Showing posts with label Struktur Hewan. Show all posts
Showing posts with label Struktur Hewan. Show all posts

Struktur Hewan dan Manusia

STANDAR KOMPETENSI :


2.1    Siswa mampu mengintreprestasikan organisasi seluler serta mengkaitkan struktur jaringan dan fungsi sistem organ tumbuhan, hewan dan manusia serta penerapannya dalam konteks sains lingkungan teknologi  dan masyarakat.

Posted By Unknown 6:13 PM

Jaringan Embrional,Jaringan Epitel dan Jaringan Otot

Dilihat dari segi jumlah sel, hewan dapat dibagi menjadi Protozoa
(hewan bersel satu) dan Metazoa (hewan bersel banyak). Pada hewan bersel
banyak (termasuk manusia), kumpulan sel-sel yag memiliki bentuk dan
fungsi yang sama akan membentuk jaringan, jaringan jaringan yang berbeda
akan bergabung membentuk organ tubuh, organ-organ tubuh akan bergabung
membentuk sistem organ tubuh, sistem organ tubuh akhirnya akan bergabung
membentuk organisme (hewan).


SEL —>JARINGAN—>ORGAN —>SISTEM ORGAN —>ORGANISME



JARINGAN EMBRIONAL


Jaringan embrional, merupakan jaringan dari hasil pembelahan sel
zigot. Jaringan embrional mengalami spesialisasi menjadi 3 lapisan
jaringan (triploblastik), lapisan luar, ektoderm, lapisan tengah,
mesoderm dan lapisan dalam entoderm.


Contoh hewan triploblastik : Annelida, Mollusca, Arthropoda, Chordata.

Atau menjadi 2 lapisan jaringan (diploblastik), lapisan ektoderm dan endoderm.


Contoh hewan diploblastik : Coelenterata.


Lapisan-lapisan jaringan tersebut di atas kemudian akan berkembang menjadi organ-organ tubuh dari suatu hewan.


JARINGAN EPITEL


jaringan-epitel

jaringan-epitel


Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi permukaan tubuh, organ tubuh atau permukaan saluran tubuh hewan.

Berdasarkan bentuk dan susunannya jaringan epitel dibagi menjadi


1. Epitel Pipih




a. Epitel pipih selapis

Contoh:pada pembuluh darah, alveolus, pembuluh limfe, glomerulus ginjal.

b.Epitel banyak lapis

Contoh: pada kulit, rongga mulut, vagina.


2. Epitel Kubus


epitel-kubus

a. Epitel kubus selapis

Contoh:pada kelenjar tiroid, permukaan ovarium.

b.Epitel kubus banyak lapis

Contoh:pada saluran kelenjar minyak dan kelenjar keringat pada kulit.




3. Epitel Silindris


epitel-silindris

epitel-silindris


a.Epitel silindris selapis

Contoh:pada lambung, jonjot usus, kantung empedu, saluran pernafasan bagian atas.

b.Epitel silindris banyak lapis

Contoh: pada saluran kelenjar ludah, uretra.

c. Epitel silindris banyak lapis semu/epitel silindris bersilia

Contoh:pada trakea, rongga hidung.


4. Epitel Transisional

Merupakan bentuk epitel banyak lapis yang sel-selnya tidak dapat
digolongkan berdasarkan bentuknya. Bila jaringannya menggelembung
bentuknya berubah. Contoh: pada kandung kemih.


JARINGAN OTOT

Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan
organ-organ tubuh. Kemampuan tersebut disebabkan karena jaringan otot
mampu berkontraksi. Kontraksi otot dapat berlangsung karena
molekul-molekul protein yang membangun sel otot dapat memanjang dan
memendek.

Jaringan otot dapat dibedakan menjadi 3 macam :

1. Jaringan Otot Polos

Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen
sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak
bergaris-garis.

Otot polos berkontraksi secara refleks dan di bawah

pengaruh saraf otonom. Bila otot polos dirangsang, reaksinya lambat.
Otot polos terdapat pada saluran pencernaan, dinding pembuluh darah,
saluran pernafasan.


2.Jaringan Otot Lurik

Nama lainnya adalah jaringan otot kerangka karena sebagian besar jenis
otot ini melekat pada kerangka tubule. Kontraksinya menurut kehendak
kita dan di bawah pengaruh saraf sadar.

Dinamakan otot lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak
adanya garis gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang
serabut otot. Oleh sebab itu nama lain dari otot lurik adalah otot
bergaris melintang.

Kontraksi otot lurik berlangsung cepat bila menerima rangsangan,
berkontraksi sesuai dengan kehendak dan di bawah pengaruh saraf sadar.
Fungsi otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari
benturan keras.


3.Jaringan Otot Jantung/Miokardium

Jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung.
Strukturnya menyerupai otot lurik, meskipun begitu kontraksi otot
jantung secara refleks serta reaksi terhadap rangsang lambat. Fungsi
otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung.

Posted By Unknown 6:04 PM

Jaringan Saraf dan Jaringan Penguat/Penunjang

Jaringan Saraf


Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Tiap
neuron/sel saraf terdiri atas badan sel saraf, cabang dendrit dan cabang
akson, cabang-cabang inilah yang menghubungkan tiap-tiap sel saraf
sehingga membentuk jaringan saraf.


jaringan-saraf

jaringan-saraf


Terdapat 3 macam sel saraf

1.Sel Saraf Sensorik

Berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan) ke sumsum tulang belakang.

2.Sel Saraf Motorik

Berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke efektor.

3.Sel Saraf Penghubung

Merupakan penghubung sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain.

Sel saraf mempunyai kemampuan iritabilitas dan konduktivitas.

Iritabilitas artinya kemampuan sel saraf untuk bereaksi terhadap
perubahan lingkungan. Konduktivitas artinya kemampuan sel saraf untuk
membawa impuls-impuls saraf.


Jaringan Penguat

Jaringan penguat disebut juga jaringan penyokong atau jaringan penunjang.

Yang termasuk jaringan penguat adalah :


1. Jaringan Ikat

Jaringan ikat terdiri dari serabut, sel-sel dan cairan ekstra seluler. Cairan ekstra seluler dan serabut disebut matriks.

Fungsi jaringan ikat adalah mengikat atau mempersatukan
jaringan-jaringan menjadi organ dan berbagai organ menjadi sistem organ,
menjadi selubung organ dan melindungi jaringan atau organ tubuh.

Berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan ikat dibedakan menjadi dua:

a.Jaringan ikat longgar

Ciri-ciri : sel-selnya jarang dan sebagian jaringannya tersusun atas
matriks yang mengandung serabut kolagen dan serabut elastis. Jaringan
ikat longgar terdapat di sekitar organ-organ, pembuluh darah dan saraf.

Fungsinya untuk membungkus organ-organ tubuh, pembuluh darah dan saraf.

b.Jaringan ikat padat

Nama lainnya jaringan ikat serabut putih, karena terbuat dari serabut
kolagen yang berwarna putih. Jaringan ini terdapat pada selaput urat,
selaput pembungkus otot, fasia, ligamen dan tendon.

Fasia adalah jaringan ikat berbentuk lembaran yang menyelimuti otot.

Ligamen adalah jaringan ikat yang berperan sebagai penghubung antar tulang.

Tendon adalah ujung otot yang melekat pada tulang. Fungsinya untuk
menghubungkan berbagai organ tubuh seperti otot dengan tulang-tulang,
tulang dengan tulang, juga memberikan perlindungan terhadap organ tubuh.


2. Jaringan Tulang Rawan (Kartilago)

Jaringan tulang rawan pada anak-anak berasal dari jaringan embrional
yang disebut mesenkim, pada orang dewasa berasal dari selaput tulang
rawan atau perikondrium yang banyak mengandung kondroblas atau pembentuk
sel-sel tulang rawan. Fungsinya untuk menyokong kerangka tubuh.

Ada 3 macam jaringan tulang rawan :

a.Kartilago hialin

Matriksnya bening kebiruan. Terdapat pada permukaan tulang sendi, cincin
tulang rawan pada batang tenggorok dan cabang batang tenggorok, ujung
tulang rusuk yang melekat pada tulang dada dan pada ujung tulang
panjang.

Kartilago hialin merupakan bagian terbesar dari kerangka embrio juga
membantu pergerakan persendian, menguatkan saluran pernafasan, memberi
kemungkinan pertumbuhan memanjang tulang pipa dan memberi kemungkinan
tulang rusuk bergerak saat bernafas.

b.Kartilago fibrosa

Matriksnya berwarna gelap dan keruh. Jaringan ini terdapat pada
perekatan ligamen-ligamen tertentu pada tulang, persendian tulang
pinggang, pada calmam antar ruas tulang belakang dan pada pertautan
antar tulang kemaluan kiri dan kanan. Fungsi utama untuk memberikan
proteksi dan penyokong.

c.Kartilago elastik

Matriksnya berwarna keruh kekuning-kuningan. Jaringan ini terdapat pada dawn telinga, epiglottis, pembuluh eustakius dan laring.


3. Jaringan Tulang

Jaringan tulang terdiri dari sel-sel tulang atau osteon yang tersimpan
di dalam matriks, matriksnya terdiri dari zat perekat kolagen dan
endapan garam-garam mineral terutama garam kalsium (kapur). Tulang
merupakan komponen utama dari kerangka tubuh dan berperan untuk
melindungi alat-alat tubuh dan tempat melekatnya otot kerangka.

Tulang dapat dibagi menjadi 2 macam :

a.Tulang keras, bila matriks tulang rapat dan padat. Contoh : tulang pipa.

b.Tulang spons, bila matriksnya berongga. Contoh : tulang pendek.


4. Jaringan Darah


Jaringan darah merupakan jaringan penyokong khusus, karena berupa cairan. Bagian-bagian dari jaringan darah adalah :

a.Sel darah

Dibagi menjadi sel darah merah (eritrosit) berfungsi untuk mengangkut
oksigen dan sel darah putih (lekosit) berfungsi untuk melawan
benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

b.Keping-keping darah (trombosit)

Berfungsi dalam proses pembekuan darah.

c.Plasma darah

Komponen terbesar adalah air, berperan mengangkut sari makanan, hormon, zat sisa hasil metabolisms, antibodi dan lain-lain.


5. Jaringan Limfe/Getah Bening

Asal jaringan limfe adalah bagian dari darah yang keluar dari pembuluh
darah, komponen terbesarnya adalah air dimana terlarut zat-zat antara
lain glukosa, garam-garam, asam lemak. Komponen selulernya adalah
limfosit.

Jaringan limfe menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh limfe. Fungsi
jaringan limfe selain untuk kekebalan tubuh (adanya limfosit) juga untuk
mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral dan zat-zat
lain dari jaringan ke sistem pembuluh darah.

Posted By Unknown 6:02 PM

Organ dan Sistem Organ

Kumpulan dari berbagai macam jaringan dan melaksanakan suatu tugas
tertentu akan membentuk organ. Derajat dari organisme ditentukan dari
makin beragamnya organ yang dimiliki.

Beberapa organ tubuh



1. USUS

Merupakan bagian dari sistem pencernaan.

Disusun dari beberapa jaringan, susunan dari luar ke dalam adalah:

a. Jaringan ikat serosa, fungsinya untuk menggantungkan usus ke organ lain

b. Jaringan otot polos memanjang

c. Jaringan otot polos melingkar

d. Jaringan ikat longgar

e. Jaringan otot polos mukosa

f. Jaringan ikat longgar mukosa

g. Jaringan epitel silindris yang merupakan jaringan terdalam dari rongga usus

Di samping jaringan-jaringan tersebut di atas terdapat juga
jaringan-jaringan lain (jaringan saraf, jaringan darah dan lain-lain)
yang menunjang kerja usus.

2. TRAKEA/BATANG TENGGOROK

Merupakan bagian dari sistem pernafasan.

Trakea disusun atas 3 lapis jaringan, dari luar ke dalam :

a. Jaringan ikat padat

b. Jaringan rulang rawan dan jaringan otot polos

c. Jaringan epitel silindris berlapis banyak bersilia


SISTEM ORGAN

Kumpulan dari berbagai organ dan menjalankan tugas tertentu disebut sistem organ.

Sistem organ yang terdapat dalam tubuh manusia antara lain

1. SISTEM INTEGUMEN/KULIT

2. SISTEM PENCERNAAN

3. SISTEM SIRKULASI

4. SISTEM RESPIRASI/PERNAFASAN

5. SISTEM EKSKRESI

6. SISTEM REPRODUKSI

7. SISTEM KERANGKA

8. SISTEM OTOT

9. SISTEM SARAF

10. SISTEM HORMON

Posted By Unknown 6:00 PM

Laporan Praktikum Sistem Pencernaan (Struktur Hewan)


LAPORAN   PRAKTIKUM STRUKTUR HEWAN
SISTEM PENCERNAAN






Di Susun Oleh :

Nama                    : Muhammad Aqsha
Nim                      : 60300110031
Kelompok             :  I  ( satu )
Jurusan                 : Biologi  (B1)

LABORATORIUM  BIOLOGI
FAKULTAS  SAINS DAN  TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEREGI ALAUDDIN
MAKASSAR  2O11





Sistem pencernaan (bahasa Inggris: digestive system) adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut melalui dubur. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda.[1]
Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan (bahasa Inggris: gastrointestinal tract) dan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung. Selanjutnya adalah proses penyerapan sari-sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus.
Struktur alat pencernaan berbeda-beda dalam berbagai jenis hewan, tergantung pada tinggi rendahnya tingkat organisasi sel hewan tersebut serta jenis makanannya. pada hewan invertebrata alat pencernaan makanan umumnya masih sederhana, dilakukan secara fagositosis dan secara intrasel, sedangkan pada hewan-hewan vertebrata sudah memiliki alat pencernaan yang sempurna yang dilakukan secara ekstrasel.[2]Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengamati macam-macam sistem pencernaan pada kelas pisces, amfibi, aves, mamalia.   

B.  Tujuan
Mengamati macam-macam sistem pencernaan pada kelas pisces, amfibi, aves, mamalia.


[1] Http. File:/id./Wikipedia.org/wiki/. Sistem pencernaan. ( 4 Juni 2011).

[2] Ibid.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

           Sistem pencernaan pada hewan invertebrata umumnya dilakukan secara intrasel, seperti pada protozoa, porifera, dan Coelenterata.
Pencernaan dilakukan dalam alat khusus berupa vakuola makanan, sel koanosit dan rongga gastrovaskuler. Selanjutnya, pada cacing parasit seperti pada cacing pita, alat pencernaannya belum sempurna dan tidak memiliki mulut dan anus. pencernaan dilakukan dengan cara absorbsi langsung melalui kulit.[1]
Vakuola makanan, organel seluler dimana enzim hidrolitik merombak makanan tanpa mencerna sitoplasma sel sendiri, adalah kompartemen yang paling sederhana. Protista heterotrofik  mencerna makanannya dalam vakuola makanan, umumnya setelah menelan makanan melalui fasogositis atau pinositis. Vakuola makanan menyatu dengan lisosom, yang merupakan organel yang mengandung enzim hidrolitik. Keadaan ini akan memungkinkan makanan tercampur dengan enzim, sehingga percenaan terjadi secara aman di dalam suatu kompartemen yang terbungkus oleh membran. mekanisme pencernaan ini disebut pencernaan intraseluler.[2]
Pada sebagian hewan, paling tidak beberapa hidrolisis terjadi melalui pencernaan ekstraseluler, yaitu perombakan makanan di luar sel. Pencernaan ekstraseluler terjadi di dalam kompartemen yanhg bersambungan, melalui saluran-saluran, dengan bagian luar tubuh hewan. Banyak hewan dengan tubuh relatif sederhana memiliki kantung pencernaan dengan pembukaan tunggal. Kantung ini yang disebut rongga gastrovaskuler berfungsi dalam pencernaan dan distribusi nutrient ke seluruh tubuh.[3]
Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakkan serta banyak menghasilkan lender, tetapi tidak menghasilkan air ludah (enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang. Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat dibelakang insang dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umunya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Dari lambung makanan masuk ke usus melalui pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya, usus bermuara di anus. Kelenjar pencernaan pada ikan , meliputi hati dan pankreas. Hati merupakan kelenjar yang berukuran besar, berwarna merah kecoklatan , terletak dibagian depan rongga badan, dan menglilingi usus, bentuknya tidak tegas, terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri, serta bagian yan g menuju ke arah punggung. Fungsi hati menghasilkan empedu yang di simpan dalam  kantung empedu berbentuk bulat, berwarna kehijauan terletak disebelah kanan hati, dan salurannya bermuara pada lambung. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan empedu dan disalurkan ke usus bila diperlukan. Pancreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali, fungsi pankreas, antara lain menghasilkan enzim-enzim pencernaan dan hormon insulin.[4]
Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hamper sama dengan ikan, meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan salah satu binatang amphibi adalah katak makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). Saluran pencernaan katak dimulai dari rongga mulut, terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah menangkap mangsa, kemudian ke esophagus yang berupa saluran pendek, kemudian menuju ke lambung yang berbentuk kantung  bila terisi makanan menjadi lebar, menuju usus usus dapat dibedakan usus halus dan tebal. Usus halus meliputi: duodenum, jejunum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloaka, dan kloaka merupaka muara bersama antara saluran pencernaan makananm saluran reproduksi, dan urine. Kelenjar pencernaan pada amphibi, terdiri atas hati dan pancreas. Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobus. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. Pankreas berwarna kekuningan, melekat diantara lambung dan ususdua belas jari (duodenum). Pancreas berfungsi menghasilakn enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum.[5]
Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan bukung bervariasi berupa biji-bijian, hewan kecil, dan buah-buahan. Saluran pencernaan burung dimulai dari paruh yang merupakan modifikasi gigi, rongga mulut terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk. Kemudian menuju faring berupa saluran pendek, esophagus pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat. Kemudiang menuju ke lambung, lambung terdiri atas proventrikulus (lambung kelenjar) banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya tipis.  Ventrikulus (lambung pengunyah), ototnya berdinding tebal. Pada burung pemakan biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama makanan. Kemudian makanan menuju usus yang terdiri dari usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka.[6]
Tidak berbeda dengan hewan sebelumnya, letak perbedaan hanya pada struktur giginya , pada marmot makanan di kunyah kemudian masuk ke dalam mulut, kemudian menuju kerongkongan dari kerongkongan makanan menuju lambung , pada lambung proses fermentasi atau pembusukanan makanan dilakukan oleh bakteri terjadi pada sekumyang banyak mengandung bakteri. Kemudian meuju ke usus dan bermuara pada anus.[7]



[1]Http. File:/id./Wikipedia.org/wiki/. Sistem pencernaan. ( 4 Juni 2011).

[2] Campbel, Reece dan Mitchell. Biologi Edisi Kelima Jilid 3. (Jakarta: Erlangga) . h. 28.
[3] Ibid.
[4] Tim dosen. Penuntun Praktikum Struktur Hewan. (Makassar : UIN Press). h. 30.
[5] Ibid. h. 32.
[6] D, A Pratiwi. Biologi. (Jakarta: Erlangga).h.  55.
[7] Gerrit Bevelander. Dasar – Dasar Histologi Edisi Kedelapan. ( Jakarta: Erlangga ). h. 125.

BAB III
METODE PRAKTIKUM

A.  Alat dan Bahan
1.    Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah 1set alat bedah dan papan seksi 1 buah.
2.    Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Ikan Mas (Cyorinus carpio), Katak  (Rana cancarivora), Merpai (Columba livia),Marmot (Cavia cobaya)

B.  Prosedur Kerja
1.    Pengamatn I
a.       Membedah Ikan Mas dan amatilah sistem pencernaan yang ada mulai dari mulut, lambung, usus, hati, pancreas, dan kantung empedu.
b.      Menggambar hasil pengamatan anda.
2.    Pengamatan II
a.    Membedah katak dan amatilah sistem pencernaan yang ada mulai dari rongga mulut, esophagus, ventrikulus, intestinum, dan kloaka.
b.    Menggambar hasil pengamatan anda.
3.    Pengamatan III
a.       Membedah merpati dan amatilah sistem pencernaan yang ada mulai dari paruh, rongga mulut, faring, lambung, intestinum dan kloaka.
b.      Menggambar hasil pengamatan anda.
4.    Pengamatan VI
a.       Membedah marmot dan amatilah sistem pencernaan yang ada mulai dari mulut, lambung, usus dan anus.
b.      Menggambar hasil pengamatan anda

C.  Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini adalah sebagai berikut  :
Tanggal           :  27 Juni 2011
Waktu              : Pukul 13.00 – 15.00 WITA
Tempat            : Laboratorium Zoologi lantai II
                                       Fakultas Sains dan Teknologi
                                      Universitas Islam Negeri  Alauddin
  Makassar      
                         




BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.  Hasil Pengamatan
1.      Morfologi Ikan Mas (Cyprinus carpio)
                                                                                            Keterangan gambar :
    1.    Pina dorsal
         2.    Guratan sirik
          3.    Caudalis pina
4.    Analis
           5.    Pina pectoralis
6.    Pelivel
7.    Mulut
2.      Anatomi pencernaan Ikan 
                                                                                            Keterangan gambar :
1.    Perut
2.    Mulut
3.    Kantung empedu
4.    Usus
5.    Pankreas
6.    Anus

3.       Morfologi Katak  (Rana cancarivora)
                                                                                            
1.    Tibia Fibula
   2.   Kaki depan
3.    Radio ulna
4.    Humerus
5.    Metacarpus
6.    Femur

4.      Anatomi Pencernaan  Katak  (Rana cancarivora)
                                                                                            Keterangan gambar :
1.    Gigi
2.    Esfagus
3.    Lambung
4.    Usus Besar
5.    Usus Halus
6.    Anus




5.      Morfologi Merpati  (Columba livia)
                                                                                            
1.    Kepala
2.    Mata
3.    Mulut
4.    Sayap
5.    Ekor
6.    Kaki


6.    Anatomi Pencernaan  Merpati  (Columba livia)
                                                                                            Keterangan gambar :
1.    Mulut
2.    Tembolok
3.    Lambung
4.    Usus Besar
5.    Usus Halus
6.    Anus


                                                         

7.      Morfologi Marmot  (Cavia cobaya)
                                                                                            
1.    Perut
2.    Telinga
3.    Mata
4.    Hidung
5.    Mulut
6.    Ekor
7.    Kaki

8.      Anatomi Pencernaan  Marmot  (Cavia cobaya)
                                                                                            Keterangan gambar :
1.    Mulut
2.    Kerongkongan
3.    Hati
4.    Lambung
5.    Usus Besar
6.    Usus Kecil
7.    Anus




B.   Pembahasan

1. Sistem Pencernaan Ikan mas (Cyprinus carpio)        

Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakkan serta banyak menghasilkan lender, tetapi tidak menghasilkan air ludah (enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang. Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat dibelakang insang dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umunya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus.
Dari lambung makanan masuk ke usus melalui pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya, usus bermuara di anus. Kelenjar pencernaan pada ikan , meliputi hati dan pankreas. Hati merupakan kelenjar yang berukuran besar, berwarna merah kecoklatan , terletak dibagian depan rongga badan, dan menglilingi usus, bentuknya tidak tegas, terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri, serta bagian yan g menuju kea rah punggung. Fungsi hati menghasilkan empedu yang di simpan dalam  kantung empedu berbentuk bulat, berwarna kehijauan terletak disebelah kanan hati, dan salurannya bermuara pada lambung. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan empedu dan disalurkan ke usus bila diperlukan. Pancreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali, fungsi pankreas, antara lain menghasilkan enzim-enzim pencernaan dan hormon insulin.
2.      Sistem Pencernaan Katak (Rana cancarivora)

Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hamper sama dengan ikan, meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan salah satu binatang amphibi adalah katak makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). Saluran pencernaan katak dimulai dari rongga mulut, terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah menangkap mangsa, kemudian ke esophagus yang berupa saluran pendek, kemudian menuju ke lambung yang berbentuk kantung  bila terisi makanan menjadi lebar, menuju usus usus dapat dibedakan usus halus dan tebal. Usus halus meliputi: duodenum, jejunum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloaka, dan kloaka merupaka muara bersama antara saluran pencernaan makananm saluran reproduksi, dan urine.
            Kelenjar pencernaan pada amphibi, terdiri atas hati dan pancreas. Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobus. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. Pankreas berwarna kekuningan, melekat diantara lambung dan ususdua belas jari (duodenum). Pancreas berfungsi menghasilakn enzim dan hormone yang bermuara pada duodenum.


3.      Sistem Pencernaan pada Merpati (Columba livia)
Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan bukung bervariasi berupa biji-bijian, hewan kecil, dan buah-buahan. Saluran pencernaan burung dimulai dari paruh yang merupakan modifikasi gigi, rongga mulut terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk. Kemudian menuju faring berupa saluran pendek, esophagus pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat. Kemudiang menuju ke lambung, lambung terdiri atas proventrikulus (lambung kelenjar) banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya tipis.  Ventrikulus (lambung pengunyah), ototnya berdindingtebal. Pada burung pemakan biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama makanan. Kemudian makanan menuju usus yang terdiri dari usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka.
4.      Sistem Pencernaan pada Marmot ( Cavia cobaya)
Tidak berbeda dengan hewan sebelumnya, letak perbedaan hanya pada struktur giginya , pada marmot makanan di kunyah kemudian masuk ke dalam mulut, kemudian menuju kerongkongan dari kerongkongan makanan menuju lambung , pada lambung proses fermentasi atau pembusukanan makanan dilakukan oleh bakteri terjadi pada sekumyang banyak mengandung bakteri. Kemudian meuju ke usus dan bermuara pada anus.


BAB V
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah sistem pencernaan pada pisces, dimulai dari rongga mulut, kemudian ke esophagus melalui faring, kemudian makanan di dorong ke lambung, masuk ke usus dan bermuara pada anus. Sistem pencernaan pada amphibi, dimulai dari rongga mulut, kemudian ke esofhagus, menuju ke lambung dank usus bermuara di kloaka. Kemudian system pencenaan pada aves, dimulai dari paruhkemudian rongga mulut, kemudian faring, pada faring terdapat pelebaran pada bagain ini yang disebut tembolok, kemudian ke lambung, usus dan bermuara pada kloaka. Dan terakhir system pencernaan pada mamalia dalam sampel yaitu marmot  makanan di kunyah kemudian masuk ke dalam mulut, kemudian menuju kerongkongan dari kerongkongan makanan menuju lambung , pada lambung proses fermentasi atau pembusukanan makanan dilakukan oleh bakteri terjadi pada sekumyang banyak mengandung bakteri. Kemudian meuju ke usus dan bermuara pada anus.



B.   Saran

Adapun saran yang dapat saya berikan setelah melakukan praktikum ini adalah agar praktikan memperhatikan betul bagian-bagian dari system pencernaan hewan yang diamati.

















DAFTAR PUSTAKA


Bevelander, Gerrit. 1988. Dasar–Dasar Histologi Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.

Campbel, dkk. 2006. Biologi Edisi Kelima Jilid 3. Jakarta: Erlangga .
H.Fried, George. 2000.  Biologi Edisi Kedua. Jakarta : Erlangga .
Anonim. Pengertian  Jaringan Otot serta Bagian Otot dan Jenis Jaringan Otot.  http.File://organisasi.org. ( 28 Juni 2011).

Tim Dosen. Penuntun Praktikum Struktur Hewan. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.2011.






Posted By Unknown 9:00 PM