Showing posts with label IPA SMP. Show all posts
Showing posts with label IPA SMP. Show all posts

Ilmu Cabang - Cabang Biologi

Filled under:

Biologi merupakan pohon ilmu yang sangat besar. Karena luasnya bahan kajian biologi, biologi dibagi lagi menjadi cabang-cabang ilmu. Beberapa cabang-cabang ilmu biologi antara lain :


  1. Acarologi, ilmu yang mempelajari tentang acarina (tungau)
  2. Agronomi, ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya
  3. Algologi, ilmu yang mempelajari tentang alga
  4. Anatomi atau ilmu urai tubuh, ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh
  5. Anatomi Perbandingan, ilmu mengenai persamaan dan perbedaan anatomi dari makhluk hidup.
  6. Anestesiologi, disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan anestesi.
  7. Apiari, ilmu yang mempelajari tentang lebah termasuk ternak lebah
  8. Arachnologi, ilmu yang mempelajari tentang laba-laba.
  9. Artrologi, ilmu yang mempelajari tentang sendi (penyakit sendi)
  10. Bakteriologi, ilmu yang mempelajari tentang bakteri
  11. Bioinformatika, ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis
  12. Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul
  13. Biologi Reproduksi, cabang biologi yang mendalami tentang perkembangbiakan
  14. Biokimia, kajian biologi yang mempelajari kimia makhluk hidup
  15. Biofisika. cabang ilmu biologi yang mengkaji aplikasi aneka perangkat dan hukum fisika untuk menjelaskan aneka fenomena hayati atau biologi
  16. Biogeografi, cabang dari biologi yang mempelajari tentang keaneka ragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu
  17. Biostatistika, (gabungan dari kata biologi dengan statistika; kadang-kadang dirujuk sebagai biometri atau biometrika) adalah penerapan ilmu statistika ke dalam ilmu biologi
  18. Bioteknologi, cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
  19. Botani, Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
  20. Bryologi, ilmu yang mempelajari tentang lumut
  21. Dendrologi, ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya, seperti liana dan semak
  22. Dermatologi, ilmu yang mempelajari kulit dan penyakitnya
  23. Ekologi, ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbale balik antara makhluk hidup dan lingkungannya
  24. Epidemiologi, ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit
  25. Embriologi, ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
  26. Endokrinologi, ilmu yang mempelajari tentang hormone
  27. Entomologi, Ilmu yang mempelajari tentang serangga
  28. Etnobotani, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan tumbuhan
  29. Etnozoologi, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan hewan
  30. Etologi, cabang ilmu zoologi yang mempelajari perilaku atau tingkah laku hewan, mekanisme serta faktor-faktor penyebabnya
  31. Eugenetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
  32. Evolusi, ilmu yang mempelajari perubahan makhluk hidup dalam jangka panjang
  33. Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim
  34. Farmakologi,ilmu yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan efeknya terhadap tubuh manusia
  35. Fikologi, Ilmu yang mempelajari tentang alga.
  36. Filogeni, kajian mengenai hubungan di antara kelompok-kelompok organisme yang dikaitkan dengan proses evolusi yang dianggap mendasarinya
  37. Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
  38. Fisioterapi, Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadappenderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
  39. Fitopatologi, cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari penyakit tumbuhan akibat serangan patogen ataupun gangguan ketersediaan hara
  40. Gastrologi, ilmu yang mempelajari tentang salurang pencernaan, terutama lambung dan usus
  41. Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
  42. Genetika kuantitatif, Cabang genetika yang membahas pewarisan sifat-sifat terukur (kuantitatif atau metrik), yang tidak bisa dijelaskan secara langsung melalui hukum pewarisan Mendel
  43. Genetika molukuler, cabang genetika yang mengkaji bahan genetik dan ekspresi genetik di tingkat subselular (di dalam sel)
  44. Ginekologi, ilmu yang khusus mempelajari penyakit-penyakit sistem reproduksi wanita (rahim, vagina dan ovarium)
  45. Genomika, ilmu yang mempelajari tentang bahan genetik dari suatu organisme atau virus
  46. Harpetologi, ilmu yang mempelajari reptilia dan ampibia (ular dan kadal)
  47. Hematologi, ilmu yang mempelajari darah, organ pembentuk darah dan penyakitnya
  48. Histologi, ilmu yang mempelajari tentang jaringan
  49. Higiene, ilmu yang mempelajari tentang kesehatan makhluk hidup
  50. Ikhtiologi, Ilmu yang mempelajari tentang ikan
  51. Imunologi, Ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh
  52. Kardiologi, ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
  53. Karsinologi, ilmu yang mempelajari tentang crustacean
  54. Limnologi, ilmu yang mempelajari tentang rawa
  55. Malakologi, ilmu yang mempelajari tentang molusk
  56. Mamologi, ilmu yang mempelajari tentang mammalia
  57. Metabolomika, kajian dalam biologi molekular yang memusatkan perhatian pada keseluruhan produk proses enzimatik yang terjadi di dalam sel
  58. Mikobiologi, ilmu yang mempelajari tentang jamur
  59. Mikrobiologi, ilmu yang mempelajari tentang organism
  60. Miologi, ilmu yang mempelajari tentang otot
  61. Mirmekologi, ilmu yang mempelajari tentang rayap
  62. Morfologi, ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar organisme
  63. Nematologi, ilmu yang mempelajari tentang nematod
  64. Nefrologi, cabang medis internal yang mempelajari fungsi dan penyakit ginjal
  65. Neurologi, Ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem sara
  66. Organologi, ilmu yang mempelajari tentang organ
  67. Onkologi, ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
  68. Ontogeni, Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari zigot menjadi dewasa
  69. Ornitologi, ilmu yang mempelajari tentang burung
  70. Osteologi, ilmu yang mempelajari tentang tulang
  71. Oftalmologi, ilmu yang mempelajari tentang mata ( penyakit mata )
  72. Palaentologi, Ilmu yang mempelajari tentang fosil
  73. Paleobotani, ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau
  74. Paleozoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan purba
  75. Palinologi, ilmu yang mempelajari polinomorf yang ada saat ini dan fosilnya, diantaranya serbuk sari, sepura, dinoflagelata, kista, acritarchs, chitinozoa, dan scolecodont, bersama dengan partikel material organik dan kerogen yang terdapat pada sedimen dan batuan sedimen
  76. Parasitologi, ilmu yang mempelajari tentang parasit
  77. Patologi, ilmu yang mempelajari tentang penyakit
  78. Patologi anatomi, ilmu yang mempelajari kelainan struktur mikroskopik dan makroskopik berbagai organ dan jaringan yang disebabkan penyakit atau proses lainnya
  79. Patologi Klinik, ilmu yang mempelajari kelainan yang terjadi pada berbagai fungsi organ atau sistem organ
  80. Pediatri, ilmu yang mempelajari masalah penyakit pada bayi dan anak
  81. Philogeni, Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhlukhidup
  82. Primatologi, ilmu yang mempelajari tentang primata
  83. Proteomika, kajian secara molekular terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari ekspresi gen di dalam sel.
  84. Protozoologi, ilmu yang mempelajari tentang protozoa
  85. Psikiatri, ilmu kedokteran jiwa
  86. Pteridologi, ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan pak
  87. Pulmonologi, ilmu yang mempelajari tentang paru-par
  88. Radiologi, ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi geombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik
  89. Reumatologi, ilmu yang ditujukan untuk diagnosis dan terapi kondisi dan penyakit yang mempengaruhi sendi, otot, dan tulang
  90. Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetis
  91. Rodentiologi, ilmu yang mempelajari tentang rodentia
  92. Sitologi, ilmu yang mempelajari tentang sel
  93. Sanitasi, ilmu yang mempelajari tentang lingkungan
  94. Taksonomi, ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup
  95. Teknik Biokimia, cabang ilmu dari teknik kimia yang berhubungan dengan perancangan dan konstruksi proses produksi yang melibatkan agen biologi
  96. Teratologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan formasi dari sel, jaringan, dan organ yang dihasilkan dari perubahan fisiologi dan biokimia.
  97. Toksikologi adalah pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup.
  98. Transkriptomika, bagian dari biologi molekular yang mengkaji tentang produk transkripsi secara keseluruhan (transkriptom)
  99. Urologi, cabang ilmu kedokteran yang mencakup ginjal dan saluran kemih pada pria dan wan ita baik dewasa dan anak serta organ reproduksi pada pria
  100. Virologi, ilmu yang mempelajari tentang virus
  101. Zoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan

Posted By Unknown 6:51 PM

Gerakan Bumi dan Bulan

Filled under:

Gerakan Bumi dan Bulan. Bumi mempunyai dua macam gerakan, yaitu rotasi dan revolusi.  Akibat rotasi dan revolusi Bumi mengakibatkan beberapa peristiwa.  Peristiwa-peristiwa ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita karena hampir semua orang pernah mengalaminya. Peristiwa seperti terjadinya  siang dan malam, matahari terbit di sebelah timur dan tenggelam di sebelah barat, perbedaan waktu di berbagai belahan bumi, percepatan gravitasi bumi merupakan akibat dari rotasi bumi. Untuk lebih lengkapnya akan diuraikan sebagai berikut :


1. Rotasi Bumi
Perputaran Bumi pada porosnya disebut rotasi Bumi. Untuk satu kali rotasi, Bumi
memerlukan waktu sehari 23 jam 56 menit atau dibulatkan menjadi 24 jam.  Bumi berotasi dari barat ke timur, gerak rotasi Bumi menyebabkan berbagai peristiwa, antara lain :
  • Terjadinya siang dan malam
Pada saat berotasi tidak semua bagian bumi mendapatkan sinar matahari. Bagian  bumi yang mendapatkan sinar matahari mengalami siang, sementara itu bagian bumi yang tidak mendapatkan sinar matahari mengalami malam.


  • Gerak Semu Harian Matahahari
Matahari selalu terbit di sebelah timur dan tenggelam di sebelah barat. Gerakan seperti ini disebut gerak semu harian Matahari. Gerakan ini terjadi karena adanya rotasi Bumi. Bumi berotasi dengan arah gerakan dari barat ke timur. Akibatnya, Matahari seolah-olah bergerak dari timur ke barat.

Perbedaan Waktu di Berbagai Tempat di Dunia
Rotasi Bumi  menyebabkan adanya perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia. Dalam  satu kali rotasi, Bumi membutuhkan waktu 24 jam (satu hari) dan sudut  tempuh sejauh 360°. Berdasarkan hal tersebut, setiap tempat di Bumi
dengan jarak 15° memiliki perbedaan waktu satu jam. Jika jaraknya 30°, maka perbedaan waktunya dua jam, dan seterusnya. Angka ini berasal dari  pembagian sudut tempuh dengan waktu tempuh (360° : 24 = 15°). Indonesia  terletak di antara 95° BT dan 141° BT. Artinya, panjang wilayah  Indonesia adalah 46°. Karena setiap jarak 15° selisih waktunya satu jam, maka Indonesia memiliki tiga daerah waktu. Tiga daerah waktu tersebut yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan  WIT (Waktu Indonesia Timur).


Kota  Greenwich, London, Inggris terletak pada garis bujur 0°. Oleh karenanya, waktu di kota ini digunakan sebagai patokan bagi seluruh dunia. Patokan waktu ini disebut Greenwich Mean Time
(GMT). Dengan mengacu standar GMT, maka Waktu Indonesia Barat lebih  cepat tujuh jam dari GMT. Sementara itu, Waktu Indonesia Tengah lebih  cepat delapan jam dari GMT. Adapun Waktu Indonesia Timur lebih cepat  sembilan jam dari GMT. Sebagai contoh, jika GMT menunjukkan pukul 01.00, maka Waktu Indonesia Barat menunjukkan pukul 08.00.
  • Perbedaan Percepatan Gravitasi di Permukaan Bumi
Rotasi Bumi menyebabkan Bumi berbentuk tidak bulat sempurna. Bumi pepat di bagian kutubnya. Bentuk ini mengakibatkan jari-jari Bumi di daerah kutub dan khatulistiwa  berbeda. Perbedaan jari-jari Bumi menimbulkan perbedaan percepatan gravitasi di permukaan Bumi. Perbedaan tersebut terutama di daerah khatulistiwa dengan kutub.


2. Revolusi Bumi


Selain  berputar pada porosnya, Bumi juga berputar mengelilingi Matahari.  Gerakan Bumi mengelilingi Matahari disebut revolusi Bumi. Untuk satu  kali revolusi, Bumi membutuhkan waktu satu tahun (365¼ hari). Revolusi Bumi membawa beberapa pengaruh terhadap Bumi. Diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Pergantian Musim
Bumi  mengelilingi Matahari dengan posisi miring sebesar 23½° ke arah timur  laut dari sumbu Bumi. Posisi ini menyebabkan terjadinya pergantian  musim. Ketika kutub selatan Bumi condong ke Matahari, belahan Bumi  bagian selatan bertambah dekat dengan Matahari. Hal ini menyebabkan  belahan Bumi selatan mengalami musim panas. Pada saat yang sama, belahan Bumi utara semakin jauh dari Matahari. Belahan Bumi utara mengalami  musim dingin. Di antara pergantian musim panas ke dingin, terjadi musim  gugur. Di antara pergantian musim dingin ke panas, terjadi musim semi.  Jadi, belahan Bumi selatan dan utara mengalami empat musim.Kalian tentu  tahu kita tinggal di daerah khatulistiwa, daerah khatulistiwa selalu  mendapatkan sinar Matahari sepanjang tahun. Oleh karena itu, daerah  khatulistiwa mengalami dua musim yaitu musi kemarau dan musim hujan.  Musim hujan teradi antara bulan Oktober-April, dan musim kemarau antara  bulan April-Oktober. Daerah khatulistiwa biasa disebut daerah tropis.
  • Gerak Semu Tahunan Matahari
Matahari  tampak terbit dari tempat yang berbeda setiap periode tertentu dalam setahun. Padahal, Matahari sebenarnya tidak mengalami perubahan posisi.  Kenampakan ini terjadi akibat revolusi Bumi. Matahari seolah-olah  bergerak atau berpindah tempat. Nah, gerak inilah yang disebut gerak  semu tahunan Matahari. Perhatikan gambar di bawah ini :
  • Tanggal 21 Maret Dilihat dari Bumi, Matahari tepat berada pada garis  khatulistiwa (0º). Karenanya, Matahari seolah-olah terbit tepat di  sebelah timur. Demikian pula, Matahari seolah-olah tenggelam tepat di  sebelah barat.
  • Tangal 21 Juni, dilihat dari Bumi, Matahari tampak berada pada 23½Âº lintang  utara (LU). Karenanya, Matahari seolah-olah terbit agak sedikit bergeser ke utara.
  • Tanggal 23 September, diamati dari Bumi, Matahari tampak kembali berada pada  garis khatulistiwa. Akibatnya, Matahari seolah-olah terbit tepat di  sebelah timur.
  • Tanggal 22 Desember, Matahari tampak berada pada 23½Âº lintang selatan (LS) jika dilihat dari Bumi.  Hal ini menyebabkan Matahari seolah-olah terbit agak sedikit bergeser ke selatan.


Gerakan Bulan
Bulan memiliki dua macam gerakan, yaitu rotasi dan revolusi. Akibat yang ditimbulkan oleh rotasi dan revolusi Bulan antara lain sebagai berikut :
  • Rotasi Bulan
Perputaran Bulan pada porosnya disebut rotasi Bulan. Untuk satu kali rotasi, Bulan
membutuhkan waktu sebulan (29½ hari). Rotasi Bulan tidak memberikan  pengaruh apa pun terhadap kehidupan di Bumi.
  • Revolusi Bulan
Sebagai satelit Bumi, Bulan bergerak mengelilingi Bumi. Gerakan Bulan mengelilingi Bumi disebut revolusi Bulan. Waktu yang diperlukan Bulan untuk satu kali revolusi adalah sebulan (29½ hari). Saat berevolusi, luas bagian Bulan yang terkena Matahari berubah-ubah. Oleh karena itu, bentuk Bulan dilihat dari Bumi juga berubah-ubah. Pasang purnama terjadi pada saat Bulan purnama dan Bulan baru.  Pasang perbani terjadi pada saat Bulan paruh. Perubahan bentuk Bulan itu disebut fase-fase  Bulan. Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami delapan fase. Apabila dirata-rata, setiap
fase Bulan berlangsung selama kurang lebih 3–4 hari.  
  • Hari pertama, Bulan berada pada posisi 0°. Bagian Bulan yang tidak terkena  sinar Matahari menghadap ke Bumi. Akibatnya, Bulan tidak tampak dari  Bumi. Fase ini disebut Bulan baru.
  • Hari keempat, Bulan berada pada posisi 45°. Dilihat dari Bumi, Bulan tampak  melengkung seperti sabit. Fase ini disebut Bulan sabit.
  • Hari kedelapan, Bulan berada pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran. Fase ini disebut Bulan paruh.
  • Hari kesebelas, Bulan berada pada posisi 135°. Dilihat dari Bumi, Bulan tampak seperti cakram. Fase ini disebut Bulan cembung.
  • Hari keempat belas, Bulan berada pada posisi 180°. Pada posisi ini, Bulan  tampak seperti lingkaran penuh. Fase ini disebut Bulan purnama atau  Bulan penuh.
  • Hari ketujuh belas, Bulan berada pada posisi 225°. Dilihat dari Bumi, penampakan Bulan kembali seperti cakram.
  • Hari kedua puluh satu, Bulan berada pada posisi 270°. Penampakan Bulan sama
    dengan Bulan pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran.
  • Hari kedua puluh lima, Bulan berada pada posisi 315°. Penampakan Bulan pada  posisi ini sama dengan posisi Bulan pada 45°. Bulan tampak berbentuk  seperti sabit. Selanjutnya, Bulan akan kembali ke kedudukan semula,  yaitu Bulan mati. Posisi Bulan mati sama dengan posisi Bulan baru.
Pengaruh Gerakan Bumi dan Bulan
1. Gerhana Bulan

Gerhanan bulan yaitu peristiwa terhalangnya cahaya matahari yang menuju ke bulan  oleh bumi. Peristiwa ini mengakibatkan bulan menjadi gelap karena tidak  ada cahaya matahari yang dipantulkan. Gerhana bulan terjadi jika posisi  Matahari, Bumi dan Bulan dalam satu garis lurus.  Posisi bumi terletak  diantara matahari dan bulan. Ada tiga jenis gerhana bulan.  Gerhana  bulan total terjadi apabila bulan berada tepat pada daerah umbra (bayangan inti bumi). Apabila hanya sebagian saja permukaan bulan yang masuk ke dalam bayangan inti dan sebagian yang lainnya ada dalam bayangan kabur, maka dinamakan gerhana bulan sebagian. Sedangkan gerhanan bulan penumbra jika seluruh bagian bulan berada  di bagian penumbra bumi. Pada saat gerhanan bulan penumbra, bulan masih terlihat
meskipun tidak terlalu terang. Lamanya gerhana bulan bisa mencapai 6 bulan. Akan tetapi untuk gerhana total hanya 1 jam 40 menit.

2. Gerhana Matahari


Gerhana matahari yaitu peristiwa tertutupnya matahari oleh bulan yang  mengakibatkan  terhalangnya cahaya matahari untuk sampai ke bumi. Gerhana
matahari akan terjadi jika matahari, bumi, dan bulan terletak pada satu
garis lurus. Pada saat  gerhanan matahari  bulan terletak diantara  matahari dan bumi. Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7  menit 40 detik. Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah
matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan. Perlu kamu ketahui, gerhana matahari ada tiga macam yaitu gerhana matahari total,  gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin.
  • Gerhana Matahari Total
Gerhana matahari total atau disebut juga gerhana matahri sempurna. terjadi jika permukaan bumi tertutupi oleh bayang-bayang umbra bulan. Gerhana ini terjadi hanya di daerah yang terkena umbra (bayangan inti) bulan.
  • Gerhana Matahari Sebagian
Gerhana matahari sebagian terjadi jika permukaan bumi tertutupi penumbra bulan. Jadi, matahari tidak tertutup sempurna oleh bulan. Pada gerhana matahri  sebagian, masih ada bagian matahari yang yang terlihat terang. Waktu berlangsungnya gerhana matahari sebagian lebih lama dibanding dengan waktu berlangsungnya gerhana matahri total. Hal ini karena penumbra bulan lebih luas dari umbra bulan.
  • Gerhana Matahri Cincin
Gerhana matahari cincin terjadi pada saat bulan berada pada titik terjauhnya dari bumi. Pada kedudukan ini panjang kerucut umbra tidak cukup menutupi bumi tetapi perpanjangan umbra bulan yang menutupi bumi. Daerah di permukaan bumi yang terletak di perpanjangan umbra bulan mengalami gerhana cincin. Di daerah yang mengalami gerhana ini, matahari tampak bercahaya yang bentuknya seperti cincin. Sedangkan di bagian tengahnya tampak kabur.

Sistem Penanggalan
Kalender
masehi disebut juga kalender matahari atau kalender syamsiah. Kalender
masehi dibuat berdasarkan pada revolusi bumi mengelilingi matahari. Bumi
beredar menurut lintasan evolusinya mengelilingi matahari. Sekali
putaran bumi memerlukan waktu 365 ¼ hari (1 tahun = 365 atau 366 hari) .

Kalender  adalah sebuah sistem untuk memperhitungkan waktu. Waktu dibagi ke dalam  hari, minggu, bulan, dan tahun. Terdapat dua sistem kalender, yaitu  Masehi dan Hijriah

1. Kalender Masehi
Dalam kalender masehi, satu tahun dibagi menjadi 12 bulan. Yaitu Januari,  Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, Nopember, dan Desember. Jumlah hari setiap bulan tidak sama. Penetapan  tahun masehi mula-mula dilakukan oleh Julius Caesar dari kerajaan Romawi.

Tahun  kabisat adalah tahun di mana jumlah harinya 366 hari. Pada bulan  Februari jumlah harinya 29 hari. Namun pada tahun kabisat jumlah hari  pada bulan Pebruari ada 29 hari. Pada tahun kabisat, angka tahunnya  habis dibagi 4. Tahun kabisat hanya 1 kali dalam 4 tahun. Cara untuk  mengetahui tahun kabisat dapat dilakukan dengan membagi tahun tersebut.  Bilangan tahun dibagi dengan angka 4. Contoh: tahun 1980 adalah tahun  kabisat sebab 1980 habis dibagi 4 (1980:4 = 495). Sedangkan 1981 bukan  tahun kabisat. Karena 1981 tidak habis dibagi 4 (1981:4 = 495 bersisa  1).

2. Kalender Hijriah
Perhitungan  kalender hijriah berdasarkan perputaran bulan mengelilingi bumi.  Kalender hijriah disebut juga kalender komariah. Waktu yang diperlukan  bulan untuk berevolusi satu kali putaran selama 29 ½ hari. Satu tahun  dalam kalender hijriah dibagi menjadi 12 bulan. Yaitu Muharam, Safar,  Rabiul awal, Rabiul akhir, Jumadil awal, Jumadil akhir, Rajab, Sya’ban,  Ramadhan, Syawal, Zulkaidah dan Zulhijjah. Kalender hijriah juga terdapat tahun kabisat, dinamakan tahun kabisat apabila dalam satu tahun terdapat 355 hari. Satu hari ditambahkan pada bulan Zulhijjah, sehingga dalam tahun kabisat kalender Hijriah pada bulan Zulhijjah jumlah harinya 30 hari.

Posted By Unknown 5:14 AM

Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif

Filled under:

Perkembangbiakan vegetatif ada dua jenis, yaitu perkembangbiakan vegetatif alami dan perkembangbiakan vegetatif buatan. Perkembangbiakan vegetatif yang terjadi dengan sendirinya tanpa bantuan manusia dinamakan vegetatif alami. Sebaliknya, perkembangbiakan vegetatif yang melibatkan bantuan manusia disebut vegetatif buatan.


Perkembangbiakan vegetatif alami
Perkembangbiakan vegetatif alami dimulai dari tumbuhnya tunas pada bagian tumbuhan. Tunas selanjutnya akan menjadi tanaman baru. Pada umumnya, tunas tumbuh pada ruas batang, ketiak daun, ujung akar, dan tepi daun. Tunas yang tumbuh pada ujung akar atau tepi daun disebut tunas adventif Jika tunas tumbuh dekat induknya dinamakan rumpun, seperti rumpun bambu dan rumpun pisang. Berikut ini jenis-jenis perkembangbiakan secara vegetatif alami :
  • Akar tinggal
Akar tinggal (rizoma) adalahbatang yang tumbuh menjalar dalam tanah atau disebut juga akar tinggal,akar rimpang, atau akar tongkat. Tanaman yang berkembang biak dengan akar tinggal adalah lengkuas, jahe, alang-alang, kunyit, dan temulawak dan lain-lain.










Ciri-ciri akar tinggal:
- mirip akar tetapi berbuku-buku dan pada ujungnya terdapat kuncup;
- pada setiap buku terdapat daun yang berubah menjadi sisik;
- pada setiap ketiak sisik terdapat tunas.
  • Umbi lapis
Bagian tanaman yang membengkak dalam tanah karena menyimpan cadangan makanan disebut umbi. Umbi lapis merupakan umbi yang berlapis-lapis dan tumbuh tunas di tengahnya. Umbi lapis baru yang berasal dari ketiak terluar akan tumbuh membentuk tunas. Pada umbi lapis, tunas tumbuh di antara daun dan cakram. Contoh tanaman yang berkembang biak dengan umbi lapis di antaranya adalah bawang, bunga bakung, bungan tulip, dan lain-lain.
  • Umbi akar
Umbi akar merupakan bagian akar yang membesar karena berfungsi sebagai tempat cadangan makanan. Umbi akar dapat tidak mempunyai tunas dan tidak berbuku-buku. Tanaman yang berkembang biak dengan umbi akar, misalnya wortel dan dahlia
  • Umbi batang
Umbi batang adalah batang yang tumbuh membengkak dalam tanah. Bagian ini sesungguhnya merupakan cadangan makanan yang disimpan pada bagian batang. Jika umbi ini ditanam, tunas dapat tumbuh dan menjadi tanaman baru. Contohnya adalah kentang dan ubi jalar.

  • Geragih (stolon)
Geragih adalah batang yang tumbuh dan menjalar di permukaan tanah. Geragih tersusun atas ruas-ruas. Setiap ruas yang menempel pada tanah akan membentuk akar dan tumbuh tunas baru. Tanamanbaru akan tumbuh pada ruas-ruasnya dan tidak bergantung pada induknya. Jenis tanaman yang berkembang biak dengan geragih di antaranya adalah stroberi, pegagan atau antanan, dan rumput teki.
  • Tunas adventif
Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh di luar bagian batang. Tunas ini tumbuh pada tepi daun, seperti cocor bebek. Selain pada tepi daun, tunasini dapat tumbuh pada akar, seperti suskun dan kesemek.
  • Spora
Spora terdapat pada tumbuhan paku, lumut, dan jamur. Spora terdapat di dalam kotak spora yang terletak di tepi daun tumbuhan paku. Contoh tumbuhan paku yang sering kita lihat untuk tanaman hias adalah suplir. Pada tepi daun suplir terdapat butiran yang merupakan kotak spora. Spora ini merupakan alat perkembangbiakan tanaman suplir.

Perkembangbiakan vegetatif buatan

Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, cepat berbuah, dan menyerupai induknya, pembiakan ini sengaja dibantu manusia. Tujuannya adalah untuk memperoleh tumbuhan baru dengan cepat dan tidak bergantung pada musimPembiakan secara vegetatif buatan di antaranya adalah cangkok, stek, okulasi, enten, dan runduk. Berikut ini beberapa cara pembiakan secara vegetatif buatan :

A. Cangkok
Mencangkok adalah mengembangbiakkan tanaman agar cepat berbuah dan mempunyai sifat-sifat yang sama dengan induknya. Jika tanaman induknya berbuah manis, maka cangkokannya menghasilkan buah yang manis pula. Selain itu, mencangkok lebih cepat memberikan hasil jika dibandingkan dengan menanam bijinya. Tanaman yang dapat dicangkok adalah tanaman yang mempunyai batang kayu dan berkambium, seperti jambu, rambutan, dan mangga. Namun tanaman hasil cangkokan memiliki beberapa kelemahan. Tanaman hasil cangkokan hanya memiliki akar serabut, sehingga mudah tumbang/roboh dan umur tanaman lebih pendek dibandingkan tumbuhan yang di tanam dari biji.

Berikut adalah cara  mencangkok tanaman. Sediakan Alat dan bahan yang digunakan dalam mencangkok, antara lain : tali pengikat/rafia, pisau yang tajam, serabut kelapa atau plastik, gunting, tanah yang subur , dan cabang/ranting yang akan kita cangkok.

Langkah - langkah mencangkok adalah sebagai berikut berikut :
  1. Pilih cabang atau ranting yang tidak terlalu tua ataupun terlalu muda.
  2. Kuliti hingga bersih cabang atau ranting tersebut sepanjang 5-10 cm.
  3. Kerat kambiumnya hingga bersih, dan angin-anginkan.
  4. Tutup dengan tanah, kemudian dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa.  
  5. Ikat pada kedua ujungnya seperti membungkus permen. Bila menggunakan plastik,lubangi plastiknya terlebih dahulu agar air siraman bisa keluar dan tanah tidak terlalu basah.
  6. Jaga kelembaban tanah dengan cara menyiramnya setiap hari (jika musim kemarau).
  7. Setelah banyak akar yang tumbuh, potong cabang atau ranting tersebut, kemudian tanam di pot. Setelah tumbuh dengan baik baru ditanam di tanah.
B. Stek
Stek adalah cara mengembangbiakkan tanaman dengan menggunakan bagian dari batang tumbuhan tersebut.  Bagian tanaman yang dapat ditanam dapat berupa batang, tangkai, atau daun.Tidak semua tumbuhan dapat disetek. Stek daun dapat dilakukan pada tanaman cocor bebek dan begonia. Stek akar dapat dilakukan pada tanaman sukun dan stek batang dapat dilakukan pada tanaman singkong. Stek tangkai dapat dilakukan pada tanaman mawar. Contoh tanaman yang dikembangbiakan dengan stek adalah ubi kayu, tebu, kangkung, dan mawar.  

C. Sambung/Enten
Menyambung atau mengenten bertujuan menggabungkan dua sifat unggul dari individu yang berbeda. Misalnya, untuk menyokong tumbuhan dibutuhkan jenis tumbuhan yang memiliki akar kuat. Sementara untuk menghasilkan buah atau daun atau bunga yang banyak dibutuhkan tumbuhan yang memiliki produktivitas tinggi. Tumbuhan yang dihasilkan memiliki akar kuat dan produktivitas yang tinggi. Contoh tumbuhan yang bisa disambung adalah tumbuhan yang sekeluarga. Contohnya, tomat dengan terung.

Berikut ini adalah cara mengenten tanaman :

Alat dan bahan : pisau/cutter yang steril, tali rafia, dua jenis tumbuhan (terung dan tomat) 
Cara menyambung tanaman :
  1. Pilih tanaman untuk batang bawah dan batang atas yang sehat. Batang bawah berdiameter lebih besar daripada batang atas.
  2. Gunakan pisau steril dan tajam, untuk memotong batang bawah dengan bentuk huruf V, dan potong batang atas dengan bentuk V terbaik. Panjang batang atas idealnya 3-8 cm.
  3. Masukkan batang atas tersebut ke dalam celah batang bawah, lalu ikat sambungan itu dengan sealtape, atau potongan plastik bening (dari kantong plastik gula pasir). Usahakan sambungan tidak terkena air.
  4. Untuk mengurangi penguapan dan mempercepat tumbuhnya tunas, sisakan 2-4 helai daun pada batas atas; dan potong daun tersebut menjadi setengahnya atau pangkas semua daun.
  5. Bungkus batang yang disambung tadi dengan kantong plastik, dan letakkan di tempat teduh selama sekitar 7-10 hari.
  6. Dalam kurun waktu itu akan terlihat munculnya tunas daun. Buka kantong plastiknya; dan taruh di bawah matahari. 

D. Tempel (Okulasi)
Menempel atau okulasi adalah menempelkan tunas pada batang tanaman sejenis yang akan dijadikan induk. Tumbuhan yang akan ditempeli harus yang kuat. Tempel (okulasi) bertujuan menggabungkan dua tumbuhan berbeda sifatnya. Nantinya, akan dihasilkan tumbuhan yang memiliki dua jenis buah atau bunga yang berbeda sifat. 

Contohnya, okulasi pada bunga mawar akan menghasilkan dua warna atau lebih yang berbeda. Tumbuhan tersebut akan terlihat lebih indah karena bunganya berwarna-warni. Pada buah mangga, batang bawah memiliki perakaran kuat dan dalam serta tahan terhadap penyakit akar. Batang atas berbuah banyak dan besar serta rasa manis. Dengan okulasi batang atas ke batang bawah, maka akan didapatkan pohon mangga 
yang perakarannya kuat dan tahan terhadap penyakit sekaligus berbuah  lebat dan manis. Selain itu okulasi juga mempercepat tanaman berbuah karena batang atas sudah melewati masa muda.

Berikut ini adalah cara mengokulasi tanaman :
Alat dan bahan : tali rafia, pisau/cutter, duua jenis tumbuhan ( batang bawah dan batang atas).
Langkah-langkah mengokulasi tanaman :
  1. Siapkan batang bawah, umur tanaman tergantung dari jenis tanaman apa yang akan diokulasi. 
  2. Siapkan batang atas berupa kulit kayu dan mata tunas dari induk tanaman yang berkualitas baik dan memiliki sifat unggul. 
  3. Iris dan sayat batang bawah dengan panjang 2-3 cm, lebar 1-1,5 cm.  
  4. Sisipkan mata tunas ke irisan yang telah dibuat pada batang bawah, lakukan dengan cepat. Jangan sampai luka sayatan kering. Pastikan tidak ada celah antara luka sayatan dengan mata tunas.
  5. Ikat tempelan menggunakan tali rafia, arah pengikatan dari bawah ke atas sehingga tali tersusun rapat seperti genting dan tidak ada celah kecuali pada bagian mata tunas.
  6. Setelah 2 minggu, lihat mata tunas. Jika berwarna hijau kemerahan atau hitam berarti okulasi gagal. Sedangkan jika warnanya masih hijau segar dan melekat pada batang pokok berarti okulasi berhasil dan ikatannya sudah boleh dilepas. Waktu pengikatan bisa sampai 3 minggu.
  7. Bila telah ada kepastian bahwa mata tempelan sudah hidup, segera potong batang yang berada di atas mata tempelan, tujuannya agar sumber makanan tertuju pada tunas dari tempelan. Jika tidak, tempelan akan mati. Panjang pemotongan batang dan jarak pemotongan dari mata tempelan berbeda-beda tergantung dari jenis tanaman yang diokulasi. (sumber : Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) Lembang ).
E. Merunduk
Merunduk adalah membengkokkan sebagian cabang kemudan membenamkannya ke dalam tanah. Pada batang yang ditimbun tersebut diharapkan tumbuh akar. Tumbuhan yang dapat dikembangbiakkan dengan merunduk di antaranya arbei, apel, tebu, stroberi, dan melati.  

Berikut ini cara melakukan perbanyakan dengan merunduk :
  1. Pilih cabang tanaman yang sudah tua, kuat dan panjang;
  2. Bersihkan cabang tanaman bagian tengah dari daun dan kotoran yang menempel;
  3. Bengkokkan cabang tanaman ke tanah hingga sedikit dari bagian tengah cabang menyentuh tanah
  4. Kubur cabang tanaman tadi dengan menggunakan tanah;
  5. Biarkan selama beberapa hari sambil menyiram gundukan tanah tersebut;
  6. Setelah akar dari bagian tengah cabang tadi muncul, pisahkan tanaman baru dari  tanaman induk dengan memotong cabang tanaman tadi dari batang utamanya;
  7. Tanaman baru siap dipindahkan ke media tanam.

Posted By Unknown 5:13 AM

Ciri Khusus Beberapa Hewan dan Tumbuhan

Filled under:

Seorang anak staf BPM Kota Banda Aceh, kelas VI MIN Jambo Tape Banda Aceh, bernama Samirul Fuadi minta dicarikan bahan tentang Ciri Khusus Hewan dan Tumbuhan.  Ini ada beberapa bahan untuk menambah khasanah anak-anak tingkat SD Kelas VI  tentang ciri khusus beberapa hewan dan tumbuhan. semoga bermanfaat.

Ciri Khusus Hewan
1. Kelelawar

  • Merupakan satu-satunya mamalia yang dapat terbang.
  • Jenisnya terdiri atas :  kelelawar buah (pemakan buah), kelelawar ikan (pemakan ikan), kelelawar lidah panjang (pemakan nektar), kelelawar katak (pemakan katak), dan kelelawar vampir (penghisap darah).
  • Hidup di gua yang lembab dan gelap atau di pohon yang tinggi.
  • Mencari makan pada waktu malam hari (nocturnal).
  • Tidur pada siang hari dengan keadaan menggantung terbalik.
  • Memiliki daya pendengaran yang tajam.
  • Memiliki kemampuan ekolokasi yaitu menggunakan gelombang bunyi untuk mengetahui posisi mangsanya.
  • Pada saat terbang kelelawar mengeluarkan bunyi berfrekuensi tinggi (ultrasonik)yang  jika mengenai benda akan menimbulkan pantulan.  Pantulan bunyi ini ditangkap oleh telinga kelelawar sehingga dapat mengetahui ukuran, jarak, dan arah benda pada waktu singkat.

2. Cecak atau Tokek


  • Dapat merayap di dinding.
  • Pada telapak kakinya terdapat struktur lapisan yang bersifat lengket dan tampak seperti guratan-guratan yang berfungsi sebagai alat pelekat.
  • Untuk mempertahankan diri dari musuh, cicak memutuskan ekornya dengan tujuan untuk mengelabui musuhnya (autotomi).  Ekor cicak tersebut dapat tumbuh kembali.

3. Ikan Lele dan Serowot


  • Hidup di air tawar
  • Tidak mengandalkan mata untuk mencari makan yang tersembunyi di dasar sungai yang berlumpur dan gelap.
  • Mengandalkan kumis (misai) yang merupakan organ indra khusus.
  • Misai berbentuk embelan panjang pada bibir bawah dan bibir atas ikan.
  • Misai memiliki kuncup pengecap.
  • Ketika berenang di air, ikan lele dan serowot menyapu dasar sungai dengan misainya untuk mengenali rasa binatang di dekatnya.

  • lele kampung


    lele dumbo

4. Bunglon

  • Dapat mengubah warna tubuhnya sebagai tanggapan terhadap perubahan suhu dan cahaya di sekitarnya.
  • Kemampuan untuk menyamar membantu bunglon untuk menangkap mangsa dan menghindari pandangan musuh.
  • Memiliki lidah panjang dan lengket untuk menangkap mangsa dan membawanya ke rahang.
  • Memiliki mata yang dapat berputar dan dapat melihat ke segala arah.
  • Memiliki kaki yang dapat mencengkeram seperti tangan agar dapat menggenggam dengan kuat.

5. Laba-laba

.
  • Kebanyakan memiliki penglihatan yang buruk
  • Membuat jaring untuk menangkap mangsa
  • Jaring terbuat dari bahan yang berasal dari organ khusus dalam abdomen (perut) yang disebut alat antih.
  • Mengandalkan indra peraba pada kakinya untuk memeriksa apakah terdapat mengsa dalam jaringnya.

6. Jerapah

  • Memiliki leher yang  panjang sehingga memungkinkan untuk memakan tunas dan daun muda.
  • Dapat minum dengan menundukkan kepalanya.
  • Memiliki katup kecil pada bagian dalam pembuluh darah di kepalanya sehingga saat ketinggian kepala jerapah berubah, katup tersebut dapat mencegah tekanan darah yang tinggi naik ke kepala.

7. Tupai

  • Memakan buah berkulit keras seprti buah kenari, chestnut, hazelnut, dab buah cemara.
  • Memiliki ekor yang panjang berumbai dan hampir sama panjang dengan badannya.
  • Ekor berfungsi sebagai alat keseimbangan dan kemudi, sehingga memudahkan tupai melompat dari satu pohon ke pohon lain.
  • Dapat melompat dari ujung dahan ke dahan lain sejauh 4 meter.
  • Pada saat melompat kaki depan dan belakang direnggangkan dan melayang serta ekor dipipihkan.
  • Dapat jatuh bebas dari ketinggian 9 meter dan mendarat dengan mulus di atas keempat kakinya.
  • Memiliki mata yang  jeli untuk memperkirakan jarak yang tepat.

8. Ikan Penyumpit

  • Hidup di perairan pantai serta air tawar dari India hingga Australia.
  • Menyerang mangsa yang berada di atas air tempat tinggalnya.
  • Mampu menyemprotkan air ke udara untuk menjatuhkan serangga dari tumbuhan atau udara.
  • Dapat melompat dari air untu menyergap serangga yang hinggap di daun atau dahan yang menggantung di atas air.

9. Paus

  • Tulang paus berupa bahan berongga berisi minyak sehingga dapat mengapung di permukaan air.
  • Memiliki lapisan lemak yang tebalnya sekitar 50 cm yang berfungsi untuk menjaga suhu tubuh agar tetap 34⁰C – 37⁰C.
  • Mata paus ditutupi lapisan berminyak untuk melindungi dari berbagai efek yang membahayakan dari air laut.
  • Paus tergolong binatang menyusui.  Susu paus bukan berbentuk cair tetapi padatan yang sangat berlemak.
  • Paus betina menyemprotkan susu ke dalam mulut, susu masuk ke dalam mulut dan terlarut dalam perut bayi paus.

10. Burung Hantu

  • Mencari mangsa pada waktu malam hari dan tidur pada waktu siang hari.
  • Menggunakan mata dan telinga yang tajam untukmenangkap mangsanya.
  • Dapat dengan cepat memusatkan bola mata dalam kegelapan.
  • Pupil mata dapat menyerap cahaya yang ada di malam hari, sehingga burung hantu dapat melihat walau cahaya sedikit.
  • Ketika berburu burung hantu mengeluarkan suara sehingga membuat takut mangsanya.  Gerakan angsa yang ketakutan terdengar oleh burung hantu sehingga dapat menemukan letak mangsanya.
  • Bulu sayap burung hantu sangat halus dan lembut sehingga burung hantu dapat terbang tanpa suara dan dapat menyambar mangsanya dengan diam-diam.

11. Bebek

  • Memiliki kaki yang berselaput sehingga memudahkan untuk berenang.
  • Memiliki paruh yang berbentuk pipih dan lebar untuk memudahkan mencari cacing di dalam lumpur.
  • Bulu bebek selalu berminyak sehingga bebek tidak basah walaupun berendam lama di dalam air.

12. Unta

  • Hidup di padang pasir (daerah minim air)
  • Memiliki kemampuan tidak makan atau tidak minum selama berhari-hari karena memiliki punuk yang merupakan tempat cadangan makanan.
  • Punuk terdiri dari lapisan lemak.
  • Memiliki bulu mata yang panjang untuk melindungi mata dari pasir.
  • Memiliki kaki yang tebal untuk dapat berjalan di padang pasir yang panas.
  • Memiliki dua jari kaki yang bersatu untuk mencegah tenggelam di dalam pasir.
  • Memiliki lubang hidung yang dapat tertutup untuk melindungi hidung saat terjadi badai pasir.

13. Penguin

  • Dapat hidup di daerah bersuhu sangat rendah.
  • Memiliki bulu tebal dan lemak di bagian bawah lapisan kulitnya sehingga seperti memakai baju berlapis-lapis.
  • Hidup berkelompok sampai ratusan ribu dan saling mendekatkan diri agar tidak banyak panas yang dikeluarkan  dan terlindung dari udara dingin.

14. Rubah Artik

  • Dapat hidup di daerah bersuhu sangat rendah.
  • Memiliki telinga yang berukuran kecil dan tubuh yang berwarna putih yang membuat rubah artik mampu menjaga panas sehingga tidak banyak keluar dari tubuh.

15. Ikan Gelodok (mudskipper)

  • Hidup di daerah payau yang banyak terdapat hutan bakau.
  • Memili ukuran kecil dan gerakan yang  sangat lincah.
  • Dapat berjalan di daratan atau memanjat pohon.
  • Di daratan ikan gelodok bergerak meloncat-loncat.

16. Trenggiling

  • Memiliki cakar yang kuat untuk menarik rayap/semut dari sarangnya
  • Tidak memiliki gigi, tetapi memiliki lidah yang panjang dan lengket yang dapat dijulurkan untuk memperdaya mangsanya.
  • Memiliki sisik yang tebal dan keras, dan dapat menggulung tubuhnya seperti bola untuk melindungi diri.

17. ikan pari :


  • Ikan pari (rays) termasuk dalam sub grup elasmobranchii, yaitu ikan yang bertulang rawan dan grup Cartilaginous.
  • Bentuk tubuh gepeng melebar (depressed) dimana sepasang sirip dada (pectoral, fins)-nya melebar dan menyatu dengan sisi kiri-kanan kepalanya, sehingga tampak atas atau tampak bawahnya terlihat bundar atau oval.
  • Umumnya mempunyai ekor yang sangat berkembang (memanjang) menyerupai cemeti. Pada beberapa spesies, ekor ikan pari dilengkapi duri penyengat sehingga disebut ‘sting-rays’.
  • Mata ikan pari umumnya terletak di kepala bagian samping.
  • Posisi dan bentuk mulutnya adalah terminal (terminal mouth) dan umumnya bersifat predator.
  • Bernapas melalui celah insang (gill openings atau gill slits) yang berjumlah 5-6 pasang. Posisi celah insang adalah dekat mulut di bagian bawah (ventral).
  • Ikan pari jantan dilengkapi sepasang alat kelamin yang disebut “clasper” letaknya di pangkal ekor. Ikan pari betina umumnya berbiak secara melahirkan anak (vivipar) dengan jumlah anak antara 5-6 ekor.

18. ikan sidat :



  • Sidat (ordo Anguilliformes) kelompok ikan berbentuk tubuh mirip ular.Ordo Anguilliformes terdiri atas 4 subordo, 19 famili, 110 genera, dan 400 spesies.
  • Kebanyakan hidup di laut namun ada pula yang hidup di air tawar.
  • merupakan ikan nokturnal, sehingga keberadaannya lebih mudah ditemukan pada malam hari

17. Sigung (teledu) / skunk



  • Sigung atau teledu: mamalia seperti musang yang berbulu indah namun mempunyai kemampuan 
    mengeluarkan bau yang busuk sebagai alat pertahanan dirinya terhadap predator.
  • Sigung di Indonesia dikenal sebagai spesies Mydaus javanensis.Namun sebenarnya sigung erupakan kelompok mamalia dari famili Mephitidae yang terdiri atas sekitar 10 spesies dari empat genus yaitu Conepatus, Mydaus, Mephitis, dan Spilogale. Dari genus Mydaus saja terdapat dua spesies yaitu Mydaus javanensis yang terdapat di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan (Indonesia dan Malaysia) dan spesies Mydaus marchei yang terdapat di Filipina. Sedangkan 8 spesies lainnya menghuni benua Amerika.
  • Sigung dalam bahasa inggris dikenal sebagai skunk, sedangkan untuk spesies sigung Indonesia Mydaus javanensisbiasa disebut sebagai Indonesian Stink Badger, Malayan Stink Badger, Malay Badger, Sunda Stink Badger. Di Malaysia (dan sebagian Indonesia), sigung juga dikenal sebagai teledu.
  • Sigung Indonesia (Mydaus javanensis) memiliki moncong panjang dan berbulu panjang dan lebat. Warna bulu sigung didominasi coklat tua atau hitam dengan belang putih. Warna putih berada di  tengah bagian tubuh, yaitu dari tengah bagian atas kepala hingga ekor. Sigung mempunyai panjang tubuh mencapai 50 cm dengan berat badan berkisar antara 1,4-3,6 kg.
  • Sigung merupakan binatang penyendiri yang beraktifitas di malam hari (nokturnal).Pada siang hari, binatang ini lebih banyak bersembunyi di dalam terowongan. Sigung mempunyai habitat di hutan-hutan sekunder hingga padaketinggian 2000 mdpl.
  • Sigung (Mydaus javanensis) merupakan binatang omnivora yang mempunyai makanan kesukaan antara lain serangga, cacing tanah, tikus, katak, ular, burung, dan telur. Sigung juga memakan buah-buahan, akar, jamur, dan dedaunan.
  • Yang paling khas dari sigung adalah kemampuannya mengeluarkan sejenis gas yang berbau menyengat dan busuk dari kelenjar khusus yang terdapat di sekitar anusnya. Kelenjar ini menghasilkan bau yang mengandung sulfur (belerang), methyl and butyl thiols. Bau ini berfungsi sebagai alat pertahanan diri terhadap predator.
  • Sigung yang merasa terpojok akan mengancam lawan atau predator dengan cara menundukkan kepala, menaikkan ekornya, dan akan menjejak-jejakkan cakar depannya di tanah. Jika musuh 
    atau predator tidak segera pergi, sigung akan melengkungkan tubuhnya menyerupai huruf “U” dengan kepada dan dubur menghadap ke lawannya. Dan menyemburlah bau yang sangat busuk.
  • Semburan sigung (Mydaus javanensissangat kuat hingga mampu mencapai jarak 3,6 meter yang arahnya bisa ke kanan, ke kiri, ke atas, atau lurus. Bau ini sangat kuat yang mampu menyebabkan iritas dan kebutaan.
  • Sigung (Mydaus javanensis) meskipun tidak diketahui populasinya dengan pasti namun oleh IUCN Redlist dikategorikan sebagai Resiko Rendah (Least Concern). Di Eropa banyak yang memelihara sigung sebagai binatang peliharaan. Namun musti hati-hati, karena tidak semua spesies sigung dapat 
    dipelihara. Hanya sigung dari genus Mephitis yang didapatkan dari negara-negara di Amerika saja yang boleh dipelihara karena spesies-spesies lainnya di negara lain termasuk dari Mydaus javanensis Indonesia dilindungi oleh undang-undang.

    Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mamalia; Famili:Mephitidae; Genus: Mydaus; Spesies: Mydaus javanensis;

    Nama binomial: Mydaus javanensis (Desmarest , 1820). Sinonim: Mydaus meliceps. Nama Indonesia: Sigung, Teledu


    18. Anjing

  • Anjing adalah mamalia yang telah mengalami domestikasi dari serigala.
  • Anjing adalah omnivora (pemakan daging dan tumbuhan), namun lebih dominan sebagi pemakan daging, memiliki gigi tajam dan rahang yang kuat untuk menyerang, menggigit, dan mencabik-cabik makanan
  • memiliki otot yang kuat, tulang pergelangan kaki yang bersatu, sistem kardiovaskuler yang mendukung
    ketahanan fisik serta kecepatan berlari
  • secara teknis anjing berjalan berjingkat dengan jari-jari kaki
  • Anjing bisa mendengar suara frekuensi rendah 16Hz hingga 70KHz,  mampu menentukan sumber suara lebih cepat dari manusia, sekaligus bisa mendengar suara yang sumbernya empat kali lebih jauh yang dapat didengar manusia.
  • Anjing memiliki hampir 220 juta sel penciuman yang sensitif terhadap bau.
  • Anjing dapat mengeluarkan zat yang tidak diinginkan dari perut dengan cara memuntahkannya
  • Menaikkan telinga, ekor, dan menunjukkan gigi untuk mengancam dan menyerang musuh

19. Kadal



  • Kadal adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk kelompok reptil.
  • mempunyai lubang telinga luar, dan pelupuk mata yang dapat dibuka tutup.
  • kadal termasuk binatang berdarah dingin (itu sebabnya kadal kerap berjemur) dan mempunyai sisik-sisik yang beraneka bentuknya yang terbangun dari zat tanduk. Sebagian jenis mempunyai sisik-sisik yang halus berkilau, terkesan licin atau seperti berminyak, walaupun sebenarnya sisik-sisik itu amat kering karena kadal tidak memiliki pori di kulitnya untuk mengeluarkan keringat atau minyak.
  • Kebanyakan kadal bertelur (ovipar), meskipun ada pula yang melahirkan anak (vivipar). Juga, umumnya kadal dapat menumbuhkan kembali ekor atau bahkan tungkai yang terputus.
  • Beberapa spesies kadal tak berkaki, seperti ular kaca misalnya, memiliki struktur gelangan bahu dan panggul dalam tubuhnya, meski tak ada tungkainya
  • Kadal-kadal tertentu, misalnya bunglon, dapat berganti warna sesuai kondisi lingkungan atau suasana hati.
  • Meski kebanyakan hidup di daratan, umumnya kadal dapat berenang dengan baik.

20. Domba



  • domba atau biri-biri (Ovis) adalah ruminansia dengan rambut tebal dan dikenal orang banyak karena
    dipelihara untuk dimanfaatkan rambut (disebut wol), daging, dan susunya
  • domba garut/priangan : untuk pedaging/aduan : 
  • Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks. Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral,dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu. Sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang tanduk. Domba jantan mempunyai berat 40-80 kg, sedangkan betina 30-40 kg. Kadang-kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga. Keunggulan domba ini  adalah kulitnya merupakan salah satu kulit dengan kualitas terbaik di dunia, selain itu dengan leher yang kokoh dan tubuh yang besar, kuat, domba ini sesuai untuk domba aduan. Keunggulan lainnya adalah penghasil daging yang sangat baik dan mudah dipelihara. untuk jenis-jenis domba coba lihat di http://dompi.co.id/_dompi.php?_i=jenis-domba

21. Elang



  • merupakan hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu pelepah.
  • berkembang biak dengan cara bertelur yang mempunyai cangkang keras di dalam sarang yang dibuatnya. Ia menjaga anaknya sampai mampu terbang.
  • Merupakan hewan pemangsa, makanan utamanya hewan mamalia kecil seperti tikus, tupai dan ayam. Terdapat sebagian elang yang menangkap ikan sebagai makanan utama mereka  (biasanya elang tersebut tinggal di wilayah perairan)
  • Paruh elang tidak bergigi tetapi melengkung dan kuat untuk mengoyak daging mangsanya mempunyai sepasang kaki yang kuat dan  kuku yang tajam dan melengkung untuk mencengkeram mangsa serta daya  penglihatan yang tajam untuk memburu mangsa dari jarak jauh tak terkira.
  • Elang mempunyai sistem pernapasan yang baik dan mampu untuk membekali jumlah oksigen yang banyak yang diperlukan ketika terbang

22. Landak



  • termasuk hewan pengerat (Rodentia)
  • memiliki rambut yang tebal dan berbentuk duri tajam.
  • Hewan ini ditemukan di Asia, Afrika, maupun Amerika, dan cenderung menyebar di kawasan tropika.
  • Hewan ini agak “membulat” serta tidak terlalu lincah apabila dibandingkan dengan tikus.
  • Landak secara umum adalah herbivora, dan menyukai daun, batang, khususnya bagian kulit kayu. Karena hal inilah banyak landak dianggap sebagai hama tanaman pertanian. Meskipun demikian, orang juga menjadikan landak sebagai salah satu bahan pangan.

23. walangsangit



  • Walang sangit  adalah serangga yang menjadi hama penting pada tanaman budidaya, terutama padi.
  • bentuknya yang memanjang, berukuran sekitar 2 cm, berwarna coklat kelabu, dan memiliki “belalai” (proboscis) untuk menghisap cairan tumbuhan.
  • Walang sangit adalah anggota ordo Hemiptera (bangsa kepik sejati). menghisap cairan tanaman dari tangkai bunga (paniculae) dan juga cairan buah padi yang masih pada tahap masak susu sehingga 
  • menyebabkan tanaman kekurangan hara dan menguning (klorosis), dan  perlahan-lahan melemah.
  • untuk pertahanan diri ia  mengeluarkan aroma yang menyengat hidung (sehingga dinamakan “sangit”)

24. belalang



  • Belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera.
  • Serangga ini memiliki antena yang hampir
    selalu lebih pendek dari tubuhnya dan juga memiliki ovipositor (alat
    khusus pd serangga untuk bertelur) yang pendek.
  • Suara yang ditimbulkan beberapa spesies
    belalang biasanya dihasilkan dengan menggosokkan femur (tulang paha) belakangnya terhadap sayap depan atau abdomen atau karena kepakan sayapnya sewaktu terbang.
  • Femur belakangnya umumnya panjang dan kuat yang cocok untuk melompat.
  • Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang.
  • Belalang betina umumnya berukuran lebih besar dari belalang jantan.

25. Lumba-lumba



  • merupakan mamalia laut yang sangat cerdas.
  • kulitnya mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air.
  • memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, yang dapat menghindari benda-benda yang ada di depannya sehingga tidak terjadi benturan.
  • merupakan binatang menyusui, hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Ada lebih dari 40 jenis lumba-lumba.
  • Bayi lumba-lumba yang baru lahir akan dibawa ke permukaan oleh induknya agar bisa menghirup udara
  • Lumba-lumba bernapas melalui lubang udara yang terletak di atas kepalanya

26. gajah


  • merupakan mamalia darat terbesar  yang masih ada.
  • Mempunyai belalai dan daun telinga yang lebar
  • mempunyai gading yang merupakan sepasang
    gigi seri pada bagian depan rahang atas, yang terus tumbuh selama gajah
    hidup meskipun tidak tumbuh terlalu panjang.
  • Terdiri dari dua spesies : gajah Afrika dan gajah Asia
  • Umur gajah biasanya mencapai 70 tahun.
  • Umumnya, gajah hidup berkelompok dengan jumlah anggota 30 ekor
  • Periode kehamilan gajah adalah 22 bulan, masa kehamilan terlama dibandingkan hewan darat lainnya
  • Gajah adalah satu-satunya mamalia di dunia yang tidak bisa melompat.
  • mempunyai bantalan tebal berupa jaringan kenyal, yang tumbuh sebagai lapisan pada bagian bawah setiap telapak kaki gajah yang dapat  menyerap guncangan berat badannya. Lapisan  bantalan ini menyebarkan efek tekanan yang dikenakan gajah ke permukaan  tanah. Itu memungkinkannya mengangkat kaki dengan mudah. Berkat bantalan ini, gajah mampu berjalan menempuh jarak yang jauh meskipun tubuhnya  amat berat.
  • berkomunikasi dengan menggunakan suara
    infrasonik yang tak terdengar oleh telinga manusia. Suara infrasonik
    memungkinkan gajah berbicara menggunakan bahasa khusus dengan gajah lain
    yang terpisah sejauh 4 km
  • dapat berenang selama 6 jam dan menempuh jarak hingga 50 km.

26. badak



  • merupakan mamalia herbivora berukuran besar dengan berat dapat mencapai lebih dari satu ton
  • memiliki cula dibagian tengah dahi, satu
    atau dua buah. jika berjumlah dua, salah satu terletak di depan yang
    lainnya (tidak bersisian).
  • memiliki kulit yang tebal, 1.5 – 5 cm, terbentuk dari lapisan kolagen.
  • memiliki indra pendengaran dan penciuman yang tajam, tapi tidak dapat melihat jauh
  • Sebagian besar badak dapat hidup melebihi 40 tahun

27. Rusa



  • Rusa, sambar, atau menjangan adalah hewan mamalia pemamah biak (ruminan) yang termasuk familia Cervidae.
  • Salah satu ciri khas rusa adalah adanya antler
    (tanduk rusa), dan bukan tanduk, yang merupakan pertumbuhan tulang yang
    berkembang setiap tahun (biasanya pada musim panas) terutama pada rusa
    jantan (walaupun ada beberapa pengecualian).
  • Ada sekitar 34 spesies rusa di seluruh dunia
  • memiliki tubuh yang luwes,  badan kompak dan panjang, kaki kuat cocok untuk medan hutan kasar.

28. Zebra



  • merupakan binatang dari famili kuda yang tubuhnya berbelang-belang hitam dan putih.
  • Penyebaran habitat di Afrika Selatan,
    Afrika Barat dan Afrika Timur. Ada tiga jenis zebra yaitu : zebra
    gunung, zebra dataran dan zebra primitif.
  • Belang-belang pada tubuh zebra dapat
    membantu sistem pertahanan zebra terhadap predator.Belang zebra dapat
    membingungkan predator. Belang pada tubuh zebra memecah kontur rata
    hewan,menyamarkan bentuk asli zebra.Ketika zebra bergerak, pola itu
    lebih membingungkan lagi
  • Zebra betina melahirkan 1 anak, yang hampir langsung dapat berdiri dan berlari sekitar 1 jam setelah dilahirkan

29. kucing



  • Kaki kucing memiliki lapisan empuk dan
    tebal yang berguna untuk menyembunyikan kukunya. Pada saat berjalan
    kukunya ditarik masuk sehingga tidak bersuara, sehingga musuh tidak
    mendengar ketika didekatinya.
  • Mata kucing sangat tajam sehingga bisa melihat dalam gelap.
  • Kucing dapat melihat dalam cahaya yang
    amat terang karena memiliki Selaput pelangi (iris) yang  membentuk celah
    pada mata yang akan menyempit.
  • Ketika cahaya yang ada terlalu sedikit untuk melihat, kucing akan menggunakan “kumis” atau misainya (vibrissae)
    untuk membantunya menentukan arah dan menjadi alat indera tambahan.
    Misai dapat mendeteksi perubahan angin yang amat kecil, membuat kucing
    dapat mengetahui adanya benda-benda di sekitarnya tanpa melihat
  • kucing juga memiliki keseimbangan tubuh
    yang sangat baik, ketika kucing terjatuh maka kucing bisa mengatur
    tubuhnya supaya tetap berdiri.
  • merupakan karnivora yang sempurna dengan
    gigi dan saluran pencernaan yang khusus. Gigi premolar dan molar
    pertama membentuk sepasang taring di setiap sisi mulut yang bekerja
    efektif seperti gunting untuk merobek daging.
  • Kucing yang sedang berkelahi menegakkan rambut tubuh dan melengkungkan punggung agar mereka tampak lebih besar.
  • kucing memerlukan kegiatan mencakar
    untuk menanggalkan lapisan lama pada kukunya agar kukunya dapat tetap
    tajam dan terjaga kesehatannya.
  • kucing menyimpan energi dengan cara
    tidur lebih sering ketimbang hewan lain. Lama tidur kucing bervariasi
    antara 12-16 jam per hari, dengan angka rata-rata 13-14 jam.

30. ular



  • merupakan reptil bersisik yang tak berkaki dan bertubuh panjang.
  • termasuk hewan berdarah dingin.
  • Ular adalah hewan karnivora atau pemakan
    daging, dan tidak pernah mengunyah atau mencabik cabik makanannya tapi
    langsung ditelan secara utuh.
  • susunan rahangnya melekat secara longgar
    dengan susunan tulang pada rangka kepala yang memungkinkan ular menelan
    mangsa yang lebih besar dari dirinya sendiri.
  • ular juga memiliki cairan pencerna yang mampu menghancurkan makanan.
  • Pada beberapa jenis ular, ada yang
    membelit mangsanya dengan kuat sehingga mangsanya kehabisan nafas, dan
    dengan mudah sang ular dapat memakannya.
  • Ular juga memiliki bisa yang dapat membunuh musuh-musuhnya.
  • Ular tidak memiliki daun telinga dan gendang telinga, tidak mempunyai keistimewaan pada ketajaman indera mata maupun telinga
  • Indera yang menjadi andalan ular adalah sisik pada perutnya, yang dapat menangkap getaran langkah manusia atau binatang lainnya
  • Lubang yang terdapat antara mata dan
    mulut ular dapat berfungsi sebagai thermosensorik (sensor panas). Ular
    juga dapat mengetahui perubahan suhu karena kedatangan mahluk lainnya.
  • Kulit ular dimanfaatkan untuk membuat membuat tas, dompet dan barang lainnya.

31. beruang




    • Beruang memiliki ekor kecil
    • indra penciuman dan pendengaran yang tajam
    • memiliki empat cakar yang lebar, lima
      kuku per telapak tangan yang tak dapat ditarik masuk, Kuku-kukunya
      digunakan untuk memanjat pohon, menyobek sarang rayap dan sarang lebah,
      menggali akar, atau menangkap mangsa, tergantung pada spesiesnya.
    • bulu yang panjang, lebat dan kasar.
      Warna bulu bervariasi tergantung pada spesiesnya. Ada yang berwarna
      putih, blonde atau krem, hitam dan putih, sampai hitam semua atau coklat
      semua. Warna bulu beruang juga bervariasi walaupun mereka satu spesies.
      Sebagai contoh, Beruang Amerika hitam mungkin saja berbulu hitam,
      coklat, coklat kemerahan, atau hitam kebiruan. Beberapa spesies, seperti
      sun bear dan spectacled bear memiliki dada yang berwarna cerah dengan facial markings.
    • moncong yang panjang, dan telinga bundar.
    • Giginya digunakan untuk bertahan dan
      tergantung pada makanannya. Tergantung pada spesiesnya, beruang dapat
      memiliki 32 hingga 42 gigi. Gigi beruang tidak dikhususkan untuk
      membunuh mangsa mereka.Gigi taring beruang relatif kecil dan umumnya
      digunakan untuk pertahanan diri atau alat. Gigi geraham beruang lebar,
      datar dan digunakan untuk memotong dan menggiling tumbuhan menjadi
      potongan lebih kecil yang dapat dicerna.
    • Penglihatan beruang hampir sama dengan
      penglihatan manusia. Beruang hitam dan sejenisnya, tidak buta warna,
      yang memungkinkan mereka membedakan.
    • dapat berlari mencapai kecepatan 50 km/jam (30 mph). Beruang juga dapat bergerak dengan fleksibel dan lincah.
    • Pada semua spesies beruang, jantan lebih
      besar daripada betina. Perbedaan antar jenis kelamin ini, semakin besar
      pada spesies yang lebih besar. Beruang kutub jantan berbobot dua kali
      lebih besar daripada betinanya, sedangkan jantan spesies beruang yang
      lebih kecil berbobot hampir sama dengan betinanya. Beruang dapat hidup
      sekitar 25 tahun hingga 40 tahun. Beruang yang hidup di hutan, lebih
      cepat mati daripada mereka yang hidup di kebun binatang
    • Ada banyak macam beruang yang berbeda seperti beruang kutub, beruang coklat, beruang hitam, panda, beruang madu, dsb
    • Beruang hidup di habitat yang
      bervariasi, dari lingkungan tropik hingga Artik, dari hutan ke
      lingkungan bersalju. Umumnya mereka omnivora, walaupun beberapa memiliki
      makanan yang khusus, seperti beruang kutub. Mereka memakan lumur, akar,
      kacang dan beri. Mereka juga kadang-kadang pergi ke sungai untuk
      menangkap ikan. Beruang umumnya pergi jauh untuk mencari makanan. Waktu
      berburu biasanya ketika senja atau pagi buta kecuali ketika manusia ada
      di sekitar.
    • Kebanyakan beruang biasa berhibernasi (atau tidur tanpa bangun) selama musim dingin.

    32. harimau/macan



    • Harimau adalah jenis kucing terbesar dari spesiesnya, lebih besar dari singa.
    • Harimau juga adalah jenis kucing tercepat kedua dalam hal berlari, setelah cheetah.
    • Dalam keseluruhan karnivora, harimau
      adalah kucing karnivora terbesar dan karnivora terbesar ketiga
      keseluruhan, setelah beruang kutub dan beruang coklat
    • harimau memiliki loreng,  yang
      bervariasi dari coklat ke hitam. Bentuk dan kepadatan lorengnya
      berbeda-beda subspesies satu dengan yang lain, tapi hampir semua harimau
      memiliki lebih dari 100 loreng. Pola loreng unik setiap harimau
      digunakan untuk membedakan satu sama lain, mirip dengan fungsi sidik
      jari yang digunakan untuk mengindentifikasi orang.  Loreng juga
      berfungsi untuk kamuflase, menyembunyikan mereka dari mangsanya.

    33. bintang laut



    • Bintang laut merupakan hewan simetri radial dan umumnya memiliki lima atau lebih lengan.
    • Bintang laut tidak memiliki rangka yang mampu membantu pergerakan. Rangka mereka berfungsi sebagai perlindungan.
    • Mereka bergerak dengan menggunakan
      sistem vaskular air. Mereka bergantung kepada kaki tabung yang terletak
      di bagian ventral lengan bintang laut, yang berfungsi untuk pergerakan
      dan membantu makan.
    • Bintang laut adalah hewan invertebrata
      yang bergerak bebas dengan menggunakan kaki-kaki tabungnya, merayap
      sepanjang dasar laut dalam kecepatan yang cukup rendah untuk kebanyakan
      spesies.
    • dapat meregenerasikan (menumbuhkan)
      lengannya yang putus. jika bintang laut terancam oleh predator, dia
      dapat memutuskan lengannya sendiri dan kabur. Dibutuhkan sekitar satu
      tahun untuk dapat tumbuh kembali.
    • Mulut bintang laut ada di bawah
      tubuhnya. Mereka memangsa kerang dan remis, serta ikan kecil, keong, dan
      lainnya.  Mereka mencerna binatang dan memasukkan perutnya kembali ke
      dalam tubuh sendiri. Mekanisme cara makan yang unik ini memungkinkan
      bintang laut untuk memakan mangsa yang lebih besar dan dapat masuk ke
      dalam mulutnya yang kecil.

    34. Tapir


    •  ada ciri khas “pelana” warna terang dari bahu hingga pantat.

    • Bulu-bulu di bagian tubuh lainnya berwarna hitam kecuali ujung
      telinga yang berwarna putih Pola warna ini berguna untuk kamuflase
      supaya musuh tidak melihatnya sebagai tapir tapi mungkin batu besar dan
      bukannya mangsa saat tapir ini berbaring atau tidur.
    • ekornya pendek gemuk serta belalai yang panjang dan lentur.
    • Tiap kaki depanya ada empat kuku dan di tiap kaki belakangnya ada tiga kuku.
    • Binatang ini vegetarian(herbivora)  artinya hanya makan umbi empuk dan daun-daunan.
    • mereka bisa lari amat cepat bila merasa terancam. Mereka juga bisa membela diri dengan rahang kuat serta gigi tajamnya.
    • Tapir merupakan perenang yang sangat baik dan dapat tinggal di air selama berberapa menit untuk menghindari predator.
    • Tapir mampu memancat tebing-tebing curam dengan lincah.
    • Tapir menandai daerah teritorialnya dengan urine.
    • Jika meliahat bentuk moncongnya yang panjang, mungkin tapir akan
      dianggap berkerabat dekat dengan babi, padahal tapir berkerabat dengan
      kuda dan badak

    35. cumi-cumi



    •  jenis moluska yang hidup di laut dengan kakinya yang terpisah menjadi sejumlah tangan yang melingkari kepala

  • memiliki tubuh yang berbentuk pipa, kepala yang berkembang sempurna, dan 10 tangan yang panjang yang bermangkuk penghisap
  • Tangan-tangan ini berguna untuk menjerat
    mangsanya kemudian disobek menggunakan rahangnya yang kuat, mirip
    dengan paruh binatang.
  • Cumi-cumi menghisap air melalui rongga
    pusat tubuhnya, rongga mantel, dan memaksanya keluar melalui suatu
    pembuluh yang lentur yang disebut dengan sifon. Sifon terletak tepat di belakang tangan. Oleh karena pancaran air yang mendorong cumi-cumi berenang mundur.
  • Sirip cumi-cumi merupakan 2 perluasan mantel seperti cuping yang digunakan sebagai kemudi pergerakannya
  • Matanya tidak memiliki kelopak mata, namun tampak seperti mata manusia.
  • Cumi-cumi mempunyai tiga jantung dan
    berdarah biru. Dua dari jantung mereka berlokasi dekat dengan
    masing-masing insangnya dan karena hal itu mereka dapat memompa oksigen
    ke bagian tubuh yang beristirahat dengan mudah.
  • Cumi-cumi memiliki pokok sistem
    pernapasan senyawa tembaga, berbeda dengan manusia dimana manusia
    mempunyai pokok sistem pernapasan senyawa besi, yang berakibat jika
    terlalu tertutup pada permukaan di mana terdapat air panas, cumi-cumi
    dapat mati dengan mudah karena mati lemas.
  • Banyak cumi-cumi yang dapat mengubah
    warna tubuhnya dari coklat menjadi ungu, merah, atau kuning sebagai
    kamuflase terhindar dari ancaman pemangsanya.
  • cumi-cumi juga menyemprotkan tinta untuk menghindari musuh.

36. ikan lepu ayam (lionfish)



  • sirip dada besar seperti kipas, sirip punggungnya panjang, tubuh bergaris-garis.
  • spesies ikan laut yang beracun yang merupakan spesies predator.
  • Ketika berburu, mereka akan menyudutkan
    buruannya dengan sirip besarnya dan dengan refleks cepatnya mereka
    menekan buruannya sekaligus.
  • Lepu dikenal karena durinya yang panjang dan memiliki warna merah, coklat, oranye, kuning, hitam atau putih berselang-seling.
  •  Habitat Lepu berada di bebatuan karang
  • merupakan hewan nocturnal (artinya aktif di malam hari).
  • merupakan hewan soliter (hidup menyendiri), kecuali saat musim kawin.

37. singa



  • hewan dari jenis kucing yang hidup dalam
    kelompok. Tiap kelompok terdiri atas jantan 1-6 ekor, betina 4-15 ekor.
    wilayah kekuasaan satu kelompok antara 20-400 km2.
  • Singa jantan di tumbuhi bulu tebal
    disekitar tengkuknya, hal ini lebih menguntungkan untuk melindungi
    tengkuknya, terutama dalam perkelahian bebas antara kucing besar, yang
    terkenal dengan selalu menerkam tengkuk untuk melumpuhkan musuhnya.
  • Singa betina jauh lebih aktif dalam
    berburu, sedangkan Singa jantan lebih santai dan selalu bersikap
    menunggu dan meminta jatah dari hasil buruan para betinanya
  • tidak bisa memanjat pohon
  • Singa tidak suka dengan air
  • Hidup di savanna/padang pasir
  • karena hewan malam hari, dalam sehari 20 jam ber baring di bebatuan/di bawah pohon yang teduh
  • kalau makan habis 1 hari penuh mencari
    makanan/meluaskan wilayah kekuasaan. pekerjaan jantan adalah melindungi
    betina dari jantan kelompok lain/mejaga wilayah kekuasaan. kalau merebut
    wilayah kelmpok lain jantan yang merebut kelompok lain akan membunuh
    anak singa yang berada di kelompok yang direbut. kecepatan lari jantan
    adalah 58km/h.

38. kura-kura



  • merupakan hewan bersisik berkaki empat yang termasuk golongan reptil.
  • memiliki  ‘rumah’ atau batok (bony shell) yang keras dan kaku.
  • Batok kura-kura ini terdiri dari dua bagian. Bagian atas yang menutupi punggung disebut karapas (carapace)
    dan bagian bawah (ventral, perut) disebut plastron. Kemudian setiap
    bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis luar umumnya berupa
    sisik-sisik besar dan keras, dan tersusun seperti genting; sementara
    lapis bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat
    seperti tempurung
  • mampu menyembunyikan kepala, kaki dan ekornya ke dalam tempurungnya.
  • Kura-kura tidak memiliki gigi. Akan
    tetapi perkerasan tulang di moncong kura-kura sanggup memotong apa saja
    yang menjadi makanannya
  • Kura-kura berbiak dengan bertelur (ovipar)

39. kuda



  • adalah salah satu hewan ternak yang
    penting secara ekonomis, dan telah memegang peranan penting dalam
    pengangkutan orang dan barang selama ribuan tahun.
  • Kuda dapat ditunggangi oleh manusia
    dengan menggunakan sadel dan dapat pula digunakan untuk menarik sesuatu,
    seperti kendaraan beroda, atau bajak.

40. walang daun



  • mempunyai bentuk dan warna tubuh yang menyerupai daun/sesuai daunnya sehingga dapat melindungi diri dari musuhnya

41. katak



  • umumnya berkulit halus, lembap, dengan kaki belakang yang panjang
  • siklus hidupnya dimulai dari  telur yang menetas menjadi berudu
    atau kecebong yang bertubuh mirip ikan gendut, bernapas dengan insang
    dan selama beberapa lama hidup di air. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki
    belakang, yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan,
    menghilangnya ekor dan bergantinya insang dengan paru-paru. Setelah
    masanya, berudu ini akan melompat ke darat sebagai katak kecil.
  • ada kantung suara yang terletak di
    sekitar leher katak jantan, yang akan menggembung besar manakala
    digunakan untuk memanggil betina pada musim kawin.
  • Bagi katak, melakukan kamuflase
    (penyamaran) agar seolah tubuhnya beracun adalah trik untuk menghindar
    dari predator atau pemangsa.
  • Katak memiliki lidahnya yang panjang dan
    lengket, sehingga serangga yang mendekat dapat dengan cepat disambar
    dan tidak dapat berkutik lagi.

42. Luwing/Kaki seribu



  • memiliki dua pasang kaki per segmen
    (kecuali untuk segmen pertama di belakang kepala yang tidak memiliki
    pelengkap sama sekali, dan berikutnya yang hanya memiliki satu pasang
    kaki). Setiap segmen yang memiliki dua pasang kaki adalah hasil dari dua
    segmen tunggal digabungkan bersama sebagai satu.
  • memiliki tubuh yang panjang silindris sampai 20 cm.
  • Kepala luwing di hiasi oleh dua buah sungut.
  • jika dalam keadaan terancam akan
    melingkarkan tubuhnya rapat-rapat membentuk spiral seperti obat nyamuk,
    selain itu akan mengeluarkan bau busuk yang akan mengusir predator
    pengganggunya.
  • Meskipun namanya kaki seribu tapi jumlah
    kakinya tidak sampai 1.000, tapi ia merupakan binatang yang berkaki
    terbanyak. spesies umum memiliki antara 36 s.d 400 kaki, sedang spesies
    langka Illacme plenipes memiliki 750 kaki.
  • bisa jadi indikator kerusakan lingkungan.

43. Gurita



  • Gurita adalah hewan moluska dari kelas Cephalopoda (kaki hewan terletak di kepala)
  • Gurita memiliki 8 lengan dengan alat
    penghisap berupa bulatan-bulatan cekung pada lengan yang digunakan untuk
    bergerak di dasar laut dan menangkap mangsa. Lengan itu merupakan
    struktur hidrostat muskuler yang hampir seluruhnya terdiri dari lapisan
    otot tanpa tulang.
  • Tubuh yang sangat fleksibel memungkinkan
    gurita untuk menyelipkan diri pada celah batuan yang sangat sempit di
    dasar laut, terutama sewaktu melarikan diri dari ikan pemangsa seperti
    belut laut Moray
  • Gurita mempunyai masa hidup yang relatif
    singkat dan beberapa spesies hanya hidup selama 6 bulan. Spesies yang
    lebih besar seperti Gurita raksasa Pasifik Utara yang beratnya bisa
    mencapai 40 kilogram bisa hidup sampai 5 tahun di bawah kondisi
    lingkungan yang sesuai. Reproduksi merupakan salah satu sebab kematian,
    gurita jantan hanya bisa hidup beberapa bulan setelah kawin dan gurita
    betina mati mati tidak lama setelah bertelur. Kematian disebabkan
    kelalaian gurita untuk makan selama sekitar satu bulan sewaktu menjaga
    telur-telur yang belum menetas.
  • Gurita memiliki tiga buah jantung yang
    terdiri dari dua buah jantung untuk memompa darah ke dua buah insang dan
    sebuah jantung untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh
  • Gurita bernapas dengan menyedot air ke
    dalam rongga mantel melalui kedua buah insang dan disemburkan keluar
    melalui tabung siphon
  • Gurita kemungkinan merupakan hewan paling cerdas di antara semua hewan invertebrata.
  • Gurita biasanya memiliki tiga mekanisme pertahanan diri: kantong tinta, kamuflase dan memutuskan lengan.
  • Pada siang hari, gurita biasanya meyembunyikan diri di kawasan berbatu atau di terumbu karang.

44. Kuda Laut

kuda laut-Hippocampus

  • Kuda laut adalah jenis ikan yang hidup di laut dari genus Hippocampus dan famili Syngnathidae. Ada paling sedikit 54 jenis kuda laut.
  • ukurannya bervariasi antara 16 mm (untuk spesies Hippocampus denise) sampai 35 cm ini dapat ditemukan di perairan tropis dan menengah di seluruh dunia.
  • Kuda laut merupakan satu-satunya spesies
    yang jantannya dapat hamil. Kuda laut jantan ini memiliki kantung perut
    yang besar dan pembuka seperti celah di bagian dasar perutnya. Kuda
    laut betina akan meletakkan lebih 100 telurnya langsung ke dalam kantung
    perut itu dan kuda laut jantan membuahi telur saat dijatuhkan.  Lapisan
    dalam kantung perut menjadi seperti spons dan dipenuhi dengan pembuluh
    darah, yang berfungsi untuk memberi makan telur atau embrio. Kantong
    perut atau kantung benih berfungsi untuk menyimpan telur yang diberikan
    sang betina. Telur-telur akan mengalir melalui tabung ke kantong benih
    kemudian mereka akan dibuahi. Hasil pembuahannya dinamakan embrio.
    Embrio akan berkembang selama 10 hari sampai 6 minggu, tergantung pada
    spesies dan kondisi air. Jika sudah waktunya, ‘melahirkan’ sang jantan
    akan memompa ekornya sampai bayi kuda laut keluar. Bayi-bayi kuda laut
    akan keluar dengan bentuk yang sangat kecil. Selain untuk mengandung,
    kantong kuda laut jantan juga berfungsi untuk mengatur kadar garam, agar
    sesuai dengan lingkungan luar saat telur menetas.
  • kuda laut juga memiliki baju yang
    disebut baju zirah atau “baju besi” yang berfungsi sebagai pelindung
    bahaya. Baju Zirah itu sangat keras seperti batu, bahkan tidak bisa
    dihancurkan hanya dengan tangan manusia. Kuda laut ini ternyata termasuk
    dalam jenis ikan, dan bernafas dengan insang. Ukuran mereka bervariasi
    dari sekitar 4 sampai 30 sentimeter.
  • Sirip dorsal pada kuda laut terletak pada bagian bawah sedangkan sirip pektoralnya terletak pada bagian kepala, di dekat insang.
  • Tubuh kuda laut itu berwarna-warni
    (merah, kuning, hijau, dan hitam) dan bisa berubah sesuai dengan keadaan
    sinar matahari yang menyinari tubuhnya, dan keadaan tubuhnya sendiri.
    Walaupun memiliki banyak warna, namun beberapa spesiesnya berwarna
    sebagian transparan, sehingga tidak mudah dilihat. Kuda laut biasanya
    tinggal di sekitar karang-karang laut dan menambatkan ekornya pada celah
    bebatuan. Ia hidup menyebar di perairan tropis di seluruh lautan dunia.
  • Meskipun termasuk dalam jenis ikan, cara
    berenang kuda laut berbeda dengan cara berenang ikan. Kuda laut
    bergerak dalam air dengan cara mengubah isi udara dalam kantung
    renangnya. Jika kantung renang ini rusak dan kehilangan sedikit udara,
    kuda laut tenggelam ke dasar laut. Kuda laut berenang dengan tubuh yang
    tegak dan mereka dapat menganggukkan kepala ke atas dan ke bawah
  • Mata kuda laut sangat unik. Ia bisa
    melihat dua buah benda yg berbeda pada waktu yang bersamaan. Matanya
    juga dapat bergerak dengan bebas, berputar-putar mengamati setiap sisi
    sehingga mereka dapat melihat sekelilingnya dengan mudah, tanpa harus
    menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan

45. Hiu

hiu

  • ikan dengan kerangka tulang rawan yang lengkap  dan tubuh yang ramping.
  • bernapas dengan lima liang insang
    (kadang-kadang enam atau tujuh, tergantung pada spesiesnya) di samping,
    atau dimulai sedikit di belakang kepalanya
  • tubuh dilapisi kulit dermal denticles untuk melindungi kulit mereka dari kerusakan, dari parasit, dan untuk menambah dinamika air.
  • mempunyai beberapa deret gigi yang dapat digantikan dan rahangn yang dapat digerakkan
  • memiliki alat gerak berpasangan
  • Hewan berdarah dingin, suhu tubuh mengikuti suhu lingkungan.

Ciri Khusus Tumbuhan

1. Teratai


  • Hidup di air
  • Memiliki daun bundar yang sangat lebar agar dapat menyerap cahaya sebanyak-banyaknya.
  • Tangkai bunga tumbuh tegak sehingga bunganya menyembul ke luar permukaan air.
  • Batang teratai memiliki rongga-rongga udara yang membantu
    menyalurkan oksigen ke akar dan untuk membantu teratai tetap tegak dan
    mengapung di air.

I a. Teratai Nyiru Raksasa (teratai amazon)



  • adalah jenis teratai terbesar di dunia, dan mengambang di air dangkal sungai amazon, Amerika Selatan
  • Daun disangga oleh tangkai batang yang panjang dan kokoh
  • Pada permukaan daun terdapat urat-urat daun yang kuat
  • Akarnya terbenam di dasar danau yang berlumpur pekat.
  • Daunnya agak membengkok ke atas untuk mendorong daun-daun di sekitarnya.
  • Daun teratai nyiru raksasa dapat menyangga anak kecil yang ditaruh di atas daun tanpa takut tenggelam.

2. Venus Flytrap


  • Memiliki dua helai daun yang menyatu pada salah satu sisinya.
  • Daun ini menarik perhatian serangga karena tampak dipenuhi cairan nektar.
  • Saat serangga menyentuh daun,
    rambut-rambut sensitif pada permukaan daun akan menanggapi rangsang
    tersebut dengan mengatupkan kedua helai daunnya.  Kemudian venus flytrap
    mengeluarkan cairan pencerna untuk menghancurkan serangga yang
    terjebak.

3. Kantong Semar


  • Memiliki daun berbentuk guci dengan penutup di bagian atasnya.
  • Di bagian dalam daun yang berbentuk ceruk terdapat cairan.
  • Serangga yang menghampiri kantong semar karena warna dan bau daunnya akan terpeleset dan jatuh ke dalam cairan.
  • Kantong semar mengeluarkan cairan asam untuk mencerna serangga.

4. Tumbuhan Embun Matahari


  • Terdapat titik-titik cairan yang bergemerlap bila terkena sinar matahari.
  • Jika serangga menyentuh daun akan terjebak dalam cairan tersebut.
  • Helai-helai daun akan mengakup untuk mencengkeram serangga dan serangga dihancurkan dengan cairan pencerna.

*)  Venus flytrap, kantong semar, dan tumbuhan embun matahari
tergolong insektivora yaitu tumbuhan pemakan serangga.   Serangga
diperlukan untuk memperoleh tambahan nitrogen bagi kelangsungan
hidupnya.  Tumbuhan insektivora memiliki kelenjar penghasil cairan untuk
menjerat dan mencerna serangga.


5. Kaktus


  • Umumnya hidup di gurun pasir yang kering dan tandus.
  • Dapat hidup dalam jangka waktu yang lama tanpa air.
  • Memiliki daun yang berbentuk duri untuk mengurangi penguapan air.
  • Memiliki akar yang sangat panjang untuk menyerap air sebanyak-banyaknya pada musim hujan.
  • Batang kaktus berfungsi untuk menyimpan air.

6. Bambu


  • Merupakan anggota suku rumput-rumputan
  • Dapat tumbuh lebih cepat dari tumbuhan lain.
  • Memiliki jaringan meristem pada setiap buku.
  • Ada bambu yang batangnya dapat tumbuh 40 cm/hari dan mencapai tinggi 37 meter.

7. Jagung


  • Memiliki rambut jagung yang mirip benang sutra.
  • Rambut tersebut sebenarnya adalah kepala putik dan tangkai putik.
  • Setiap biji jagung menumbuhkan sebatang tangkai putik sepanjang 30 cm.
  • Putik jagung seperti rambut dan lengket memudahkan untuk menangkap serbuk sari.
  • Akar keluar dari tanah untuk menopang batang

8. Kelapa


  • Banyak tumbuh di tepi pantai.
  • Buah kelapa yang  jatuh dari pohon akan terbawa air laut sampai ke pantai yang lain tanpa menjadi busuk.
  • Serabut tebal yang membuat buah kelapa dapat tetap terapung di air dan sampai di pantai yang lain.
  • Termpurung kelapa merupakankulit yang kedap air berfungsi untuk melindungi kelapa sehingga tidak busuk.

9. Mentimun


  • Memiliki sulur yaitu modifikasi dari batang dan memiliki ujung peka sentuhan.
  • Sulur berbentuk gelung dan berguna untuk
    lebih merapatkan batang mentimun ke penopang sehingga dapat menahan
    beban dari buah mentimun.
  • Sulur juga dapat menahan angin kencang yang dapat mematahkan batang.

10. Tusam


  • Memiliki daun berbentuk jarum.
  • Jarum tusam hanya memiliki satu urat daun di tengah jarun untuk mengangkut air dan zat hara.
  • Jarum tusam berfungsi untuk berfotosisntesis, bernafas (respirasi) dan penguapan (transpirasi).
  • Jarum tusam memiliki kloroplas dan stomata.
  • Jarum tusam memiliki epidermis yang tebal.

11. Bunga Matahari


  • Tumbuh di daerah yang terkena sinar matahari.
  • Bentuk bunganya seperti matahari (kuning, bulat, dan besar).
  • Selalu mengikuti arah cahaya matahari.
  • Bila matahari mulai ternggelam, mahkota bunga mulai menutup.

12. Bunga Raflesia


  • Merupakan bunga terbesar di dunia
  • Disebut juga bunga bangkai
  • Nama latinnya Raflesia arnoldi.
  • Hidup sebagai parasit pada akar tumbuhan lain.
  • Tidak mempunyai klorofil.
  • Memiliki bau yang sangat menyengat seperti bangkai atau daging busuk.

13. Eceng Gondok


  • Termasuk tumbuhan hydrophyta
  • Mempunyai tangkai daun yang menggelembung(berongga), yang berfungsi untuk mengapung di permukaan air
  • Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau


14. Siwalan (pohon lontar /tal)



  • Pohon palma yang kokoh kuat berbatang tunggal dengan tinggi 15-30 m dan diameter batang sekitar 60 cm
  • Daun-daun besar terkumpul di ujung batang membentuk tajuk yang membulat.
  • Helaian daun serupa kipas bundar
    berdiameter hingga 1,5 m, bercangap sampai berbagi menjari; dengan tajuk
    anak daun selebar 5-7 cm, sisi bawahnya keputihan karena berlapisan
    lilin.
  • Tangkai daun mencapai panjang 1 m,
    dengan pelepah yang lebar dan hitam di bagian atasnya; sisi tangkai
    dengan deretan duri yang berujung dua.
  • Karangan bunga dalam tongkol, 20-30 cm dengan tangkai sekitar 50 cm.
  • Buah-buah bergerombol dalam tandan,
    hingga sekitar 20 butir, bulat peluru berdiameter 7-20 cm, hitam
    kecoklatan kulitnya dan kuning daging buahnya bila tua. Berbiji tiga
    butir dengan tempurung yang tebal dan keras.

kegunaannya :

  • Daunnya untuk bahan kerajinan dan media penulisan naskah lontar.
  • Kayu batangnya bisa untuk bahan bangunan, membuat perkakas dan barang kerajinan
  • karangan bunganya (terutama tongkol bunga betina) disadap nira kemudian dapat dimasak menjadi gula
  • Buahnya dapat dikonsumsi, terutama yang muda
  • Biji yang masih muda dan masih lunak mirip kolang -kaling sebagai campuran es dawet.
  • Daging buah yang tua (kekuningan dan berserat) dapat dimakan segar ataupun dimasak terlebih dahulu.
  • Cairan kekuningan darinya diambil pula untuk dijadikan campuran penganan atau kue-kue atau untuk dibuat menjadi selai.

15. sawo :



  • Pohon yang besar dan rindang, dapat tumbuh hingga setinggi 30-40 m.
  • Bercabang rendah, batang berkulit kasar abu-abu kehitaman sampai coklat tua.
  • Seluruh bagiannya mengandung lateks, getah berwarna putih susu yang kental.
  • Daun tunggal, terletak berseling, sering mengumpul pada ujung
    ranting. Helai daun bertepi rata, sedikit berbulu, hijau tua mengkilap,
    bentuk bundar-telur jorong sampai agak lanset, 1,5-7 x 3,5-15 cm,
    pangkal dan ujungnya bentuk baji, bertangkai 1-3,5 cm, tulang daun utama
    menonjol di sisi sebelah bawah.
  • Bunga-bunga tunggal terletak di ketiak daun dekat ujung ranting,
    bertangkai 1-2 cm, kerapkali menggantung, diameter bunga s/d 1,5 cm,
    sisi luarnya berbulu kecoklatan, berbilangan 6.
  • Kelopak bunga biasanya tersusun dalam dua lingkaran; mahkota bentuk genta, putih, berbagi sampai setengah panjang tabung.
  • Buah buni bertangkai pendek, bulat, bulat telur atau jorong, 3-6 x
    3-8 cm, coklat kemerahan sampai kekuningan di luarnya dengan sisik-sisik
    kasar coklat yang mudah mengelupas, sering dengan sisa tangkai putik
    yang mengering di ujungnya. Berkulit tipis, dengan daging buah yang
    lembut dan kadang-kadang memasir, coklat kemerahan sampai kekuningan,
    manis dan mengandung banyak sari buah.
  • Berbiji sampai 12 butir, namun
    kebanyakan kurang dari 6, lonjong pipih, hitam atau kecoklatan
    mengkilap, panjang lk. 2 cm, keping biji berwarna putih lilin.
  • kegunaan sawo : sebagai buah segar,dapat diolah jadi serbat,
    dicampurkan ke dalam es krim, atau dijadikan selai. Sari buah sawo dapat
    dipekatkan menjadi sirup, atau difermentasi menjadi anggur atau cuka.
    Getah pohon sawo disadap di Amerika, dikentalkan menjadi chicle
    yang merupakan bahan permen karet alami. Getah ini juga diolah menjadi
    aneka bahan baku industri sebagai pengganti getah perca dan bahan
    penambal gigi. Kayu sawo disukai sebagai bahan perabot dan ukir-ukiran.
    Kulit kayunya menghasilkan tanin, yang secara tradisional digunakan
    nelayan sebagai bahan pencelup (ubar) layar dan alat pancing. Beberapa
    bagian pohon sawo juga digunakan sebagai bahan obat tradisional untuk
    mengatasi diare (tanin), demam (tanin dan biji), dan bahan bedak untuk
    memulihkan tubuh sehabis bersalin (bunga).

16. Nenas



  • tumbuhan tropis yang berasal dari Brazil, Bolivia, dan Paraguay
    termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae) dengan
    perawakan (habitus) tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau
    lebih daun yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset
    mengelilingi batang yang tebal.
  • Buahnya bukanlah buah sejati, melainkan gabungan buah-buah sejati
    (bekasnya terlihat dari setiap ‘sisik’ pada kulit buahnya) yang dalam
    perkembangannya tergabung — bersama-sama dengan tongkol (spadix) bunga
    majemuk — menjadi satu ‘buah’ besar.
  • Nanas yang dibudidayakan orang sudah kehilangan kemampuan
    memperbanyak secara seksual, namun ia mengembangkan tanaman muda (bagian
    ‘mahkota’ buah) yang merupakan sarana perbanyakan secara vegetatif.
  • kegunaan nenas : Buah nanas selain dikonsumsi segar juga diolah
    menjadi berbagai macam makanan dan minuman, seperti selai, buah dalam
    sirop dan lain-lain. Buah nanas mengandung enzim bromelain, (enzim
    protease yang dapat menghidrolisa protein, protease atau peptide),
    sehingga dapat digunakan untuk melunakkan daging. Enzim ini sering pula
    dimanfaatkan sebagai alat kontrasepsi Keluarga Berencana.

    Buah nanas bermanfaat bagi kesehatan tubuh, sebagai obat penyembuh penyakit

    sembelit, gangguan saluran kencing, mual-mual, flu, wasir dan kurang darah.

    Penyakit kulit (gatal-gatal, eksim dan kudis) dapat diobati dengan diolesi sari buah

    nanas. Kulit buah nanas dapat diolah menjadi sirop atau diekstrasi cairannya untuk

    pakan ternak.

17. putri malu (Mimosa pudica) :



  • Tanaman perdu pendek anggota suku polong-polongan.
  • Daun-daunnya yang dapat secara cepat
    menutup/”layu” dengan sendirinya saat disentuh,ditiup, atau dipanaskan
    yang bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan
    pulih seperti semula. ini disebabkan oleh terjadinya perubahan tekanan
    turgor pada tulang daun. Rangsang tersebut juga bisa dirasakan daun lain
    yang tidak ikut tersentuh.Gerak ini disebut seismonasti, yang walaupun
    dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh, gerakan
    tigmonasti daun putri malu tidak peduli darimana arah datangnya
    sentuhan.
  • Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit.
  • Tanaman putri malu menutup daunnya untuk
    melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang ingin
    memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman putri malu berwarna lebih
    pucat, dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin
    memakan tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu
    dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya.

18. Tumbuhan paku

Tumbuhan
ini benar-benar telah berupa kormus (ada sistem pembuluh sejati) , jadi
telah jelas adanya akar, batang dan daun. Ada yang hidup sebagai
saprofit dan ada pula sebagi epifit. Paku menyukai tempat lembab
(higrofit), tumbuhnya mulai dari pantai (paku laut) sampai sekitar
kawah-kawah (paku kawah).

Berdasarkan spora yang dihasilkan dikenal 3 jenis tumbuhan paku, yaitu:

1. Paku Homosfor atau Isospor >> menghasilkan satu jenis spora saja, misalnya paku kawat (Lycopodium clavatum).

2. Paku Heterospor >> menghasilkan dua jenis spora yaitu:
mikrospora (jantan) dan makrospora (betina), misalnya paku rane
(Selaginella wildenowii) dan semanggi (Marsilea crenata).

3. Paku Peralihan >> menghasilkan spora yang bentuk dan
ukurannya sama (isospora) tetapi sebagian jantan dan sebagian betina
(heterospora), misalnya paku ekor kuda (Equisetum debile)

Akar tumbuhan paku berupa akar serabut. Pada akar paku, xilem
terdapat di tengah dikelilingi floem membentuk berkas pembuluh angkut
yang konsentris.

Batangnya jarang tumbuh tegak di atas tanah, kecuali pada paku tiang
(Alsopila sp. dan Cyathea sp.). Batang tersebut kebanyakan berupa akar
tongkat (Rhizoma). Tipe berkas pembuluh angkut batang sama dengan akar,
yaitu tipe konsentris

BERMACAM-MACAM DAUN PAKU

- daun yang kecil-kecil disebut Mikrofil

- daun yang besar-besar disebut Makrofil dan telah mempunyai daging

daun (Mesofil)

- daun yang khusus untuk asimilasi disebut Tropofil

- daun yang khusus menghasilkan spora disebut Sporofil

ISITILAH LAIN

- Sporangium adalah kotak spora

- Sorus adalah badan tempat berkumpulnya kotak spora

- Indusium adalah selaput yang melindungi sorus muda -> ciri paku

Perkembangbiakan paku tergolong Metagenesis. Berbeda dengan lumut,
yang sehari-hari kita sebut sebagai tanaman paku adalah fase
sporofit-nya. Tumbuhan paku yang ada di bumi ini mempunyai masa kejayaan
dalam zaman Paileozoikum, terutama dalam zaman karbon -> disebut
zaman paku. Sisa-sisanya sekarang dapat digali sebagai batubara.

SPESIES-SPESIES PAKU

Sebagai tanaman hiasan :

- Platycerium nidus (paku tanduk rusa)

- Asplenium nidus (paku sarang burung)

- Adiantum cuneatum (suplir)

- Selaginella wildenowii (paku rane)

Sebagai bahan penghasil obat-obatan :

- Asipidium filix-mas

- Lycopodium clavatum

Sebagai sayuran :

- Marsilea crenata (semanggi)

- Salvinia natans (paku sampan = kiambang)

Sebagai pupuk hijau :

- Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang

biru)

Sebagai pelindugn tanaman di persemaian :

- Gleichenia linearis.

19. Tumbuhan biji

tumbuhan biji termasuk ke dalam divisi Spermatophyta.
Alat reproduksi generatif berupa biji. Di dalam biji terdapat embrio.
Tumbuhan biji sudah memiliki akar, batang dan daun sejati, disebut kormus, sehingga tumbuhan biji disebut Cormophyta. Tumbuhan biji juga sudah memiliki berkas pembuluh pengangkut yang terdiri dari xilem dan floem sehingga disebut tumbuhan Tracheophyta.

Selain Cormophyta dan Tracheophyta, tumbuhan biji juga disebut tumbuhan berbunga (Antophyta).

Bahkan disebut dengan Phanerogamae, yaitu tumbuhan dengan alat perkembangbiakan yang jelas terlihat dan disebut pula Embriophyta siphonogama, yaitu tumbuhan yang pembentukan embrionya melalui suatu pembuluh.

sumber:edukasi-net.com

20. simbukan (Paederia tomentosa)



  • daunnya di kenal dengan aromanya yang cukup tidak sedap dan merupakan daun yang di gunakan untuk membantu bagi mereka yang kembung atau susah kentut.

  • Tumbuh membelit, dengan panjang ± 10 m.
    Batang tanaman massif, beruas, beralur, masih muda halus setelah tua
    kasar, diameter 2-5 mm, dari buku-buku dapat tumbuh akar, warna akar
    coklat.

    • Daun tanaman termasuk daun tunggal,
      berhadapan,bentuk dau telur, dengan panjang 5-9 cm, tepi daun rata,
      ujung daun runcing,pangkal berlekuk, berambut, petulangan menyirip,
      tangkai daun bulat, berbulu,panjang 3-5 cm, diameter ± 2 mm, warna daun
      hijau.
    • Tanaman sembukan berbunga majemuk,
      bentuk mulai, dengan panjang 5-9 mm kelopak bunga segitiga, benang sari
      melekat pada tabungbakal buah 2 ruang, bakal biji satu, kepala putik
      dua, bentuk benang, sering membelit, tabung mahkota bagian dalam
      berambut, bentuk kait, gundul, putih, mahkota panjang 10-12 mm, berbulu
      halus, dan warna bunga halus, dan warna bunga ungu. Buahpada sembukan
      batu, bentuk bulat, berkilat, diameter 4-6 mm, dan warna buah kuning.
    • Perakaran pada tanaman sembukan tunggang dan warna akar coklat.

    21. Padi



    • Padi (Oryza sativa
      L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting sebagai sumber
      karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia.  Hasil dari pengolahan
      padi dinamakan beras
    • termasuk dalam suku padi-padian(POACEAE /GRAMINAE /GLUMIFLORAE).
    • Terna semusim,berakar serabut,batang
      sangat pendek,struktur serupa batang terbentuk dari rangkaian pelepah
      daun yang saling menopang daun sempurna dengan pelepah tegak,daun
      berbentuk lanset,warna hijau muda hingga hijau tua,berurat daun
      sejajar,tertutupi oleh rambut yang pendek dan jarang,bagian bunga
      tersusun majemuk,tipe malai bercabang,satuan bunga disebut FLORET yang
      terletak pada satu spikelet yang duduk pada panikula,tipe buah bulir
      atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan mana buah dan bijinya,bentuk
      hampir bulat hingga lonjong,ukuran 3mm hingga 15mm,tertutup oleh palea
      dan lemma yang dalam bahasa sehari-hari disebut sekam,struktur dominan
      padi yang biasa dikonsumsi yaitu jenis ENDUSPERMIUM.
    • Di beberapa daerah tadah hujan orang
      mengembangkan padi gogo, suatu tipe padi lahan kering yang relatif
      toleran tanpa penggenangan seperti di sawah. Di Lombok dikembangkan
      sistem padi gogo rancah, yang memberikan penggenangan dalam selang waktu
      tertentu sehingga hasil padi meningkat
    • Padi rawa atau padi pasang surut tumbuh liar atau dibudidayakan di daerah rawa-rawa

    22. Lidah buaya (aloe vera)




    •  Daunnya agak runcing berbentuk taji/pedang, berdaging tebal, getas,
      tepinya bergerigi/ berduri kecil lemas, tidak bertulang, permukaan daun
      dilapisi lilin dan berbintik-bintik, berwarna hijau keabu-abuan,
      bersifaat sukulen (banyak mengandung air) dan banyak mengandung getah
      atau lendir (gel) sebagai bahan baku obat.
      • bunga bertangkai berwarna kuning kemerahan (jingga)
      • berbatang pendek dan tidak kelihatan karena tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah.
      • Melalui batang akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya menjadikan anakan.
      • daun berbentuk pita dengan helaian yang memanjang.
      • Tanaman lidah buaya tahan terhadap
        kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat
        dimanfaatkan pada waktu kekurangan air.
      • Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing,, dengan duri lemas dipinggirnya.

      23. fungi (jamur)


      • Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi
      • memiliki bermacam-macam bentuk, sebagian besar anggota Fungi dikenal sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi.

      • Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel, misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler
        membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contoh:
        jamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa.
        Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi
        tubuh buah.
      • adanya pergiliran keturunan Fungi
        memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual
        dengan cara: dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot
        lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual
        dengan cara membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa.
      • Jamur memiliki kotak spora yang disebut
        sporangium. Di dalam terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora
        adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces.
        Hifa jamur dapat terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh
        buah
      • Semua jenis jamur bersifat heterotrof.
        Jamur hidup menyerap zat organik dari lingkunganya. Berdasarkan cara
        memperoleh makannya, fungi mempunyai sifat sebagai berikut: Saprofit,
        Parasit, Mutual dll.
      • Habitat fungi berada di darat
        (terestrial) dan di tempat lembap. Meskipun demikian banyak pula fungi
        yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau di air
        tawar. Jamur juga dapat hidup di lingkungan yang asam.

      Beberapa ciri-ciri fungi yang mirip dengan makhluk hidup lain:

      • Dengan jenis eukariota lainnya: Sama
        seperti eukariota, sel fungi memiliki membran inti dengan kromosom yang
        mengandung DNA. Selain itu, sel fungi juga memiliki beberapa organel
        sitoplasmik seperti mitokondria, sterol, dan ribosom.
      • Dengan hewan: Fungi tidak mempunyai
        kloroplas dan merupakan organisme heterotrof, memerlukan senyawa organik
        sebagai sumber energinya.
      • Dengan tumbuhan: Fungi mempunyai dinding
        sel dan vakuola. Fungi bisa bereproduksi secara seksual maupun
        aseksual, dan seperti grup tanaman basal lainnya (seperti tumbuhan paku
        dan lumut daun), fungi akan menghasilkan spora. Mirip juga dengan lumut
        daun dan algae, fungi memiliki nukleus yang haploid.

      24. Mawar



      • umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter
      • mempunyai daun yang dua-dua berlawanan (pinnate).
        Daun majemuk yang tiap tangkai daun terdiri dari 3  sampai 13 anak daun
        dan daun penumpu (stipula) berbentuk lonjong, pertulangan menyirip,
        tepi tepi beringgit, meruncing pada ujung daun dan berduri pada batang
        yang dekat ke tanah.
      • umumnya bunga terdiri dari 5 helai daun mahkota
      • umumnya mawar memiliki duri berbentuk seperti pengait yang berfungsi sebagai pegangan sewaktu memanjat tumbuhan lain
      • Beberapa spesies yang tumbuh liar di tanah berpasir di daerah pantai seperti Rosa rugosa dan Rosa pimpinellifolia
        beradaptasi dengan duri lurus seperti jarum yang mungkin berfungsi
        untuk mengurangi kerusakan akibat dimakan binatang, menahan pasir yang
        diterbangkan angin dan melindungi akar dari erosi.

      25. Bakau



      • mempunyai akar tunjang yang besar dan
        berkayu untuk menopang tubuhnya agar tetap kokoh. Akar tunjang merupakan
        bentuk adaptasi tumbuhan bakau terhadap lingkungan pantai.
      • mempunyai pucuk yang tertutup daun penumpu yang meruncing.
      • memiliki buah yang berkecambah serta berakar ketika masih di pohon (vivipar), sehingga begitu jatuh cepat mencengkeram lumpur sebagai tempat media tumbuh.
      • Daun tunggal, terletak berhadapan, terkumpul di ujung ranting, dengan kuncup tertutup daun penumpu yang menggulung runcing
      • Helai daun eliptis, tebal licin serupa kulit, hijau atau hijau muda kekuningan, berujung runcing, bertangkai
      • Bunga berkelompok dalam payung tambahan yang bertangkai dan menggarpu di ketiak
      • Daun mahkota putih berambut atau gundul agak kekuningan, bergantung jenisnya
      • Buah berbentuk telur memanjang sampai mirip buah pir yang kecil, hijau coklat kotor

      26. Talas



      • Talas merupakan tanaman pangan (penghasil umbi) berupa herba menahun,termasuk dalam suku talas-talasan (Araceae), berperawakan tegak, populer ditanam terutama di wilayah Indonesia bagian barat.

      • Daun talas berbentuk perisai yang besar.
        Permukaan daunnya ditumbuhi rambut-rambut halus yang menjadikannya
        kedap air karena air akan mengalir langsung meninggalkan permukaan daun.
        Dapat digunakan sebagai pelindung kepala bila hujan. Daunnya juga
        sebagai pakan ikan gurame. Daun talas dapat dipakai sebagai pembungkus.
        Daun talas juga dapat dimakan dan dijadikan pembungkus makanan yang
        dikenal sebagai buntil.
      • Umbi talas dapat diolah dengan dikukus, direbus, atau digoreng setelah dipotong-potong kecil.
      • Daun, sisa umbi dan kulit umbi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan secara langsung maupun setelah difermentasi

      27. Kapuk Randu



      • Kapuk randu (Ceiba pentandra) adalah pohon tropis yang tergolong ordo Malvales dan famili Malvaceae.

      • Pohon ini tumbuh hingga setinggi 60-70 m dan dapat memiliki batang pohon yang cukup besar hingga mencapai diameter 3 m.
      • merupakan tumbuhan yang meranggas atau menggugurkan daunnya begitu musim kemarau tiba.
      • saat daunnya habis berguguran justru bunganya mulai bermunculan.
      • batangnya lunak dan memiliki duri yang
        menempel. Kayunya yang ringan menyebabkan tidak/kurang baik untuk bahan
        bangunan. Kayunya dapat digunakan untuk kotak/peti untuk mengemas
        buah-buahan, dan barang-barang lainnya
      • Daunnya bisa untuk pakan ternak
      • Buahnya yang masih sangat muda oleh sebagian orang Jawa digunakan untuk rujak
      • buah yang sudah tua dan kering berisi
        serat yang berwarna putih sampai putih kusam. Serat ini sering dipakai
        untuk bahan pengisi bantal dan kasur, serta untuk keperluan-keperluan
        sejenis.
      • bijinya dapat diolah menjadi minyak
        klentheng yang diekspor ke Jepang sebagai bahan insektisida dan pelumas
        mi basah agar tidak mudah apek. pada masa lalu oleh sebagian orang Jawa
        biji randu digoreng tanpa minyak untuk penganan/camilan
      • sisa proses pembuatan minyang klentheng berupa bungkil bisa untuk pakan ternak dan media pembiakan jamur merang.
      • abu klothok dari kulit randu bisa menjadi soda kristal untuk bahan baku sabun

      28. Pandan

    • Pandan merupakan segolongan tumbuhan monokotil dari genus Pandanus. Sebagian besar anggotanya merupakan tumbuh di pantai-pantai daerah tropika.
    • daun yang memanjang (seperti daun palem atau rumput), seringkali tepinya bergerigi.
    • Akarnya besar dan memiliki akar tunjang yang menopang tumbuhan ini.
    • Buah pandan tersusun dalam karangan berbentuk membulat, seperti buah
      durian. Ukuran tumbuhan ini bervariasi, mulai dari 50cm hingga 5 meter,
      bahkan di Papua banyak pandan hingga ketinggian 15 meter. Daunnya
      selalu hijau (hijau abadi, evergreen), sehingga beberapa di antaranya dijadikan tanaman hias)
      Paling sedikit ada 600 jenis pandan di seluruh dunia, di antaranya adalah

      • Pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius) : daunnya digunakan sebagai pewangi dan pewarna makanan, juga komponen dekorasi dan pewangi ruangan
      • Pandan laut (Pandanus tectorius)
      • Pandan duri : daunnya yang dikeringkan dipakai sebagai bahan baku anyaman, baik untuk tikar maupun topi pandan.
      • Buah merah Papua (Pandanus conoideus) : buahnya dikenal berkhasiat sebagai obat atau suplemen yang menyehatkan tubuh.
      • Pandan Melintir (Pandanus utilis)
      • Pandan putih (Pandanus baphtisii)
      • Pandan afrika (Pandanus pygmeus)

Posted By Unknown 5:11 AM