Showing posts with label Microbiology. Show all posts
Showing posts with label Microbiology. Show all posts

Fermentation

When oxygen is present, cellular respiration continues as pyruvic acid enters the pathways of aerobic respiration . In anaerobic conditions (when oxygen is absent), however, some cells can convert pyruvic acid into other compounds through additional biochemical pathways that occur in the cytosol. The combination of glycolysis and these additional pathways, which regenerate NAD, is known as fermentation. The additional fermentation pathways do not produce ATP. However, if there were not a cellular process that recycled NAD from NADH, glycolysis would quickly use up all the NAD in the cell. Glycolysis would then stop. ATP production through glycolysis would therefore also stop.The fermentation pathways thus allow for the continued production of ATP.

There are many fermentation pathways, and they differ in terms of the enzymesthat are used and the compounds that are made from pyruvic acid. Two common fermentation pathways result in the production of lactic acid and ethyl alcohol.
Lactic Acid Fermentation


 Fermentation

Some cells engage in lactic acid fermentation when oxygen is absent. In this process,pyruvic acid is reduced to lactic acid and NADH is oxidized to NAD.

In lactic acid fermentation, an enzyme converts pyruvic acid made during glycolysis into another three-carbon compound, called lactic acid. Lactic acid fermentation involves the transfer of one hydrogen atom from NADH and the addition of one free proton (H+) to pyruvic acid. In the process, NADH is oxidized to form NAD. The resulting NAD is used in glycolysis, where it is again reduced to NADH. Thus, the regeneration of NAD in lactic acid fermentation helps to keep glycolysis operating.
Lactic acid fermentation by microorganisms plays an essential role in the manufacture of many dairy products. Milk will ferment naturally if not refrigerated properly or consumed in a timely manner. Such fermentation of milk is considered “spoiling.” But ever since scientists discovered the microorganisms that cause this process, fermentation has been used in a controlled manner to produce cheese, buttermilk, yogurt, sour cream, and other cultured dairy products.Only harmless, active microorganisms are used in the fermentation of dairy products.
Lactic acid fermentation also occurs in your muscle cells during very strenuous exercise, such as sprinting. During this kind of exercise, muscle cells use up oxygen more rapidly than it can be delivered
to them. As oxygen becomes depleted, the muscle cells begin to switch from cellular respiration to lactic acid fermentation. Lactic acid accumulates in the muscle cells, making the cells’ cytosol more acidic.
The increased acidity may reduce the capacity of the cells to contract, resulting in muscle fatigue, pain, and even cramps. Eventually, the lactic acid diffuses into the blood and is transported to the liver,
where it can be converted back into pyruvic acid.
Alcoholic Fermentation


 Fermentation

Some cells engage in alcoholic fermentation,converting pyruvic acid into ethyl alcohol. Again,NADH is oxidized to NAD.

Some plant cells and unicellular organisms, such as yeast, use a process called alcoholic fermentation to convert pyruvic acid into ethyl alcohol. After glycolysis, this pathway requires two steps. In the first step, a CO2 molecule is removed from pyruvic acid, leaving a two-carbon compound. In the second step, two hydrogen atoms are added to the two-carbon compound to form ethyl alcohol. As in lactic acid fermentation, these hydrogen atoms come from NADH and H+, regenerating NAD for use in glycolysis.

 Fermentation
Saccharomyces

Alcoholic fermentation by yeast cells is the basis of the wine and beer industry.Yeasts are a type of fungi. These microorganisms cannot produce their own food. But supplied with food sources that contain sugar (such as fruits and grains), yeast cells will perform the reactions of fermentation, releasing ethyl alcohol and carbon dioxide in the process. The ethyl alcohol is the ‘alcohol’ in alcoholic beverages. To make table wines, the CO2 that is generated in the first step of fermentation is allowed to escape. To make sparkling wines, such as champagne, CO2 is retained within the mixture, “carbonating”the beverage.Bread making also depends on alcoholic fermentation performed by yeast cells.In this case, the CO2 that is produced by fermentation makes the bread rise by forming bubbles inside thedough, and the ethyl alcohol evaporates during baking.

Posted By Unknown 4:59 AM

Bioteknologi Tradisional (Konvensional)



Apabila kita kaji bersama, sebenarnya bioteknologi sudah diterapkan
sejak dahulu, misalnya adanya minuman sejenis bir dan anggur. Minuman
ini merupakan minuman yang berasal dari proses fermentasi (peragian)
dari penggunaan jasad hidup seperti bakteri dan jamur. Penggunaan
bakteri dan jamur ini dimanfaatkan dengan kemampuan metabolismenya untuk
mensintesis suatu produk tertentu yang bermanfaat bagi manusia.





Bioteknologi tradisional merupakan bioteknologi yang memanfaatkan
mikroba, proses biokimia dan proses genetik secara alami, misalnya
mutasi dan rekombinasi genetik.



Tahukah Anda bahwa aplikasi bioteknologi tradisional mencakup
berbagai aspek kehidupan manusia, yaitu aspek pangan, peternakan,
pertanian, dan kesehatan.





1. Pangan


Berikut ini contoh dari bioteknologi tradisional di bidang pangan, antara lain sebagai berikut.



a. Tempe, bahan dasar dari kedelai, merupakan hasil fermentasi dari jamur Rhizopus.



b. Tape, bahan dasarnya singkong atau beras ketan, merupakan hasil fermentasi dari Saccharomyces cereviceae.



c. Kecap, bahan dasarnya kacang kedelai hasil, fermentasi dari jamur Aspergillus.







Tape singkong
Tape singkong


2. Peternakan


Pada bidang peternakan misalnya:



a. hasil mutasi alam yang menghasilkan domba ankon, yaitu domba yang berkaki pendek dan bengkok;



b. sapi Jersey yang dapat menghasilkan susu dan kandungan krim yang lebih bagus.







sapi Jersey
sapi Jersey


3. Pertanian


Beberapa contoh bioteknologi tradisional di bidang pertanian adalah:



a. hidroponik, tentu Anda sudah mengetahui hidroponik merupakan cara
bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, tetapi dengan media air sebagai
pengganti tanah untuk pertumbuhan tanaman,



b. tanaman jenis mustard alami yang diteliti yang dapat menghasilkan tanaman, kubis, kembang kol, dan lain sebagainya.







Skema hidroponik
Skema hidroponik




Contoh bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik
Contoh bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik








4. Kesehatan


Di bidang kesehatan misalnya:



a. vaksin merupakan mikroorganisme yang toksinnya dimatikan dan dapat bermanfaat untuk meningkatkan imunitas.



b. antibiotik, merupakan hasil isolasi dari bakteri dan jamur yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan.





Penggunaan mikroorganisme dilakukan secara langsung dan sederhana.
Dengan cara tersebut kemungkinan akan dihasilkan zat-zat atau senyawa
penting bagi manusia.




Posted By Unknown 10:18 PM

Bioteknologi Modern


Perlu Anda ketahui bioteknologi modern sudah mulai berkembang setelah adanya penemuan struktur DNA pada tahun 1950. Bioteknologi sangat berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Pada dasarnya bioteknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Sejalan dengan perkembangan zaman dan pengetahuan, maka bioteknologi tradisional berkembang menjadi modern karena cara pengerjaannya juga lebih modern dibandingkan dengan bioteknologi tradisional. Hal ini ditunjang oleh penemuan-penemuan baru di bidang ilmu-ilmu yang lain, misalnya mikrobiologi, biokimia, genetika, biologi molekuler, biologi sel, dan fisika. Hingga saat ini telah dihasilkan beberapa terapan bioteknologi ini misalnya adanya kultur jaringan, kloning, inseminasi buatan, bayi tabung, radiasi, hodroponik, aeroponik, teknik rekombinasi gen, dan rekayasa genetik.


Bioteknologi modern merupakan bioteknologi berdasarkan pada manipulasi atau rekayasa DNA, yang dilakukan dengan memodifikasi gen-gen spesifik dan memindahkannya pada organisme yang berbeda seperti bakteri, tumbuhan, dan hewan. Seperti halnya bioteknologi tradisional, bioteknologi modern juga mencakup berbagai aspek kehidupan, yaitu aspek pangan, peternakan, pertanian, dan kesehatan.



1. Pangan


Beberapa contoh hasil bioteknologi modern adalah sebagai berikut.

a. Kentang hasil mutasi genetik yang mempunyai kadar pati dapat mengikat 20% lebih tinggi daripada biasa.


b. Tomat hasil dari manipulasi genetik sehingga tidak cepat matang, tahan lama, dan tidak cepat membusuk.


2. Peternakan


Beberapa contoh bioteknologi modern bidang peternakan.



a. Ternak unggul hasil dari manipulasi sehingga menghasilkan daging dan susu yang unggul pula.




b. Kambing identik dengan domba, sapi, dan lain-lain, hasil dari pembelahan embrio secara fisik.


3. Pertanian

Beberapa contoh hasil dari bioteknologi modern di bidang pertanian adalah sebagai berikut.



a. Jagung dan kapas setelah gennya dimanipulasi dapat resisten terhadap serangan penyakit gen tertentu.




b. Hasil radiasi dari seleksi biji-bijian kedelai menghasilkan tanaman
kedelai tengger dan kedelai hijau camar yang berumur pendek dengan
produktivitas tinggi.

Kedelai super hasil rekayasa genetik
Kedelai super hasil rekayasa genetik


4. Kesehatan


Beberapa contoh hasil dari bioteknologi modern di bidang kesehatan adalah:




a. manipulasi produksi vaksin dengan menggunakan Eschericia coli di bidang pangan agar lebih efisien;



b. hormon pertumbuhan somatotropin hasil dari Eschericia coli.

Posted By Unknown 10:16 PM

Bioteknologi Dengan Menggunakan Mikroorganisme


Pada umumnya bioteknologi menggunakan mikroorganisme karena dapat tumbuh
dengan cepat, mengandung protein yang cukup tinggi, dapat menggunakan
produk-produk sisa sebagai substratnya misalnya dari limbah dapat
menghasilkan produk yang tidak toksik dan reaksi biokimianya dapat
dikontrol oleh enzim organisme itu sendiri. Bioteknologi dengan
menggunakan mikroorganisme dapat menghasilkan makanan dan minuman,
penghasil obat, pembasmi hama tanaman, pengolah limbah, pemisah logam
dari bijih logam.








1. Mikroorganisme Pengubah dan Penghasil Makanan dan Minuman





Proses fermentasi dari suatu organisme dapat mengubah suatu makanan dan
minuman. Ingatlah kembali pelajaran Metabolisme, proses fermentasi
merupakan perubahan enzimatik secara anaerob dari suatu senyawa organik
dan menjadi produk organik yang lebih sederhana. Mengapa mikroorganisme
dijadikan sebagai sumber makanan? Hal tersebut disebabkan mikroorganisme
dapat tumbuh menjadi dua kali lipat dan juga massa mikroba minimal
mengandung 40% protein dan memiliki kandungan vitamin dan mineral yang
tinggi. Beberapa jenis mikroorganisme dalam produk makanan dan minuman
adalah sebagai berikut:





a. Pembuatan Tape


Tape merupakan makanan hasil fermentasi yang mengandung alkohol. Makanan
ini dibuat dari beras ketan ataupun singkong dengan jamur Endomycopsis fibuligera, Rhizopus oryzae, ataupun Saccharomyces cereviceae
sebagai ragi. Ragi tersebut tersusun oleh tepung beras, air tebu,
bawang merah dan putih, kayu manis. Sebelum membuat tape perlu
diperhatikan untuk menghasilkan kualitas yang bagus, warnanya menarik,
rasanya manis dan strukturnya lembut dengan menggunakan cara antara
lain:




a. bahan dasar singkong atau beras ketan memiliki kualitas baik;

b. memperhitungkan macam dan banyak ragi yang digunakan;

c. memilih cara pemasakan bahan dasar (ditanak atau direbus);

d. memilih cara menyimpan tape (dengan plastik atau daun);

e memperhatikan keadaan lingkungan pada saat menyimpannya.




Adakalanya pembuatan tape ketan dilanjutkan yang akhirnya akan menghasilan brem, baik untuk diminum atau untuk kue.





b. Pembuatan Tempe


Tempe adalah makanan yang populer di negara kita. Meskipun merupakan
makanan yang sederhana, tetapi tempe mempunyai atau mengandung sumber
protein nabati yang cukup tinggi. Tempe terbuat dari kedelai dengan
bantuan jamur Rhizopus sp. Jamur ini akan mengubah protein
kompleks kacang kedelai yang sukar dicerna menjadi protein sederhana
yang mudah dicerna karena adanya perubahan-perubahan kimia pada protein,
lemak, dan karbohidrat. Selama proses fermentasi kedelai menjadi tempe,
akan dihasilkan antibiotika yang akan mencegah penyakit perut seperti
diare.





c. Pembuatan Oncom


Pernahkan Anda makan oncom? Oncom merupakan makanan yang dikenal di
kawasan Jawa Barat. Oncom terbuat dari ampas tahu, yaitu ampas kedelai
dengan bantuan jamur Neurospora sitophila. Jamur ini dapat
menghasilkan zat warna merah atau oranye yang merupakan pewarna alami.
Neurospora dapat mengeluarkan enzim amilase, lipase protease yang aktif
selama proses fermentasi. Selain itu, juga dapat menguraikan bahan-bahan
dinding sel ampas kacang kedelai, singkong, atau kelapa. Fermentasi ini
juga menyebabkan terbentuknya sedikit alkohol dan berbagai ester yang
beraroma sedap.





d. Pembuatan Kecap


Kecap terbuat dari kacang kedelai berwarna hitam. Untuk mempercepat
fermentasi biasanya dicampurkan sumber karbohidrat atau energi yang
berbentuk tepung beras atau nasi, sedangkan warna larutan kecap yang
terjadi, tergantung pada waktu.




Perendaman kedelai dilakukan dalam larutan garam, maka pembuatan kecap
dinamakan fermentasi garam. Fermentasi pada proses pembuatan kecap
dengan menggunakan jamur Aspergillus wentii dan Rhizopus sp.
Coba Anda perhatikan beberapa kecap di pasaran, ada yang kental, ada
pula yang encer. Kecap yang kental karena banyak ditambahkan gula merah,
gula aren, atau gula kelapa, sedangkan kecap yang encer dikarenakan
mengandung lebih banyak garam. Ada juga kecap ikan, kecap udang, dan
sebagainya. Itu bisa dilakukan karena selama proses pembuatan ada
penambahan sari ikan ataupun sari udang ke dalamnya.





e. Pembuatan Asinan Sayur


Asinan sayuran merupakan sayuran yang diawetkan dengan jalan fermentasi asam. Bakteri yang digunakan adalah Lactobacillus sp., Streptococcus sp., dan Pediococcus.
Mikroorganisme tersebut mengubah zat gula yang terdapat dalam sayuran
menjadi asam laktat. Asam laktat yang terbentuk dapat membatasi
pertumbuhan mikroorganisme lain dan memberikan rasa khas pada sayuran
yang difermentasi atau sering dikenal dengan nama ‘acar’.




Bagaimana cara membuat asinan sayuran? Untuk mengetahuinya lakukan percobaan berikut ini:





Tujuan : Membuat asinan sayuran

Alat dan Bahan : 


1. Kubis segar

2. Pisau

3. Stoples atau wadah yang bersih

4. Garam dan air




Cara Kerja :

1. Sediakan kubis segar sekitar 1-2 kg, rajang/iris-iris menjadi kecil
dan tempatkan ke dalam tempat bersih yang ditutup misalnya stoples.




2. Tambahkan air bersih secukupnya ke dalam stoples, sampai menggenangi permukaan kubis.




3. Tambahkan garam dapur 2,5%, aduk hingga rata.





4. Bagian atas tempat ditutup dengan lembaran plastik yang diikat hingga tidak ada lubang untuk udara luar memasukinya.




5. Setelah 3 – 5 hari, ukurlah nilai derajat keasaman dengan menggunakan
kertas pH. Jika sudah asam berarti proses tersebut sudah selesai dan
siap digunakan. Dapat juga ditambahkan bumbu sesuai

dengan selera.




Catatan :

Jika derajat keasamannya sudah sesuai, berarti prosesnya berjalan dengan
baik dan di dalam tempat didapatkan banyak asam organik, khususnya asam
laktat yang dapat dipergunakan untuk pengawetan bahan makanan, sayuran,
atau buah-buahan. Cobalah Anda membuat asinan dengan menggunakan buah
misalnya mentimun!





f. Pembuatan Roti


Jika Anda makan roti atau donat, pernahkah Anda berpikir bila pembuatan
roti atau donat itu sebenarnya juga melalui proses fermentasi? Proses
fermentasi ini dibantu dengan bantuan yeast atau khamir
yaitu sejenis jamur. Jika Anda mempunyai kesempatan memperhatikan
pembuatan roti atau donat, maka adonan tepung akan mengembang. Mengapa
bisa mengembang?





Yeast yang ditambahkan pada adonan tepung akan menjadikan proses
fermentasi, yaitu akan menghasilkan gas karbon dioksida dan alkohol. Gas
karbon dioksida tersebut dapat berguna untuk mengembangkan roti,
sedangkan alkohol dibiarkan menguap. Selanjutnya, akan terlihat jika
adonan tersebut dioven akan tampak lebih mengembang dan ukurannya
membesar, hal ini dikarenakan gas akan mengembang jika temperatur
tinggi. Hasilnya seperti yang Anda lihat roti akan berwarna kekuningan
dan lembut, tetapi jika tidak beruntung roti akan keras dan padat
(bantat), coba Anda pikirkan!





g. Pembuatan Keju


Pada umumnya keju disukai banyak orang. Keju dibuat dari air susu yang diasamkan dengan memasukkan bakteri, yaitu Lactobacillus bulgarius dan Streptococcus thermophillus.
Untuk mengubah gula susu (laktosa) menjadi asam susu (asam laktat) susu
dipanaskan terlebih dahulu pada suhu tertentu dengan maksud untuk
membunuh bakteri yang berbahaya agar berhasil dalam proses pembuatannya.
Selanjutnya, ditambahkan campuran enzim yang mengandung renin untuk
menggumpalkan susu sehingga terbentuk lapisan, yaitu berupa cairan susu
yang harus dibuang, sedangkan bagian yang padat diperas dan dipadatkan.
Enzim tersebut akan menambah aroma dan rasa, juga akan mencerna protein
dan lemak menjadi asam amino.





keju romano


Pada umumnya keju dapat dikelompokkan menurut kepadatannya yang
dihasilkan dalam proses pemasakan. Keju menjadi keras apabila
kelembabannya kecil dan pemampatannya besar. Jika masa inkubasinya
semakin lama, maka keasamannya makin tinggi sehingga cita rasanya makin
tajam. Misalnya, keju romano, parmesan sebagai keju sangat keras, keju
cheddar, swiss sebagai keju keras yang berperan Propioniobacterium sp., keju roqueorforti yang berperan Pennicilium reguerforti sebagai keju setengah lunak, keju camemberti sebagai keju lunak yang berperan Pennicilium camemberti.









h. Pembuatan Yoghurt


Yoghurt merupakan minuman yang terbuat dari air susu. Apabila
dibandingkan dengan susu biasa, yoghurt dapat memberikan efek pengobatan
terhadap lambung dan usus yang terluka. Selain itu, yoghurt dapat
menurunkan kadar kolesterol dalam darah sehingga mencegah penyumbatan di
pembuluh darah.




Dalam proses pembuatannya, air susu dipanaskan terlebih dahulu agar
tidak terkontaminasi bakteri yang lain. Setelah dingin, ke dalam air
susu dimasukkan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus termophillus. Susu dibiarkan selama 4-6 jam pada suhu 38oC – 44o C atau selama 12 jam pada suhu 32oC.
Pada masa inkubasi akan dihasilkan asam laktat, asam inilah yang
membuat yoghurt berasa asam, dapat juga ditambahkan dengan buah, kacang,
atau rasa lain yang diinginkan.



Yoghurt mengandung jutaan bakteri menguntungkan sehingga sanggup menekan
bakteri yang merugikan dalam saluran pencernaan, yoghurt juga lebih
mudah dicerna dibandingkan susu biasa.



Beberapa jenis makanan hasil fermentasi dapat Anda lihat pada Tabel berikut ini!






Tabel Makanan Hasil Fermentasi
Tabel Makanan Hasil Fermentasi



i. Minuman Beralkohol

Coba Anda sebutkan minuman yang beralkohol! Anggur dan bir merupakan
sebagian dari contohnya. Mikroorganisme yang digunakan adalah khamir
dari genus Saccharomyces. Minuman yang sangat terkenal yaitu anggur
sebenarnya adalah buah anggur yang sudah mengandung gula sehingga dapat
digunakan secara langsung oleh ragi selama proses fermentasi. Pada
proses pembuatan minuman ini sudah tidak diperlukan tambahan gula lagi,
apabila ingin menambah cita rasa dapat ditambahkan buah-buahan dan gula
secukupnya.



Bakteri yang digunakan adalah bakteri yang bersifat asam laktat karena
buah anggur mengandung asam malat yang tinggi. Bakteri tersebut akan
mengubah asam malat menjadi asam laktat yang lemah dan proses ini
disebut fermentasi malolaktat sehingga hasil minumannya memiliki rasa
yang lebih baik dan sedikit asam. Coba Anda perhatikan proses
pembuatannya pada Gambar berikut ini!






Proses pembuatan minuman anggur
Proses pembuatan minuman anggur

Bir sebenarnya merupakan produk yang berasal dari tepung biji
padi-padian yang difermentasi oleh ragi. Hanya ragi tersebut tidak bisa
menggunakan tepung itu secara langsung. Cara pembuatannya, yaitu biji
padi-padian dibiarkan untuk berkecambah terlebih dahulu, kemudian
dikeringkan lalu digiling, hasilnya disebut dengan malt yang berupa
glukosa dan maltosa, dan proses perubahan tersebut dinamakan dengan
malting. Selanjutnya baru difermentasi oleh ragi menjadi etanol dan
karbondioksida.



j. Protein Sel Tunggal (PST)

Mengingat jumlah penduduk yang semakin meningkat dan masalah penyediaan
bahan pangan yang semakin berkurang terasa adanya ketidakseimbangan
antara hasil pertanian dan kebutuhan, bahkan sumber protein yang belum
mencapai sasaran sehingga diperlukan cara baru melalui teknologi dengan
hasil teknoprotein yang dinamanakan Protein Sel Tunggal (PST).



Protein sel tunggal merupakan protein yang dihasilkan oleh
mikroorganisme misalnya ganggang, bakteri dan berada di dalam sel
mikroorganisme tersebut. Mikroorganisme tersebut memiliki protein yang
beratnya mencapai 80% dari berat total sel. Jika mikroorganisme tersebut
memiliki kemampuan reproduksi yang sangat cepat, maka akan dihasilkan
protein dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat.






Protein sel tunggal
Protein sel tunggal

Contohnya :

a. Ganggang hijau Chlorella. Ganggang ini hidup di air tawar yang menghasilkan protein yang dapat dimanfaatkan untuk makanan tambahan.



b. Ganggang Spirulina juga merupakan sumber protein sel tunggal.



c. Bakteri Methylophillus methylotrophus, bakteri ini memilik
kandungan protein, yaitu asam nukleat (asam inti) yang tinggi yang sulit
dicerna, dapat diolah dan digunakan sebagai makanan ternak.






Jenis mikroba penghasil PST
Jenis mikroba penghasil PST







2. Mikroorganisme Penghasil Obat



Mikroorganisme juga dapat membantu di bidang kesehatan yaitu dalam pengobatan, misalnya digunakan untuk antibiotik dan vaksin.



a. Antibiotik

Antibiotik sebenarnya merupakan suatu zat kimia hasil dari
mikroorganisme yang dapat menghambat pertumbuhan atau mematikan
mikroorganisme lainnya. Pembuatan antibiotik ini harus dalam lingkungan
steril agar terhindar dari kontaminasi yang mungkin terjadi, sehingga
pertumbuhan mikroorganisme yang diinginkan dapat optimal dan
menghasilkan produk yang optimal juga. Antibiotik ini pertama kali
ditemukan oleh Alexander Fleming yang diberi nama Penicilin yang dihasilkan oleh Penicillium.
Jamur ini hidup dengan menyerap makanan dari lingkungan yang digunakan
untuk metabolisme, bahkan dapat menghasilkan zat yang disekresikan ke
lingkungannya dan dapat membunuh mikroorganisme lain. Beberapa kelompok
dari antibiotik adalah sebagai berikut.



1) Penicilin

Penicilin ini dapat menghambat infeksi dengan mencegah terbentuknya
dinding sel bakteri sehingga tidak membahayakan sel manusia. Jadi,
apabila Anda sakit disebabkan oleh bakteri atau virus, maka penggunaan
antibiotik ini tidak ada gunanya.



Komponen utama penicilin adalah penisilin G yang dapat diubah menjadi
bentuk-bentuk lain. Penicilin G terdegradasi oleh asam lambung sehingga
lebih baik penicilin diberikan melalui suntikan. Ada juga jenis
penicilin yang tidak dipengaruhi oleh asam lambung, dapat berupa sirup
atau tablet.



2) Tetrasiklin

Perlu Anda ketahui tetrasiklin dihasilkan dari bakteri Streptomycin aureofaciens.
Tetrasiklin mengikat kalsium dan diakumulasi dalam tulang dan gigi yang
sedang berkembang. Tetrasiklin aktif melawan bakteri yang memiliki
larutan yang sama dengan penicilin.



3) Sefalosporin

Sefalosporin dihasilkan oleh jamur Cephalosporium. Sefalosporin yang terbaru sangat efektif untuk melawan bakteri yang resisten terhadap penicilin.



4) Eritromisin

Eritromisin bermanfaat untuk melawan bakteri yang resisten terhadap
penicilin atau dapat digunakan untuk pasien yang alergi terhadap
penicilin.



5) Vaksin

Pada masa ini berjuta-juta orang melakukan vaksinasi terutama bagi
anak-anak yang masih kecil. Vaksin telah membantu dalam pencegahan
serangan penyakit. Vaksin berasal dari mikroorganisme yang telah
dilemahkan atau dimatikan. Vaksin pada umumnya dimasukkan dengan
suntikan atau oral ke dalam tubuh manusia agar aktif melawan
mikroorganisme tersebut. Contohnya, vaksin disentri, tetanus, dan
lain-lain.





3. Mikroorganisme Pembasmi Hama Tanaman




Salah satu cara untuk mengurangi pencemaran lingkungan adalah penggunaan
mikroorganisme sebagai pengendali hayati dalam membasmi hama tanaman.
Pengendalian hama dapat digunakan dengan musuh alam; misalnya bakteri di
tanah dan tanaman yaitu Bacillus thuringiensis. Bakteri ini
dikembangkan menjadi insektisida mikrobial, yang menghasilkan protein
kristal yang dapat membunuh serangga, yaitu larva atau ulat serangga.



Tahukah Anda, Bacillus thuringiensis sekarang ini dikembangkan dengan
campuran tertentu, dapat sebagai perekat dan langsung disemprotkan pada
tanaman pertanian.





Saat ini telah ditemukan bakteri yang mampu membersihkan limbah beracun
sekaligus menghasilkan listrik. Dapat digunakan untuk menjalankan
peralatan listrik berdaya rendah. Penelitian dilakukan oleh Charles Miliken dan Harold May
dari Universitas Kedokteran Carolina Selatan. Desulfitobacteria
berhasil mengungkap kemampuannya untuk menghancurkan dan mengatasi
polutan yang paling bermasalah yaitu PCB (Poychlorinated biphenyl) dan beberapa larutan kimia.








4. Mikroorganisme Yang Berperan Dalam Bidang Industri





a. Sebagai Penghasil Energi


Minyak bumi dan batu bara semakin lama akan semakin habis karena
merupakan sumber daya alam tidak dapat diperbarui dan cadangannya
semakin tipis. Apabila kebutuhan manusia meningkat apa yang akan
terjadi? Saat ini sudah dikembangkan gas bio sebagai penghasil energi.
Apa yang dimaksud dengan gas bio? Gas bio merupakan gas metana yang
diproduksi oleh mikroorganisme di dalam medium kotoran ternak dengan
tangki fermenter.





Prosesnya mikrooganisme mencerna kotoran menjadi gas metana, gas ini
kemudian dapat dialirkan ke rumah-rumah sebagai penghasil energi seperti
gas elpiji. Limbahnya sangat baik untuk pupuk tanaman. Agar lebih jelas
lihat Gambar berikut:







Pembuatan gas bio
Pembuatan gas bio







b. Sebagai Pencerna Limbah


Limbah organik di rumah tangga, industri, pasar pada umumnya dibuang ke
sungai yang dapat mengakibatkan pencemaran. Mikroorganisme dapat
mengolah limbah melalui penguraian secara aerob dan anaerob. Secara
aerob pada beberapa mikroorganisme (bakteri, protista, dan jamur) yang
menguraikan materi organik dari limbah menjadi mineral-mineral, gas-gas,
dan air. Hal tersebut membutuhkan banyak oksigen. Pemrosesan limbah ada
dua materi, yaitu menggunakan lumpur aktif dan proses menggunakan
saringan tetes.




Sistem pengolahan dengan lumpur aktif merupakan pengolahan limbah cair
yaitu bakteri aerobik dalam suatu bak limbah yang telah diberi aerasi,
bertujuan untuk menurunkan bahan organik yang mengandung karbon atau
nitrogen dalam limbah. Sedangkan sistem pengolahan dengan saringan tetes
merupakan pengolahan limbah cair yang menggunakan biofilum yang
merupakan lapisan mikroorganisme yang menutupi hamparan saringan atau
filter pada dasar bak limbah. Hamparan tersebut berupa tumpukan arang,
plastik, dan kerikil. Penguraian secara anaerob merupakan proses
biologis gas bio (gas metan= CH4). Gas bio dapat berguna sebagai sumber energi alternatif yaitu pembakaran untuk menghasilkan listrik.



Tahukah Anda bahwa bakteri dapat mencerna limbah? Bakteri tersebut
dimasukkan dalam bak yang berisi limbah yang diberi lubang untuk
masuknya udara (aerator), sehingga limbah akan terurai dan dapat dibuang
ke lingkungan yang airnya sudah dipisahkan dari endapannya. Misalnya
limbah logam berat yaitu Chromium, limbah tersebut dapat direduksi oleh
bakteri Enterobacter cloaceae sehingga tidak akan membahayakan lagi bagi manusia.



c. Sebagai Pemisah Logam Berat






Pemisahan logam dari bijinya
Pemisahan logam dari bijinya

Bakteri Thiobacillus ferroxidans dan Thiobacillus oxidans
termasuk khemolitotrof, yaitu bakteri pemakan batuan yang tumbuh subur
di tempat pertambangan, peranannya sangat penting karena dapat
mengekstraksi berbagai jenis logam. Bakteri ini dapat memperoleh
energinya dari oksidasi zat anorganik, yaitu besi dan belerang. Bakteri
ini juga dapat tumbuh dengan subur dalam lingkungan tanpa adanya zat
organik, dia mampu mengekstrak karbon secara langsung dari karbon
dioksida di atmosfer. Pemanfaatan mikrorganisme ini untuk memisahkan
logam dari bijih logam yang diterapkan
di tambang logam karena logam tidak bisa dimanfaatkan jika terikat dengan bijihnya.



d. Penghasil Asam Amino

Pada makanan sering ditambahkan monosodium glutamat, yaitu sebagai
penambah cita rasa. Tahukah Anda lebih dari 165.000 ton asam glutamat
telah digunakan untuk pembuatan monosodium glutamat. Asam-asam amino itu
antara lain lisin, lisin ini terdapat pada manusia, hanya tingkatnya
rendah. Bakteri yang dapat menghasilkan asam amino adalah Corinebacterium glutamicum
mampu untuk menghasilkan asam glutamat. Untuk itu mikroorganisme ini
digunakan sebagai menjadi produk utama industri, yaitu penghasil asam
amino.



e. Meningkatkan Produksi Pertanian

Apa manfaat dari bakteri Rhizobium pada tanaman polong? Coba
ingat kembali! Bakteri ini mampu menambat nitrogen sehingga tanaman akan
menjadi subur. Saat ini telah dikembangkan strain (galur) bakteri yang
mampu menambat nitrogen secara efektif yang dinamakan legin. Legin dapat
disimpan dan dibiarkan ke dalam medium untuk dijual. Caranya yaitu
dengan menyebarkannya di ladang dengan tujuan agar tanaman polong dapat
bersimbiosis dengan bakteri ini.


Bakteri Bacillus thuringiensis telah dikembangbiakkan karena
kemampuannya untuk mematikan ulat yang menjadi hama tanaman, dengan cara
menyemprotkan ke lahan pertanian. Hal ini merupakan cara pengendalian
biologi atau hayati yang tidak menimbulkan pencemaran.



f. Penghasil Alkohol

Coba Anda amati produk dari etanol dan spirtus yang ada di pasaran saat
ini. Jika Anda terkena spirtus, maka spirtus akan segera menguap karena
mengandung alkohol. Tahukah Anda sebenarnya alkohol? Alkohol ini
merupakan hasil fermentasi dari khamir, yaitu Saccharomyces cereviceae. Mikroorganisme tersebut dapat mengubah karbohidrat menjadi alkohol dan karbon dioksida.


Banyak sekali manfaat alkohol, di antaranya sebagai bahan bakar
mesin karena mempunyai kelebihan mesin dapat menyala lebih lama, tidak
menyebabkan polusi, dan tidak meningkatkan kadar karbondioksida di
atmosfer.

Posted By Unknown 10:15 PM

Laporan Praktikum Farmasetika : Pulveres dan Pulvis

  1. TUJUAN :
Mahasiswa
dapat membuat sediaan obat dalam bentuk pulveres dan pulvis ( serbuk
terbagi dan serbuk tidak terbagi ) dengan baik, dengan permasalahan
serbuk bersifat higroskopis dan pembuatan pulvis dengan metode pulverization by intervention.





































Unik, Jamur SpongeBob Ditemukan di Kalimantan






Hutan Kalimantan menyimpan sejuta kekayaan, disana peneliti menemukan jamur spesies baru yaitu Spongiforma squarepantsii. Mengingatkan kita pada si tokoh kartun? Memang iya. Nama ilmiah itu diambil dari tokoh kartun SpongeBob Squarepants.


http://static.inilah.com/data/berita/foto/1611202.jpg

Penemuan jamur spons laut ini sebenarnya bukan kali pertama. S. squarepantsii ditemukan pertama kali pada 2010 di Lambir Hills Sarawak, Malaysia, oleh peneliti dari San Francisco State University.


Setelah diamati di bawah mikroskop elektron, peneliti menemukan area
produksi spora pada jamur ini kelihatan seperti dasar laut yang dilapisi
spons.


Jamur berwarna oranye ini berbau tajam dan jika ditetesi bahan kimia
ia akan berubah warna jadi ungu. Ciri khasnya tidak berkepala, tidak
bertangkai, dan seperti spons ia akan kembali ke bentuk semula jika
diremas.


Dennis Desjardin, profesor ekologi dan evolusi Departemen Biologi
SFSU mengatakan, “Bentuknya mirip spons. Dalam keadaan basah, jamur ini
bisa diperas dan keluar air, setelah itu bentuknya kembali seperti sedia
kala. Sedangkan jamur umumnya tidak begitu.”


Sumber :


inilah.com

Posted By Unknown 3:13 PM

Protista 2

Tubuh protista ada yang tersusun atas satu sel saja (uniseluler) contohnya protozoa dan euglenophyta, ada pula yang tersusun atas banyak sel contohnya protista yang mirip jamur (tumbuhan). Organisme protista berdasarkan ciri yang dimikilinya ada yang mirip hewan, seperti tumbuhan dan ada yang seperti jamur. Berdasarkan pola perolehan atau pengolahan makanannya, maka protista dikategorikan dalam tiga kelompok dasar yaitu:


  1. Kelompok Protozoa (Protista mirip hewan)
  2. Kelompok Alga (Protista mirip tumbuhan)
  3. Kelompok Jamur lendir dan jamur air


Atas dasar pengelompokkan di atas marilah kita pelajari satu persatu yang pertama tentang:



Protozoa (Protista mirip hewan)



  • Protozoa berasal dari kata protos yang berarti pertama dan zoon yang berarti hewan
  • Sehingga disebut sebagai hewan pertama atau mudahnya hewan tingkat rendah yang hanya bersel satu (maka dikelompokkan protista)


Ciri-ciri protozoa

  • Protozoa merupakan hewan bersel tunggal ( unicellulair)
  • eukaryotik
    - berinti sejati (inti dilindungi oleh membran inti ) sehingga
    substansi genetik/ kromosom terpisah dengan sitoplasma karena ada
    pembatas membran inti ( caryotheca)
  • selnya
    tidak memiliki dinding sel. namun jika lingkungan kurang baik dapat
    membentuk lapisan pelindung yang tebal disebut Kista / cysta setelah
    lingkungan baik kista pecah
  • Ukurannya antara 3 – 1000 mikron merupakan organisme mikroskopis
  • bersifat heterotrof artinya makanan tergantung organisme lain (menncari makanan dengan phagosit)
  • Tempat hidupnya adalah tempat yang basah yang kaya zat organik, air tawar atau air laut
  • dalam rantai makanan sebagai zooplakton
  • beberapa jenis bersifat parasit dan menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak
  • Bentuk tubuh protozoa berbeda-beda pada fase yang berbeda dalam siklus hidupnya.
  • Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau bulu cambak (flagel).
  • Beberapa
    protozoa memiliki fase vegetatif yang bersifat aktif yang disebut
    tropozoit dan fase dorman dalam bentuk sista. Tropozoit akan aktif
    mencari makan dan berproduksi selama kondisi lingkungan memungkinkan.
    Jika kondisi tidak memungkinkan kehidupan tropozoit maka protozoa akan
    membentuk cysta.
  • cysta
    merupakan bentuk sel protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal
    mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri. Pada saat sista
    protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah.
  • Pada umumnya protozoa berkembangbiak dengan membelah diri.
Penggolongan Protozoa

Berdasarkan alat gerak yang dimilikinya Phyllum Protozoa dibedakan menjadi 4 Kelas yaitu:



RSCM

  • RSCM artinya Bukan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau Rumah Sakit Cepet Mati tetapi
  1. Rhizopoda
  2. Sporozoa
  3. Ciliata
  4. Mastigophora OK
Perhatikan gambar ini



KELAS PTOTOZOA

  1. Rhizopoda atau
    Sarcodina (Rhizoid = akar, podos = kaki) yaitu protozoa yang bergerak
    dengan menggunakan pseudopodia (kaki semu), misal Amoeba, Foraminifera ,
    Radiolaria , Arcella , Entamoeba coly , entamoeba histolytica ,
    Entamoeba disentri.
  2. Sporozoa (Spora = alat reproduksi) yang dapat tumbuh menjadi individu baru

    Semua protozoa yang tidak memiliki alat gerak khusus dan berkembangbiak
    dengan spora digolongkan dalam fillum sporozoa, misalnya Plasmodium.
  3. Cilliata atau Cilliophora (Cillia = bulu getar)

    Protozoa yang memiliki bulu getar pada seluruh permukaan (membran
    selnya) digolongkan dalam kelompok (Ciliata), misalnya Paramecium,
    Vorticella , Stentor , Didinium , Balantidium coly
  4. Mastigophora
    atau Flagellata (Flagellum = Cambuk)memiliki alat gerak berupa cambuk
    dan disebut cambuk getar Contohnya: Trypanosoma, Leishmania donovani ,
    Trichomonas vaginalis, Giardia lamblea


Rhizopoda atau Sarcodina



CIRI RHIZOPODA





  • Berkembang biak secara vegetative dengan membelah diri.
  • Kebanyakan hidupnya di air tawar dan air laut.
  • Makanannya diambil dengan cara fagosit
  • Hewan
    ini memiliki kaki semu yang berfungsi sebagai alat gerak dan penangkap
    mangsa. Kaki semu merupakan penjuluran dari sebagian protoplasma.
  • Geraknya disebut gerak amoeboid.
  • Di
    dalam endoplasm,a terdapat satu atau lebih inti, vakuola makanan dan
    vakuola kontraktil. Vakuola kontraktil terdapat pada semua rhizopoda air
    tawar.
  • Vakuola makanan berfungsi untuk mencerna makanan sedangkan vakuola kontraktll berfungsi sebagai alat ekskresi.
  • Vakuola
    kontraktil juga berfungsi memelihara keseimbangan osmosis sel sehingga
    mencegah pengembangan di luar batas yang dapat menagkibatkan rhizopoda
    pecah.
  • Pernafasannya dilakukan dengan difusi memakai seluruh permukaan tubuhnya.
  • Bergerak dengan menggunakan kaki semu atau pseupodia , gerakan menangkap mangsa dll
  • Tubuh ada yang terbungkus oleh cangkang misalnya


  1. Foraminifera untuk indikator adanya minyak bumi
  2. Radiolaria untuk bahan penggosok
  3. dan Arcella.


  • Hewan bersel satu hidup bebas atau hidup sebagai parasit.
  • Amoeba yang hidup bebas di tanah yang berair dan banyak mengandung bahan organik, contohnya: Amoeba proteus
Sedangkan Amoeba yang bersifat parasit di dadalam tubuh disebut Entamoeba seperti

  1. Entamoeba ginggivalis terdapat dirongga mulut merusak gusi
  2. Entamoeba histolytica/ Entamoeba disentri di dalam usus manusia
  • Struktur tubuhnya terdapat bagian nucleus , vacuola makanan , sitoplasma dll


  • berkembang biak dengan membelah diri / pembelahan biner / pembelhan sel secara amitosis
  • Jika kita lihat tubuh amoeba maka dapatlah kita melihat bahwa tubuhnya dapat berubah-ubah.
  • Pada
    tubuh bagian luar terdapat membran sel (membran plasma). Membran plasma
    berfungsi sebagai pelindung isi sel, mengatur pertukaran zat misalnya
    zat makanan, ekskresi.
  • Alat gerak yang digunakan adalah dengan membentuk pseudopodia serta dapat menangkap rangsangan kimia dari luar tubuhnya.
  • Bagian dalam terdapat sitoplasma yang dibedakan menjadi ektoplasma (bagian luar) dan endoplasma (bagian dalam).
  • Cara bergerak Amoeba dengan menggunakan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran dari sitoplasma.
  • Pseudopodia digunakan untuk bergerak dan menelan mangsa (makanannya).
  • Beberapa jenis amoeba membentuk sista dan di dalam sista terjadi pembelahan secara amitosis.
  • Sista akan dikeluarkan bersama faeses (tinja), kemudian tersebar pada makanan dan minuman, akhirnya disebarkan oleh lalat.
Rhizopoda ini ternyata bisa dikelompokkan lagi menjadi beberapa Ordo



Kelas rhizopoda dibagi menjadi 5 ordo yakni :
  1. Ordo
    Lobosa : Cirri-cirinya : mempunyai pseudopodia pendek dan tumpul serta
    terdapat perbedaan yang jelas antara ektoplasma serta endoplasma.
  2. Ordo filosa : Cirri-cirinya : mempunyai pseudopodia halus seperti benang dan becabang-cabang.
  3. Ordo foraminifera : Cirri-cirinya : mempunyai pseudopodia panjang dan halus.
  4. Ordo
    helioza : Cirri-cirinya : mempunyai pseudopodia berbentuk benag yang
    radien dan antarfilamen tidak pernah bersatu membentuk jala atau
    anyaman.
  5. Ordo
    radiolarian : Cirinya : mmpunyai pseudopodia berupa benang-benang halus
    yang tersusun radier dan bercabang-cabang membentuk jala (anyaman).


2. Fillum Sporozoa

Semua anggota filum Sporozoa tidak memiliki alat gerak dan bersifat
parasit, tubuh terbentuk bulat atau bulat panjang.
Perkembangbiakan/siklus hidupnya dapat dibagi atas tiga stadium:

  1. Schizogoni -Terbentuk secara membelah dan terjadi setelah menginfeksi inang
  2. Sporogoni -Pembentukan spora di luar inang dan merupakan stadium efektif.
  3. Gamogoni / gametogenesos : Tahap pembentukan sel-sel gamet terjadi di dalam tubuh inang perantara atau nyamuk.
Contoh-contoh Sporozoa antara lain:

  1. Plasmadium vivax, penyebab penyakit malaria tertiana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 48 jam.
  2. Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria Quartana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 72 jam.
  3. Plasmodium falcifarum, penyebab penyakit malaria tropika dengan gejala demam yang tidak teratur.
  4. Plasmadium
    ovale, disebut malaria ovale tertiana, akan tetapi gejala demamnya
    lebih ringan daripada malaria tertiana yang disebabkan Plasmodium vivax.
Keempat contoh di atas adalah merupakan penyakit yang banyak ditemukan serta menyerang manusia.



DAUR HIDUP PLASMODIUM


Siklus /daur hidup Plasmodium membutuhkan 2 inang mahkluk hidup

  1. tubuh manusia
  2. tubuh nyamuk Anopheles betina :


Daur Hidup Plasmodium



Keterangan :

  1. Nyamuk Anopheles betina menggigit, menghisap darah manusia kemudian mengeluarkan air liur yang mengandung sporozoit.
  2. Bersama aliran darah sporozoit menuju hati, selama ± 3 hari.
  3. Sporozoit
    membelah menjadi 8 – 32 merozoit, keluar dari hati kemudian menginfeksi
    sel hati lain dan membentuk merozoit baru. Akibatnya sel hati banyak
    yang rusak.
  4. Gejala demam terjadi ketika merozoit melisiskan sel darah merah dalam jumlah banyak.
  5. Gejala demam terjadi ketika merozoit melisiskan sel darah merah dalam jumlah banyak.
  6. Jika
    darah si penderita digigit nyamuk Anopheles dan menghisap darah
    penderita tadi maka makrogametosit dan mikrogametosit akan ikut terhisap
    dan masuk ke dalam tubuh nyamuk.
  7. Di
    dalam kelenjar ludah nyamuk makrogametosit dan mikrogametosit
    berkembang menjadi makrogamet (ovum) dan mikrogamet (sperma). Prosesnya
    dinamakan gametogonia atau gametogenesis. terjadi fertilisasi sehingga
    terbentuklah zigot
  8. Zygot berkembang menjadi ookinet masuk keusus untuk mendapatkan makanan
  9. Ookinet
    selanjutnya akan menembus dinding usus dan untuk sementara akan
    menetap, terbungkus oleh otot dinding perut nyamuk membentuk ookista
  10. Ookista akan membelah berulang kali sehingga terbentuk sel-sel yang lengkap dinamakan sporozoit.
  11. Ookista
    yang telah matang maka akan pecah sehingga sporozoit tersebar ke
    seluruh tubuh nyamuk, diantaranya adalah ke dalam kelenjar ludah.
  12. Apabila nyamuk menghisap darah manusia bersamaan dengan itu nyamuk akan melepaskan sporozoit ke dalam darah.


Cobalah Anda jawab pertanyaan ini:

  1. Jelaskan daur/siklus hidup sporozoa
  2. Jelaskan pula siklus hidup Plasmodium
DAUR PLASMODIUM


3. Fillum Cilliophora (Cilliata)

  • Cilliata merupakan protista bersel satu yang permukaan tubuhnya ditumbuhi rambut getar (silia).
  • Bentuk
    tubuhnya tetap tidak berubah-ubah, oval dan hidup di tempat-tempat yang
    berair misal: sawah, rawa, tanah berair dan banyak mengandung bahan
    organik.
  • Sifat hidup cilliata ada yang hidup bebas dan adapula yang parasit.
  • Contoh cilliata yang hidup bebas adalah Paramecium candatum
  • yang hidup parasit adalah Nyctoterus ovalis
  • yang hidup di dalam usus kecoa adalah Balantidium coli
  • yang parasit pada babi dan dapat menyebabkan penyakit balantidiosis (disentri balantidium).
Paramaecium

  • Dalam tubuh Paramecium memiliki dua macam inti (nucleus) yaitu inti kecil (mikronukleus) dan inti besar (makronucleus).
  • Di
    samping itu memiliki vakuola makanan yang berfungsi untuk mencerna dan
    mengedarkan makanan, serta vakuola berdenyut yang berguna untuk
    mengeluarkan sisa makanan.
  • Paramecium bergerak dengan menggetarkan silianya, yang bergerak melayang-layang di dalam air.
  • Hal ini akan terlihat jika menggunakan mikroskop.
  • Sedangkan
    cara menangkap makanan adalah dengan cara menggetarkan rambut
    (silianya), maka terjadi aliran air keluar dan masuk mulut sel.
  • Saat itulah bersamaan dengan air masuk bakteri bahan organik atau hewan uniseluler lainnya.
Berkembangbiak Paramecium adalah dengan cara:

  1. asexual
  2. sexual
Asexual

  1. Aseksual
    atau dengan cara membelah diri yaitu dengan pembelahan biner dimana sel
    membelah menjadi 2 kemudian menjadi 4, 8 dan 16 dst.
  2. Pembelahan diawali dengan pembelahan mikronukleus dan diikuti dengan pembelahan makronucleus.




Seksual atau perkembangbiakan secara kawin

  1. Caranya
    adalah dua sel saling mendekat, menempel pada bagian mulut sel untuk
    kawin. Artinya kedua hewan ini sedang mengalami konjugasi.
  2. Selanjutnya terbentuk saluran konjugasi diantara kedua sel ini.
  3. Dan melalui saluran ini terjadi tukar-menukar mikronukleus.
  4. Mikronukleus dari sel yang satu pindah ke sel yang lain, demikianlah sebaliknya. Selanjutnya perhatikan gambar berikut ini:
Konjugasi pada Paramecium



Sedangkan contoh hewan Cilliata yang lainnya adalah

  1. Stentor: hidup di sawah-sawah atau air tergenang banyak mengandung bahan organik.
  2. Didinium: merupakan pemangsa Paramecium, hidup diperairan yang banyak protozoa.
  3. Vorticella: bentuk seperti lonceng, silia terdapar di sekitar mulut sel.
  4. Stylonichia: mirip dengan Paramecium, silia berkelompok disebut sirus, hidup di perairan yang banyak mengandung sampah organik
Filum Mastigophora atau Flagellata





  • Semua organisme yang tergolong flagellata memiliki flagellum yang berperan sebagai alat gerak.
  • Mastighopora yang bersifat parasit adalah genus Trypanosoma dan genus Trichomonas.
  • Beberapa jenis Mastigophora yang bersifat parasit dan penyakit yang ditimbulkannya dapat dilihat pada tabel berikut


Penyakit yang ditimbulkannya

  1. Trypanosoma
    gambiense & Trypanosoma rhodesiense Parasit dalam darah manusia dan
    dapat menyebabkan penyakit tidur.Di Afrika penularan dilakukan oleh
    lalat Tse-tse yaitu Glosina palpalis.
  2. Trypanasoma cruzi Penyakit chagas di Amerika
  3. Trypanasoma evansi Penyakit sura pada hewan
  4. Trypanosoma brucei Penyakit nagana pada sapi dan kerbau
  5. Trypanasoma vaginalis Keputihan pada vagina wanita
  6. Trypanasoma foetus Parasit pada vagina sapi


Jawab pertanyaan berikut ini:

  1. Apa fungsi rambut getar pada Cilliata?
  2. Bagaimana cara menangkap mangsa/makanan Paramecium?
  3. Jelaskan cara reproduksi pada Paramecium!
  4. Seperti diketahui bahwa hubungan protozoa dengan kehidupan manusia Protozoa yang merugikan Protozoa yang menguntungkan.
  • Protozoa yang merugikan antara lain Plasmodium, Entamoeba hyctolitica, Trypanosoma dan Balantidium.
  • Protozoa yang menguntungkan antara lain,
  1. Entamoeba coli yang hidup di usus sapi dapat membantu pencernaan sapi.
  2. Rhizopoda
    ada yang memiliki cangkang keras untuk melindungi selnya. Cangkang
    tersebut dari silikon (contoh Radiolaria) atau kalsium karbonat (misal
    Foraminifera). Keduanya hidup di laut. Jika hewan tersebut mati maka
    cangkangnya tetap utuh dalam waktu yang lama sehingga dapat berubah
    menjadi fosil. Fosil ini digunakan untuk menentukan umur lapisan bumi
    atau sebagai petunjuk sejarah bumi. Disamping itu fungsi lainnya adalah
    digunakan sebagai petunjuk adanya sumber minyak bumi.


Kegiatan praktikum

Langkah kerja

  1. Potong-potonglah jerami (rumput kering), kemudian masukkan ke dalam botol hingga ¼ bagian.
  2. Masukkan
    air sawah (sungai) kedalam botol ± ¾ bagian. Biarkan botol terbuka,
    simpan di tempat yang tidak kena sinar matahari selama 1 minggu.
  3. Pada
    hari ke delapan ambil setetes air dari dalam botol tadi dengan pipet,
    teteskan pada kaca benda dan tutup dengan kaca penutup.
  4. Amati di bawah mikroskop, gambarkan protozoa yang Anda temukan.
  5. Cocokkan dengan gambar yang ada dalam buku dan berikan nama jenisnya.


Dari hasil dipastikan banyak dijumpai jenis Paramaecium caudatum yang bentuknya mirip dengan terumpah atau sendal OK





Pertanyaan:

  1. Jenis protozoa apa yang ditemukan?
  2. Jelaskan cara perkembangbiakan jenis protozoa yang Anda temukan! Cari informasi di Blog ini juga ( nggak usah kemana mana)
  3. Selanjutnya mari kita teruskan pelajaran ini dengan materi berikut ini
Review

  • Apakah fungsi kaki semu pada Amoeba?
  • Bagaimana ciri-ciri Amoeba?
  • Sebutkan penggolongan Protozoa berdasarkan alat gerak yang dimilikinya

Posted By Unknown 7:00 PM