BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Alat dan Bahan
1. Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah 1set alat bedah dan papan seksi 1 buah.
2. Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Ikan Mas (Cyorinus carpio), Katak (Rana cancarivora), Merpai (Columba livia),Marmot (Cavia cobaya)
B. Prosedur Kerja
1. Pengamatn I
a. Membedah Ikan Mas dan amatilah sistem pencernaan yang ada mulai dari mulut, lambung, usus, hati, pancreas, dan kantung empedu.
b. Menggambar hasil pengamatan anda.
2. Pengamatan II
a. Membedah katak dan amatilah sistem pencernaan yang ada mulai dari rongga mulut, esophagus, ventrikulus, intestinum, dan kloaka.
b. Menggambar hasil pengamatan anda.
3. Pengamatan III
a. Membedah merpati dan amatilah sistem pencernaan yang ada mulai dari paruh, rongga mulut, faring, lambung, intestinum dan kloaka.
b. Menggambar hasil pengamatan anda.
4. Pengamatan VI
a. Membedah marmot dan amatilah sistem pencernaan yang ada mulai dari mulut, lambung, usus dan anus.
b. Menggambar hasil pengamatan anda
C. Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini adalah sebagai berikut :
Tanggal : 27 Juni 2011
Waktu : Pukul 13.00 – 15.00 WITA
Tempat : Laboratorium Zoologi lantai II
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
1. Morfologi Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Keterangan gambar : 1. Pina dorsal
2. Guratan sirik
3. Caudalis pina
4. Analis
5. Pina pectoralis
6. Pelivel
7. Mulut
2. Anatomi pencernaan Ikan
Keterangan gambar :
1. Perut
2. Mulut
3. Kantung empedu
4. Usus
5. Pankreas
6. Anus
3. Morfologi Katak (Rana cancarivora)
1. Tibia Fibula
2. Kaki depan
3. Radio ulna
4. Humerus
5. Metacarpus
6. Femur
4. Anatomi Pencernaan Katak (Rana cancarivora)
Keterangan gambar :
1. Gigi
2. Esfagus
3. Lambung
4. Usus Besar
5. Usus Halus
6. Anus
5. Morfologi Merpati (Columba livia)
1. Kepala
2. Mata
3. Mulut
4. Sayap
5. Ekor
6. Kaki
6. Anatomi Pencernaan Merpati (Columba livia)
Keterangan gambar :
1. Mulut
2. Tembolok
3. Lambung
4. Usus Besar
5. Usus Halus
6. Anus
7. Morfologi Marmot (Cavia cobaya)
1. Perut
2. Telinga
3. Mata
4. Hidung
5. Mulut
6. Ekor
7. Kaki
8. Anatomi Pencernaan Marmot (Cavia cobaya)
Keterangan gambar :
1. Mulut
2. Kerongkongan
3. Hati
4. Lambung
5. Usus Besar
6. Usus Kecil
7. Anus
B. Pembahasan
1. Sistem Pencernaan Ikan mas (Cyprinus carpio)
Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakkan serta banyak menghasilkan lender, tetapi tidak menghasilkan air ludah (enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang. Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat dibelakang insang dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umunya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus.
Dari lambung makanan masuk ke usus melalui pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya, usus bermuara di anus. Kelenjar pencernaan pada ikan , meliputi hati dan pankreas. Hati merupakan kelenjar yang berukuran besar, berwarna merah kecoklatan , terletak dibagian depan rongga badan, dan menglilingi usus, bentuknya tidak tegas, terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri, serta bagian yan g menuju kea rah punggung. Fungsi hati menghasilkan empedu yang di simpan dalam kantung empedu berbentuk bulat, berwarna kehijauan terletak disebelah kanan hati, dan salurannya bermuara pada lambung. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan empedu dan disalurkan ke usus bila diperlukan. Pancreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali, fungsi pankreas, antara lain menghasilkan enzim-enzim pencernaan dan hormon insulin.
2. Sistem Pencernaan Katak (Rana cancarivora)
Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hamper sama dengan ikan, meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan salah satu binatang amphibi adalah katak makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). Saluran pencernaan katak dimulai dari rongga mulut, terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah menangkap mangsa, kemudian ke esophagus yang berupa saluran pendek, kemudian menuju ke lambung yang berbentuk kantung bila terisi makanan menjadi lebar, menuju usus usus dapat dibedakan usus halus dan tebal. Usus halus meliputi: duodenum, jejunum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloaka, dan kloaka merupaka muara bersama antara saluran pencernaan makananm saluran reproduksi, dan urine.
Kelenjar pencernaan pada amphibi, terdiri atas hati dan pancreas. Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobus. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. Pankreas berwarna kekuningan, melekat diantara lambung dan ususdua belas jari (duodenum). Pancreas berfungsi menghasilakn enzim dan hormone yang bermuara pada duodenum.
3. Sistem Pencernaan pada Merpati (Columba livia)
Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan bukung bervariasi berupa biji-bijian, hewan kecil, dan buah-buahan. Saluran pencernaan burung dimulai dari paruh yang merupakan modifikasi gigi, rongga mulut terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk. Kemudian menuju faring berupa saluran pendek, esophagus pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat. Kemudiang menuju ke lambung, lambung terdiri atas proventrikulus (lambung kelenjar) banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya tipis. Ventrikulus (lambung pengunyah), ototnya berdindingtebal. Pada burung pemakan biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama makanan. Kemudian makanan menuju usus yang terdiri dari usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka.
4. Sistem Pencernaan pada Marmot ( Cavia cobaya)
Tidak berbeda dengan hewan sebelumnya, letak perbedaan hanya pada struktur giginya , pada marmot makanan di kunyah kemudian masuk ke dalam mulut, kemudian menuju kerongkongan dari kerongkongan makanan menuju lambung , pada lambung proses fermentasi atau pembusukanan makanan dilakukan oleh bakteri terjadi pada sekumyang banyak mengandung bakteri. Kemudian meuju ke usus dan bermuara pada anus.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah sistem pencernaan pada pisces, dimulai dari rongga mulut, kemudian ke esophagus melalui faring, kemudian makanan di dorong ke lambung, masuk ke usus dan bermuara pada anus. Sistem pencernaan pada amphibi, dimulai dari rongga mulut, kemudian ke esofhagus, menuju ke lambung dank usus bermuara di kloaka. Kemudian system pencenaan pada aves, dimulai dari paruhkemudian rongga mulut, kemudian faring, pada faring terdapat pelebaran pada bagain ini yang disebut tembolok, kemudian ke lambung, usus dan bermuara pada kloaka. Dan terakhir system pencernaan pada mamalia dalam sampel yaitu marmot makanan di kunyah kemudian masuk ke dalam mulut, kemudian menuju kerongkongan dari kerongkongan makanan menuju lambung , pada lambung proses fermentasi atau pembusukanan makanan dilakukan oleh bakteri terjadi pada sekumyang banyak mengandung bakteri. Kemudian meuju ke usus dan bermuara pada anus.
B. Saran
Adapun saran yang dapat saya berikan setelah melakukan praktikum ini adalah agar praktikan memperhatikan betul bagian-bagian dari system pencernaan hewan yang diamati.
DAFTAR PUSTAKA