Laporan Praktikum Jaringan Saraf (Struktur Hewan)


LAPORAN   PRAKTIKUM PRAKTIKUM
JARINGAN SARAF



















Di Susun Oleh :




Nama                    : Muhammad Aqsha
Nim                      : 60300110031
Kelompok             :  I  ( satu )
Jurusan                 : Biologi  (B1)
LABORATORIUM  BIOLOGI
FAKULTAS  SAINS DAN  TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEREGI ALAUDDIN
MAKASSAR  2O11







BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Jaringan
yang paling rumut dari tubuh kita adalah jaringan saraf. Kerumitan ini
berasal dari kemampuan sel–sel saraf (neuron) untuk berkomunikasi satu
sama lain dan dengan jenis sel–sel lain (sel–sel otot, sel–sel
kelenjar). Semua sel yang membentuk sau kesatuan kelompok itu berada
dalam komunikasi satu sama lain melalui sinyal elektris dan pesan
kimiawi yang membantu memelihara kesatuan kelompok sel itu sebagai
keseluruhan. Sinyal–sinyal ini mengendalikan pertumbuhan, reparasi dan
posisi relative sel–sel. Akan tetapi jaringan saraf mempunyai fungs
utama sebagai pembuat pesan kimiawi (penghantar saraf dan hormon–hormon)
dan perkembangan saluran komunikasi untuk koordinaasi fungsi–fungsi
tubuh.
[1]
Jaringan
saraf yang merupakan jenis ke-4 dari jaringan dasar terdapat hampir di
seluruh jaringan tubuh sebagai jaringan komunikasi. Dalam melaksanakan
fungsinya, jaringan saraf mampu menerima rangsang dari lingkungannya,
mengubah rangsang tersebut menjadi impuls, meneruskan impuls tersebut
menuju pusat dan akhirnya pusat akan memberikan jawaban atas rangsang
tersbut.

B.  Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui struktur histologi jaringan otot.




[1] Gerrit Bevelander. Dasar – Dasar Histologi Edisi Kedelapan.(Jakarta : Erlangga). h 132.






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Saraf
adalah serat-serat yang menghubungkan organ-organ tubuh dengan sistem
saraf pusat (yakni otak dan sumsum tulang belakang) dan antar bagian
sistem saraf dengan lainnya. Saraf membawa impuls dari dan ke otak atau
pusat saraf. Neuron kadang disebut sebagai sel-sel saraf, meski istilah
ini sebenarnya kurang tepat karena banyak sekali neuron yang tidak
membentuk saraf.[1]

Saraf
adalah bagian dari sistem saraf periferal. Saraf aferen membawa sinyal
sensorik ke sistem saraf pusat, sedangkan saraf eferen membawa sinyal
dari sistem saraf pusat ke otot-otot dan kelenjar-kelanjar. Sinyal
tersebut seringkali disebut impuls saraf, atau disebut potensial
akson.Sel saraf yang dinamakan pula sel neron berbeda dengan sel-sel
dari jaringan dasar lainnya karena adanya tonjolan-tonjolan yang panjang
dari badan selnya. Semua jaringan mencerminkan sejarahnya dengan
memeperlihatkan berbagai kemampuannya untuk penyesuaian dri pada keadaan
baru selama hidup mereka. Jaringan saraf juga menspesialisasikan diri
dalam kemampuan sepeti ini, menuju kea rah fungsi belajar dan ingat yang
tidak begitu banyak dipahami. Meskipun banyak sifat khas organissi
pesarafan itu telah terprogram secara genetik, namun detail– detail dari
kontak–kontak seluler dan pembentukan sirkuit fungsional untuk
popolasisel tampaknya terpengaruh oleh keadaan yang biasanya terdapat
apabila sel-selnya memperoleh kontak mereka yang pertama.[2]

Sistem saraf itu dapat dibagi dalam suatu system saraf peripheral (peripheral nervous  sistem) dan suatu system saraf sentral (central vernous sistem–CNS). Sistem
saraf peripheral mengumpulkan informasi dari permukaan tubuh, dari
organ–organ khusus, dan dari isi perut, dan menghantarkan sinyal–sinyal
ke sistem saraf sentral, ia juga mengandung saluran keluar yang membawa
suatu arus sinyal ke organ–organ efektor (pelaksana) dalam tubuh (otot 
dan kelenjar, system penggerak), yang bereaksi terhadap
perubahan–perubahan dalam lingkungan dalam dan luar.[3]

Jaringan
saraf merasakan adanya stimulus atau rangsangan dan menghantarkan
sinyal dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya. Unit fungsional
jaringan saraf adalah neuron, atau sel saraf, yang secara unik
dikhususkan untuk menghantarkan sinyal yang disebut impuls saraf. Neuron
terdiri atas sebuah badan sel dan dua atau lebih penjuluran, atau
proses yang disebut dendrite dan akson, yang panjangnya bias
mencapaisatu meter pada manusia. Dendrit menghantarkan impuls dari
ujungnya menuju bagian neuron yang lainnya. Akson menghantarkan impuls
menuju neuron lainnya atau menuju efektor.[4]

Unit
fungsional system saraf pada vetebrata maupun avetebrata adalah neuron.
Sel yang sangat terspesialisasi itu, yang mengandung berbagai organel
khas yang ditemukan pada kebanyakan sel eukariotik, sangat teradaptasi
bagi komunikasi berkat penjuluran–penjulurannya yang laksana kabel.
Dendrit adalah penjuluran–penjuluran, seringkali bercabang–cabang
seperti pohon, yang mengangkut impuls menuju badan sel pusat. Badan sel
adalah daerah  yang lebih tebal di neuron dan mengandung nucleus serta
sebagian besar sitoplasma. Akson adalah penjuluran, umumnya sangat
panjang, yang mengangkut impuls menjauhi badan sel.[5]

Sistem
saraf dibangun oleh komponen – komponensel saraf atau neuron, sel-sel
glia (sel Schwann, oligodendrosit, migroglia, ependim, astrosit, dan
sel-sel satelit) dan jaringan ikat sejati.[6]





[1] Saraf http. File:// id.wikipedia.org/wiki/Saraf. (diakses pada tanggal 28 Juni 2011).

[2] Gerrit Bevelander. Dasar – Dasar Histologi Edisi Kedelapan.(Jakarta : Erlangga). h., 132.

[3] Ibid.

[4] Campbel,Reece dan Mitchell. Biologi Edisi Kelima Jilid 3. ( Jakarta : Erlangga ). h., 8.

[5] George H.Fried,ph.D. Biologi Edisi Kedua. ( Jakarta : Erlangga ). h., 255.

[6] Tim dosen. Penuntun Praktikum Struktur Hewan. (Makassar : UIN Press). h., 10






BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.  Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini adalah sebagai berikut  :
Waktu              : Pukul 13.00 – 15.00
Tempat            : Laboratorium Zoologi lantai II
                                       Fakultas Sains dan Teknologi
                                       Universitas Islam Negeri  Alauddin Makassar       
                           Samata-Gowa
B.  Alat dan Bahan
1.    Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop
2.    Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah preparat awetan Nerve cell (otak) dan preparat awetan neuron asticosyt.
C.  Cara Kerja
1.    Pengamatan I
a.    Amati
secara saksama bagian–bagian otak, yaitu lapisan molekuler, lapisan sel
– sel purkinye dan lapisan granuler. Perhatikan pula sel- sel satelit,
sel – sel purkinya dan sel granula.

b.    Gambarlah hasil pengamatan anda.
2.      Pengamatan II
Gunakan
pembesaranm 10 x 40, lalu amatilah sel saraf pada sediaan. Tandailah
sel – sel saraf, perhatikan badan sel, inti, dendrit, dan akson

3.      Pengamatan III
Gunakan
pembesaran 10 x 40, amatilah serabut saraf, perinerium, jaringan
adipose pada perineum, jaringan ikat interfaskular, sel–sel satelit,
fibroblast dan sel – sel ganglia.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil Pengamatan
1.    Neuron Asticosyt 
   Perbesaran 40 x  0,65





 

Keterangan gambar :
1.      Dendrit                                                 6.  Badan sel
2.      Akson                                                    7. Inti sel
3.      Selubung myelin                                   8. Nodus ranvier
4.      Selubung sel                                          9. Cabang
5.      Ujuang akson
2.    Sel saraf otak kambing
  Perbesaran 40 x 0,65





 

           Keterangan gambar :
1.      Dendrit                                                 6.  Akson
2.      Badan sel                                              7. Selubung mielin
3.      Selubung myelin                                   8. Sel schwan
4.      Ujung akson                                         
5.      Inti sel
B.  Pembahasan
Sistem
saraf adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menerima dan merespon
rangsangan. Terdiri dari otak, saraf tulang belakang, simpul-simpul
syaraf dan serabut syaraf. Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel
saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistern ini meliputi sistem
saraf pusat dan sistem saraf tepi. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai
hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan
efektor. Reseptor  adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya
yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar
atau dari dalam tubuh. Efektor  adalah sel atau organ yang menghasilkan
tanggapan terhadap rangsangan. Contohnya otot dan kelenjar.

    
Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron). Fungsi sel saraf
adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan.

Setiap
neuron terdiri dari satu badan sel yang merupakan daerah yang lebih
tebal di neuron yang mengandung nuklesu dan sitoplasma di dalamnya
terdapat dendrit yang berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf,
dan akson yang berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan
lain. Akson biasanya sangat panjang. Sebaliknya, dendrit pendek.

           
Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit.
Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar akson
terdapat lapisan lemak disebut mielin  yang merupakan kumpulan sel
Schwann yang menempel pada akson. . Bagian dari akson yang tidak
terbungkus mielin disebut nodus Ranvier,  yang berfungsi mempercepat
penghantaran impuls.

Pada
sistem saraf hewan, terutama pada kambing sistem sarafnya tersusun oleh
berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistem ini
meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Dalam kegiatannya,
saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara
reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan
sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal
dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang
menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Contohnya otot dan kelenjar.

BAB V
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Adapun
kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah jaringan saraf
dibagi atas unit fungsional yaitu  neuron adalah  sel saraf yang
 terspesialisasi, yang mengandung berbagai organel khas yang ditemukan
pada kebanyakan sel eukariotik, sangat teradaptasi bagi komunikasi
berkat penjuluran – penjulurannya yang laksana kabel. Dendrit adalah
penjuluran – penjuluran, seringkali bercabang – cabang seperti pohon,
yang mengangkut impuls menuju badan sel pusat. Badan sel adalah daerah 
yang lebih tebal di neuron dan mengandung nucleus serta sebagian besar
sitoplasma. Dan  Akson adalah penjuluran, umumnya sangat panjang, yang
mengangkut impuls menjauhi badan sel.

B.     Saran
Adapun
saran yang dapat saya berikan setelah melakukan praktikum ini adalah
agar praktikan lebih teliti dalam melihat objek yang di amati  dan
tepat  dalam menggunakan mikroskop.

DAFTAR PUSTAKA
Bevelander, Gerrit. Dasar–Dasar Histologi Edisi Kedelapan.Jakarta: Erlangga .1988.
Biologi.http://www.google.co.id ( tanggal 23 Juni 2011 )
Campbel, Reece dan Mitchell. Biologi Edisi Kelima Jilid 3. Jakarta: Erlangga .2006.
H.Fried,ph.D, George.  Biologi Edisi Kedua.Jakarta: Erlangga .2000.
Tim Dosen. Penuntun Praktikum Struktur Hewan. Makassar: Universitas Islam Negeri  Alauddin Makassar.2011.


0 comments :

Post a Comment