kuboid. Pada stratum basal terjadi
    aktivitas mitosis, sehingga stratum ini bertanggung jawab dalam
    proses pembaharuan sel-sel epidermis secara berkesinambungan.
  6. Dermis,
    yaitu lapisan kulit di bawah epidermis, memiliki ketebalan yang
    bervariasi bergantung pada daerah tubuh dan mencapai maksimum 4 mm
    di daerah punggung. Dermis terdiri atas dua lapisan dengan batas
    yang tidak nyata, yaitu stratum papilare dan stratum reticular.

  • Stratum
    papilare
    , yang merupakan bagian utama dari papila dermis, terdiri
    atas jaringan ikat longgar. Pada stratum ini didapati fibroblast,
    sel mast, makrofag, dan leukosit yang keluar dari pembuluh
    (ekstravasasi).
  • Stratum
    retikulare
    , yang lebih tebal dari stratum papilare dan tersusun
    atas jaringan ikat padat tak teratur (terutama kolagen tipe I)


Selain
kedua stratum di atas, dermis juga mengandung beberapa turunan
epidermis, yaitu folikel rambut, kelenjar keringat, dan kelenjar sebacea

  • Rambut,
    merupakan struktur berkeratin panjang yang berasal dari invaginasi
    epitel epidermis, yaitu folikel rambut. Pada folikel ini terdapat
    pelebaran terminal yang berbentuk benjolan pada sebuah papilla
    dermis. Papila dermis tersebut mengandung kapiler dan ditutupi oleh
    sel-sel yang akan membentuk korteks rambut, kutikula rambut, dan
    sarung akar rambut.
  • Kelenjar keringat, yang terdiri atas kelenjar keringat merokrin dan kelenjar keringat apokrin

  1. Kelenjar
    keringat merokrin, berupa kelenjar tubular sipleks bergelung
    dengan saluran bermuara di permukaan kulit. Salurannya tidak
    bercabang dan memiliki diameter lebih kecil dari bagian sekresinya
    0,4 mm. Terdapat dua macam sel mioepitel yang mengelilingi bagian
    sekresinya, yaitu sel gelap yang mengandung granula sekretoris dan sel
    terang yang tidak mengandung granula sekretoris.
  2. Kelenjar
    keringat apokrin, memiliki ukuran lebih besar (3-5 mm) dari
    kelenjar keringat merokrin. Kelenjar ini terbenam di bagian dermis
    dan hipodermis, dan duktusnya bermuara ke dalam folikel rambut.
    Terdapat di daerah ketiak dan anus.

  • Kelenjar
    sebacea, yang merupakan kelenjar holokrin, terbenam di bagian
    dermis dengan jumlah bervariasi mulai dari seratus hingga sembilan
    ratus per centimeter persegi. Sekret dari kelenjar sebacea adalah
    sebum, yang tersusun atas campuran lipid meliputi trigliserida,
    lilin, squalene, dan kolesterol beserta esternya.


Pada
bagian bawah dermis, terdapat suatu jaringan ikat longgar yang disebut
jaringan subkutan dan mengandung sel lemak yang bervariasi. Jaringan ini
disebut juga fasia superficial, atau panikulus adiposus. Jaringan ini
mengandung jalinan yang kaya akan pembuluh darah dan pembuluh limfe.
Arteri yang terdapat membentuk dua plexus, satu di antara stratum
papilare dan retikulare, satu lagi di antara dermis dan jaringan
subkutis. Cabang-cabang plexus tersebut mendarahi papila dermis.
Sedangkan vena membentuk tiga plexus, dua berlokasi seperti arteri, satu
lagi di pertengahan dermis. Adapun pembuluh limfe memiliki lokasi sama
dengan pembuluh arteri.


 


Untuk
mendukung fungsi kulit sebagai penerima stimulus, maka terdapat banyak
ujung saraf, antara lain di epidermis, folikel rambut, kelenjar kutan,
jaringan dermis dan subkutis, serta papila dermis. Ujung saraf ini
tanggap terhadap stimulus seperti rabaan-tekanan, sensasi taktil, suhu
tinggi/rendah, nyeri, gatal, dan sensasi lainnya. Ujung saraf ini
meliputi ujung Ruffini, Vaterpacini, Meissner, dan Krause.


 


Selain
itu turunan kulit yang lain adalah kuku. Kuku merupakan lempeng sel
epitel berkeratin pada permukaan dorsal setiap falang distal. Lempeng
kuku terletak pada stratum korneum, sedangkan dasar kuku terletak pada
stratum basal dan spinosum.
 


 


Fungsi kulit 


Kulit memiliki banyak fungsi, yang berguna dalam menjaga homeostasis
tubuh. Fungsi-fungsi tersebut dapat dibedakan menjadi fungsi proteksi,
absorpsi, ekskresi, persepsi, pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), dan
 pembentukan vitamin D.
 


 


1. Fungsi proteksi


Kulit menyediakan proteksi terhadap tubuh dalam berbagai cara sebagai yaitu berikut:




-Keratin melindungi kulit dari mikroba, abrasi (gesekan),
panas, dan zat kimia. Keratin merupakan struktur yang keras, kaku, dan
tersusun rapi dan erat seperti batu bata di permukaan kulit.


 


-Lipid yang dilepaskan mencegah evaporasi air dari permukaan
kulit dan dehidrasi; selain itu juga mencegah masuknya air dari
lingkungan luar tubuh melalui kulit.


 


-Sebum yang berminyak dari kelenjar sebasea mencegah kulit dan
rambut dari kekeringan serta mengandung zat bakterisid yang berfungsi
membunuh bakteri di permukaan kulit. Adanya sebum ini, bersamaan dengan
ekskresi keringat, akan menghasilkan mantel asam dengan kadar pH 5-6.5
yang mampu menghambat pertumbuhan mikroba.


 


-Pigmen melanin melindungi dari efek dari sinar UV yang
berbahaya. Pada stratum basal, sel-sel melanosit melepaskan pigmen
melanin ke sel-sel di sekitarnya. Pigmen ini bertugas melindungi materi
genetik dari sinar matahari, sehingga materi genetik dapat tersimpan
dengan baik. Apabila terjadi gangguan pada proteksi oleh melanin, maka
dapat timbul keganasan.


 


-Selain itu ada sel-sel yang berperan sebagai sel imun yang
protektif. Yang pertama adalah sel Langerhans, yang merepresentasikan
antigen terhadap mikroba. Kemudian ada sel fagosit yang bertugas
memfagositosis mikroba yang masuk melewati keratin dan sel Langerhans.


 


2. Fungsi absorpsi

Kulit tidak bisa menyerap air, tapi bisa menyerap material larut-lipid
seperti vitamin A, D, E, dan K, obat-obatan tertentu, oksigen dan karbon
dioksida. Permeabilitas kulit terhadap oksigen, karbondioksida dan uap
air memungkinkan kulit ikut mengambil bagian pada fungsi respirasi.
Selain itu beberapa material toksik dapat diserap seperti aseton, CCl4,
dan merkuri. Beberapa obat  juga dirancang untuk larut lemak, seperti
kortison, sehingga mampu berpenetrasi ke kulit dan melepaskan
antihistamin di tempat peradangan.


 


Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit, hidrasi,
kelembaban, metabolisme dan jenis vehikulum. Penyerapan dapat
berlangsung melalui celah antarsel atau melalui muara saluran kelenjar;
tetapi lebih banyak yang melalui sel-sel epidermis daripada yang melalui
muara kelenjar.


 


3. Fungsi ekskresi

Kulit juga berfungsi dalam ekskresi dengan perantaraan dua kelenjar eksokrinnya, yaitu kelenjar sebasea dan kelenjar keringat:


 


- Kelenjar sebasea

Kelenjar sebasea merupakan kelenjar yang melekat pada folikel rambut dan
melepaskan lipid yang dikenal sebagai sebum menuju lumen. Sebum
dikeluarkan ketika muskulus arektor pili berkontraksi menekan kelenjar
sebasea sehingga sebum dikeluarkan ke folikel rambut lalu ke permukaan
kulit. Sebum tersebut merupakan campuran dari trigliserida, kolesterol,
protein, dan elektrolig. Sebum berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri,
melumasi dan memproteksi keratin.


 


- Kelenjar keringat

Walaupun stratum korneum kedap air, namun sekitar 400 mL air dapat
keluar dengan cara menguap melalui kelenjar keringat tiap hari. Seorang
yang bekerja dalam ruangan mengekskresikan 200 mL keringat tambahan, dan
bagi orang yang aktif jumlahnya lebih banyak lagi. Selain mengeluarkan
air dan panas, keringat juga merupakan sarana untuk mengekskresikan
garam, karbondioksida, dan dua molekul organik hasil pemecahan protein
yaitu amoniak dan urea.


 


Terdapat dua jenis kelenjar keringat, yaitu kelenjar keringat apokrin dan kelenjar keringat merokrin.


 


-Kelenjar keringat apokrin terdapat di daerah aksila, payudara
dan pubis, serta aktif pada usia pubertas dan menghasilkan sekret yang
kental dan bau yang khas. Kelenjar keringat apokrin bekerja ketika ada
sinyal dari sistem saraf dan hormon sehingga sel-sel mioepitel yang ada
di sekeliling kelenjar berkontraksi dan menekan kelenjar keringat
apokrin. Akibatnya kelenjar keringat apokrin melepaskan sekretnya ke
folikel rambut lalu ke permukaan luar.


 


-Kelenjar keringat merokrin (ekrin) terdapat di daerah telapak
tangan dan kaki. Sekretnya mengandung  air, elektrolit, nutrien organik,
dan sampah metabolisme. Kadar pH-nya berkisar 4.0 – 6.8. Fungsi dari
kelenjar keringat merokrin adalah mengatur temperatur permukaan,
mengekskresikan air dan elektrolit serta melindungi dari agen asing
dengan cara mempersulit perlekatan agen asing dan menghasilkan
dermicidin, sebuah peptida kecil dengan sifat antibiotik.


 


4. Fungsi persepsi

Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis.
Terhadap rangsangan panas diperankan oleh badan-badan Ruffini di dermis
dan subkutis. Terhadap dingin diperankan oleh badan-badan Krause yang
terletak di dermis, badan taktil Meissner terletak di papila dermis
berperan terhadap rabaan, demikian pula badan Merkel Ranvier yang
terletak di epidermis. Sedangkan terhadap tekanan diperankan oleh badan
Paccini di epidermis. Saraf-saraf sensorik tersebut lebih banyak
jumlahnya di daerah yang erotik.


 


5. Fungsi pengaturan suhu tubuh (termoregulasi)

Kulit berkontribusi terhadap pengaturan suhu tubuh (termoregulasi)
melalui dua cara: pengeluaran keringat dan menyesuaikan aliran darah di
pembuluh kapiler. Pada saat suhu tinggi, tubuh akan mengeluarkan
keringat dalam jumlah banyak serta memperlebar pembuluh darah
(vasodilatasi) sehingga panas akan terbawa keluar dari tubuh.
Sebaliknya, pada saat suhu rendah, tubuh akan mengeluarkan lebih sedikit
keringat dan mempersempit pembuluh darah (vasokonstriksi) sehingga
mengurangi pengeluaran panas oleh tubuh.


 


6. Fungsi pembentukan vitamin D

Sintesis vitamin D dilakukan dengan mengaktivasi prekursor 7 dihidroksi
kolesterol dengan bantuan sinar ultraviolet. Enzim di hati dan ginjal
lalu memodifikasi prekursor dan menghasilkan calcitriol, bentuk vitamin D
yang aktif. Calcitriol adalah hormon yang berperan dalam mengabsorpsi
kalsium makanan dari traktus gastrointestinal ke dalam pembuluh darah.

Walaupun tubuh mampu memproduksi vitamin D sendiri, namun belum memenuhi
kebutuhan tubuh secara keseluruhan sehingga pemberian vitamin D
sistemik masih tetap diperlukan.

Pada manusia kulit dapat pula mengekspresikan emosi karena adanya
pembuluh darah, kelenjar keringat, dan otot-otot di bawah kulit. 


 


Keratinisasi kulit


Keratinisasi merupakan suatu proses pembentukan lapisan keratin dari
sel-sel yang membelah. Keratinosit dimulai dari sel basal mengadakan
pembelahan, lalu sel basal akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya
menjadi sel spinosum, makin ke atas sel menjadi makin gepeng dan
bergranula menjadi sel granulosum. Makin lama inti menghilang, mengalami
apoptosis dan menjadi sel tanduk yang amorf. Sel-sel yang sudah
mengalami keratinisasi akan meluruh dan digantikan dengan sel di
bawahnya yang baru saja mengalami keratinisasi untuk kemudian meluruh
kembali, begitu seterusnya. Proses ini memakan waktu sekitar empat
minggu untuk epidermis dengan ketebalan 0.1 mm. Apabila kulit di lapisan
terluar tergerus, seperti pada abrasi atau terbakar, maka sel-sel basal
akan membelah lebih cepat. Mekanisme pertumbuhan ini terutama
dipengaruhi oleh hormon epidermal growth factor (EPF).

Posted By Unknown 12:49 PM

Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia


Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup merupakan hasil interaksi
antara faktor internal (dari dalam tubuh makhluk hidup sendiri) dan
faktor eksternal (dari luar tubuh makhluk hidup).





Faktor internal dan
faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk
hidup adalah gen, nutrisi, hormon, dan lingkungan.




1. Gen (Genetik)


Gen adalah faktor pembawa sifat menurun yang terdapat di dalam sel
makhluk hidup. Gen berpengaruh pada setiap struktur makhluk hidup dan
juga perkembangannya, walaupun gen bukan satu-satunya faktor yang
mempengaruhinya. Artinya, sifat-sifat yang tampak pada makhluk hidup
seperti bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna mata, warna bulu mata, warna
rambut dan sebagainya dipengaruhi oleh gen yang dimilikinya.



  



Warna mata dipengaruhi oleh gen. 






2. Nutrisi (Makanan) 



Nutrisi atau makanan berperan penting dalam pertumbuhan dan
perkembangan makhluk hidup. Fungsi nutrisi di antaranya adalah sebagai
bahan pembangun tubuh makhluk hidup. Sampai batas usia tertentu manusia
akan mengalami pertumbuhan, yaitu bertambah tinggi dan besar. Hal ini
dapat terjadi karena setiap hari manusia makan makanan yang cukup
bergizi. Nutrisi bagi sebagian besar hewan dan manusia dapat berupa
protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Protein merupakan
bahan pembangun sel-sel tubuh.
 





3. Hormon (Zat Tumbuh) 

Hormon merupakan senyawa organik (zat kimia) pada manusia dan
sebagian hewan. Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar
endokrin merupakan kelenjar buntu, artinya kelenjar itu tidak memiliki
saluran. Oleh karena itu, hasil sekresi kelenjar endokrin (hormon)
langsung masuk ke pembuluh darah. Hormon diedarkan ke seluruh tubuh oleh
darah.
 





Hormon mempengaruhi reproduksi, metabolisme (pertukaran zat), serta
pertumbuhan dan perkembangan pada manusia. Pada manusia, hormon
pertumbuhan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan seseorang. Seseorang yang
kelebihan hormon ini akan mengalami pertumbuhan raksasa atau gigantisme. Sebaliknya, seseorang yang kekurangan hormon pertumbuhan dapat mengakibatkan kekerdilan.



 



Contoh pertumbuhan raksasa pada manusia karena kelebihan hormon pertumbuhan. 






4. Lingkungan 



Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup terutama tumbuhan sangat
dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Faktor lingkungan di sini adalah
faktor lingkuangan fisik antara lain : suhu udara, cahaya, dan
kelembapan.

Posted By Unknown 12:38 PM

Perbedaan Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Manusia


Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan



Pertumbuhan dan perkembangan merupakan salah satu ciri makhluk hidup.
Hal ini karena pertumbuhan merupakan proses yang berjalan sejajar
dengan perkembangan. Namun demikian, antara pertumbuhan dan perkembangan
dapat dibeedakan berdasarkan perubahan ukuran yang terjadi pada makhluk
hidup.
 





Pertumbuhan adalah peristiwa perubahan biologis yang
terjadi pada makhluk hidup berupa perubahan ukuran yang bersifat
ireversibel (tidak berubah kembali ke asal). Perubahan ukuran yang
terjadi pada pertumbuhan adalah perubahan ukuran volume, tinggi, masa,
dan sebagainya.
 





Perubahan yang terjadi pada makhluk hidup seperti bayi menjadi orang
dewasa atau tanaman mangga yang kecil menjadi tanaman dewasa dengan
buahnya yang lebat, tidak hanya sebagai akibat pertumbuhan saja
melainkan juga karena peristiwa perkembangan pada makhluk hidup
tersebut.




Pada manusia dan sebagian besar hewan yang semula diawali
dengan pertemuan sel telur (ovum) dengan sperma, melalui pertumbuhan dan
perkembangan menjadi janin, bayi, dan akhirnya menjadi orang dewasa.
Terjadi pertumbuhan karena terjadi perubahan, yaitu janin menjadi orang
dewasa. Seiring dengan pertumbuhan, terjadi perkembangan karena terjadi
proses pendewasaan yang lebih sempurna.
 





Jadi, perkembangan dapat diartikan sebagai proses
menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna pada
makhluk hidup. Berbeda dengan pertumbuhan, proses perkembangan tidak
dapat diukur sehingga tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif.
Perkembangan dapat dinyatakan secara kualitatif.

Posted By Unknown 12:37 PM

Proses Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Manusia


Proses pertumbuhan dan perkembangan pada manusia secara umum dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu masa pembuahan sampai lahir (masa dalam
kandungan ibu) dan masa setelah lahir. Pada masa lahir, manusia
mengalami tahap-tahap perkembangan yaitu masa anak-anak, remaja, dewasa,
dan manula.
 





1. Masa Pembuahan sampai Lahir 

Kehamilan didahului dengan pembuahan (fertilisasi). Pembuahan terjadi
karena bertemunya ovum (sel kelamin betina atau sel telur) dengan
sperma (sel kelamin jantan). Pembuahan akan menghasilkan zigot.
Selanjutnya, zigot segera tumbuh dan memasuki rongga rahim. Setelah
empat hingga enam hari (akhir minggu pertama) setelah pembuahan, zigot
akan tumbuh membentuk embrio. Embrio akan melekat pada dinding rahim
(uterus). Embrio akan tumbuh terus di dalam rahim.


  

Setelah pembuahan, zigot memasuki rahim ibu dan tumbuh menjadi embrio. 






Pada usia empat minggu, panjang embrio sekitar enam sampai tujuh
milimeter. Organ tubuh yang penting sudah mulai terbentuk. Jantung belum
sempurna. Tangan dan kaki belum terbentuk. Pada akhir minggu ke lima,
panjang embrio sekitar dua belas milimeter.
 






Pada bulan kedua dalam kandungan, embrio berukuran sekitar empat
sentimeter. Jantung telah sempurna. Tangan dan kaki telah terbentuk.
Rangka telah terbentuk tetapi masih berupa tulang rawan.
 





Pada bulan ketiga dalam kandungan, embrio kemudian disebut janin
(fetus). Panjang janin sekitar lima sampai delapan sentimeter dan berat
sekitar 10-45 gram. Pada usia ini semua organ telah terbentuk.
Selanjutnya, janin mengalami pertumbuhan memanjang, bertambah besar, dan
bertambah berat.
 





Pertumbuhan memanjang sangat mencolok selama bulan ketiga, keempat,
dan kelima. Pada usia lima bulan dalam kandungan, panjang janin sekitar
15-19 sentimeter dan beratnya kira-kira 250-450 gram. Selama bulan
kelima, gerakan janin biasanya dapat jelas dirasakan oleh ibunya.
Sedangkan peningkatan berat badan sangat mencolok selama dua bulan
terakhir dari kehamilan.
 





Di dalam rahim ibu, janin dilindungi oleh selaput-selaput dan cairan
(air ketuban). Selaput dan cairan ini berfungsi melindungi janin dari
benturan dan goncangan. Selama dalam kandungan, janin mendapatkan
zat-zat makanan dan oksigen dari darah ibu melalui plasenta atau
ari-ari. Biasanya bayi akan segera lahir setelah usia kandungan 266 hari
atau 38 minggu setelah pembuahan. Pada saat lahir, berat badan janin
sekitar 3 sampai 3,5 kg dengan panjang kira-kira lima puluh sentimeter.
Meskipun ada pula janin yang saat lahir berat badannya kurang dari 3 kg
atau lebih dari 3,5 kg.



 


Pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim ibu. 






2. Masa setelah Lahir 


Bayi akan segera bernapas begitu lahir. Paru-paru mulai berfungsi.
Saat dilahirkan, secara proporsional kepala lebih besar daripada
tubuhnya. Setelah itu lengan, kaki, dan paha tumbuh lebih cepat daripada
kepala. Setelah lahir, manusia akan mengalami tahap-tahap perkembangan
mulai dari masa anak-anak, remaja, dewasa, hingga manula (manusia lanjut
usia).
 






Masa pertumbuhan manusia ada batasnya. Secara normal, pada laki-laki
pertumbuhan akan terhenti pada usia sekitar 22 tahun. Sedangkan pada
perempuan, pertumbuhan akan terhenti pada usia sekitar 18 tahun. Pada
kebanyakan remaja, perkembangan tubuh lebih cepat dialami pada waktu
mereka berusia 12-18 tahun. Untuk remaja perempuan, pertumbuhan cepat
itu biasanya terjadi pada usia 12 tahun, sedangkan untuk remaja
laki-laki pada usia 14 tahun.
 





Setelah usia 14 tahun, remaja laki-laki biasanya mengejar ketinggalan
tinggi dan beratnya itu dan melampaui tinggi serta berat remaja
perempuan. Pertumbuhan bayi sampai dewasa dipengaruhi oleh makanan,
terutama yang mengandung protein tinggi, hormon, dan faktor keturunan
dari kedua orang tuanya. Bahan makanan yang mempengaruhi pertumbuhan
adalah bahan makanan yang mengandung protein tinggi seperti ikan,
daging, telur, susu, keju, kacang kedelai (tahu, tempe), dan
kacang-kacangan lainnya. Hormon yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan
adalah hormon tumbuh dan hormon kelenjar gondok (tiroksin).
 



a. Masa anak-anak 

Masa anak-anak dimulai sejak lahir (bayi) hingga masa remaja, bayi
sangat membutuhkan air susu ibu (ASI). Sebaiknya ASI diberikan pada bayi
selama dua belas bulan sejak kelahiran. Hal ini karena bayi membutuhkan
ASI selama tahun pertama kehidupannya. Pada usia balita terjadi
pertumbuhan sel-sel otak, sehingga diperlukan makanan yang bergizi.
 





Seiring dengan bertambahnya usia, bayi akan belajar duduk, merangkak,
berdiri, dan berjalan. Otaknya tumbuh membesar dan bayi mulai
berbicara. Umumnya bayi mulai berjalan dan mulai berbicara sekitar usia
satu tahun.
 





Pada usia sekitar tiga tahun, anak-anak mulai berbicara kalimat
pendek. Anak-anak belajar menggambar, membaca, dan menulis. Bermain
merupakan hal yang penting dalam kehidupan anak-anak. Menjelang usia
sepuluh tahun, anak-anak sudah mencari teman. Mereka juga sudah tahu
bagaimana berbagi, melakukan tugas mereka, dan bekerja sama dengan orang
lain.



  


Masa anak-anak. 



b. Masa remaja (masa pubertas) 

Pertumbuhan dan perkembangan manusia menjadi dewasa mengalami suatu
tahap yang disebut masa pubertas. Pada masa ini baik laki-laki maupun
perempuan menunjukkan pertumbuhan yang cukup cepat. Badan akan bertambah
tinggi, bertambah gemuk, dan organ kelaminnya sudah mampu menghasilkan
sel kelamin yang matang.



 


Masa remaja. 



c. Dewasa 

Secara biologi, makhluk hidup (organisme) disebut dewasa bila telah
menghasilkan sel-sel kelamin. Demikian pula pada manusia sebagai makhluk
hidup. Pada laki-laki ditandai dengan kemampuan testis (buah zakar)
untuk menghasilkan sperma. Pada perempuan ditandai dengan kemampuan
ovarium (indung telur) menghasilkan sel telur. Hal ini menunjukkan bahwa
manusia telah dewasa yang berarti telah mampu bereproduksi. Pada masa
dewasa, badan seseorang tidak mengalami pertumbuhan tinggi lagi, tetapi
hanya bertambah berat.
 





Manusia dewasa telah memiliki tanggung jawab akan hidupnya. Mereka
juga memikirkan pendidikan dan pekerjaan untuk masa depannya.
Berkeluarga juga merupakan hal yang penting pada masa dewasa.



  


Saat dewasa, manusia telah memikirkan pekerjaannya, misalnya dengan bekerja. 



d. Manula 

Manula atau manusia lanjut usia, yaitu seseorang yang telah memasuki
usia lanjut. Pada usia ini, biasanya organ-organ manusia sudah mulai
melemah atau berkurang kemampuannya. Pada manula, biasanya pigementasi
rambut kepala telah berkurang, sehingga rambut terlihat memutih. Gigi
mulai tanggal bergantian dan tidak akan tumbuh kembali. Biasanya kulit
sudah mulai tampak keriput. Pada manula umumnya penglihatan sudah mulai
kabur karena daya akomodasi lensa mata berkurang dan pendengaran sering
kali sudah berkurang.
 





Pada manual, aktivitas organ reproduksi mulai menurun. Pada
perempuan, ovarium sudah tidak dapat menghasilkan sel telur lagi,
sehingga tidak terjadi menstruasi lagi. Masa ini disebut menopause. Akan
tetapi, pada laki-laki proses pembentukan sperma masih terjadi,
meskipun telah menurun.






 


Pada masa manula, rambut mulai memutih dan kulit mulai keriput. 



3. Ciri-ciri Remaj yang Mengalami Pubertas 

Seorang anak yang mengalami pubertas tidak lagi disebut anak-anak,
namun disebut sebagai remaja. Pubertas ditandai dengan penampakan
ciri-ciri seks sekunder. Ciri-ciri seks sekunder tampak pada remaja
laki-laki maupun perempuan.
 





Remaja laki-laki mengalami pubertas pada usia antara 12 sampai 16
tahun. Ciri-ciri seks sekunder pada laki-laki seperti suara yang menjadi
besar, tumbuh kumis, tumbuh jambang, tumbuh jakun, tumbuh rambut pada
ketiak, otot-otot mulai membesar (kekar), dan dada tampak menjadi
lapang. Selain itu juga telah terjadi spermatogenesis. Spermatogenesis
adalah proses pembentukan sperma atau sel kelamin laki-laki.
Spermatogenesis terjadi di dalam testis (buah zakar). Hal ini
menunjukkan bahwa testis telah berfungsi dengan sempurna.
 





Remaja perempuan mengalami pubertas lebih cepat dibandingkan
laki-laki. Ciri-ciri seks sekunder pada perempuan seperti membesarnya
payudara, membesarnya pinggul, tumbuh rambut di ketiak, dan kulit lebih
halus. Selain itu, pubertas pada remaja perempuan juga ditandai dengan
mendapatkan menstruasi (haid) yang pertama. Bagi remaja perempuan,
menstruasi yang pertama merupakan tanda bahwa ia telah mencapai masa
pubertas.




Keadaan ini merupakan tanda yang normal pada semua perempuan
yang sehat. Menstruasi menunjukkan bahwa perempuan telah memiliki sistem
reproduksi yang berfungsi dengan normal. Menstruasi atau haid adalah
pendarahan secara periodik dari rahim (uterus) dengan disertai
meluruhnya endometrium (dinding rahim bagian dalam) melalui vagina (alat
kelamin luar perempuan). Menstruasi terjadi sebagai akibat sel telur
tidak dibuahi oleh sperma.

Posted By Unknown 12:35 PM